Twitter akan Hapus Postingan Hitung Cepat Pilpres AS 2020

Pilpres AS 2020

Telset.id, Jakarta – Twitter akan menghapus atau memberi label setiap postingan “hitung cepat” yang mengklaim kemenangan dini pada pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Twitter mencegah praktik “transfer kekuasaan”.

Twitter sudah melarang atau menandai cuitan yang menyebarkan kebingungan tentang pemungutan suara pilpres AS 2020. Saat ini, Twitter mengharamkan postingan yang mengklaim kemenangan sebelum hasil resmi pemilihan.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Sabtu (12/9/2020), Twitter juga akan mengambil tindakan serupa terhadap klaim satu pihak tentang proses pemungutan suara.

“Kami tidak akan mengizinkan Twitter disalahgunakan. Setiap upaya untuk melakukannya, baik asing maupun domestik, akan bertemu dengan penegakan aturan ketat,” demikian pernyataan Twitter.

{Baca juga: Tegas! Facebook Hapus Iklan Pilpres Donald Trump}

Juru bicara Twitter, Trenton Kennedy, mengatakan bahwa perusahaan sangat transparan tentang upaya yang dilakukan guna mencegah kebingungan karena pemilih melakukan pemungutan suara pilpres AS 2020 secara online.

Twitter telah mengambil tindakan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan kampanyenya dalam beberapa bulan terakhir karena postingan yang “melanggar kebijakan” seputar pemilu.

Facebook juga Bantu Proses Pilpres AS 2020

Selain Twitter, Facebook juga mengajukan diri untuk membantu proses pilpres AS agar berjalan jujur dan aman.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, ingin membantu empat juta orang Amerika Serikat (AS) untuk mendaftar pemilihan presiden atau pilpres melalui kampanye informasi baru yang akan diumumkan di platform.

“Saya percaya Facebook memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk mencegah penindasan pemilih, tetapi juga aktif mendukung keterlibatan, pendaftaran, dan partisipasi yang terinformasi dengan baik,” tulis Zuckerberg beberapa waktu lalu.

Untuk mencapainya, Facebook membuat Pusat Informasi Voting baru dengan informasi otoritatif, termasuk bagaimana dan kapan memilih saat pilpres, serta rincian tentang pendaftaran pemilih, pemungutan suara melalui surat suara.

{Baca juga: Facebook Mau (Lagi) Bantu Pelaksanaan Pilpres 2020, Caranya?}

Zuckerberg mengatakan, Facebook mengantisipasi informasi pemungutan suara pilpres untuk dilihat oleh 160 juta orang AS menjelang pemilihan November.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi integritas suara pemilih,” imbuhnya, seraya mengaku sejak 2016 perusahaan telah menginvestasikan miliaran dolar AS untuk mencegah campur tangan pemilu presiden.

“Ancaman campur tangan pemilu nyata dan berkelanjutan. Sistem kami lebih siap dari sebelumnya. Pengguna Facebook yang “hanya ingin pemilu selesai” sekarang memiliki pilihan untuk mematikan iklan politik,” cetusnya. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here