Heboh Penemuan Tulang Manusia di Mars, Ini Penjelasannya

Telset.id, Jakarta  – Sebuah benda aneh tampak di antara puing-puing di permukaan Planet Mars yang sempat diklaim sebagai tulang manusia. Beberapa orang bahkan meyakininya sebagai kerangka tulang paha. Benarkah ada tulang manusia di Mars?

Foto itu diambil pada 2014 lalu oleh Masturi Curiosity Rover. Keberadaan benda tersebut memunculkan teori konspirasi untuk mengklaim bahwa sejatinya memang pernah ada kehidupan manusia di Mars.

{Baca juga: Ilmuwan NASA Temukan Markas Alien di Planet Mars}

Namun, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Selasa (16/6/2020), NASA buru-buru memberi bantahan mengenai isu yang berkembang. Menurut NASA, benda itu sekilas memang mirip dengan tulang paha manusia.

“Fosil makhluk hidup tidak mungkin terjadi di Mars. Benda tersebut adalah batu. Anggota tim sains misi yakin bahwa bentuknya kemungkinan merupakan hasil proses erosi, baik angin atau air,” terang juru bicara NASA.

Ia menambahkan, apabila peradaban pernah ada di Mars, para ilmuwan menyebut hanya akan menjadi bentuk kehidupan sederhana kecil yang disebut mikroba. Mars tidak pernah memiliki oksigen yang cukup.

“Di Mars tidak ada oksigen untuk mendukung organisme yang lebih kompleks. Ketika orang menghubungkan keserupaan manusia dengan benda, lebih disebabkan oleh fenomena bernama pareidolia,” ujarnya.

Konspirasi tulang manusia di Mars bukanlah kali pertama ini mengemuka. Dulu pernah ada klaim seperti Mars Bigfoot atau jamur Mars. NASA menegaskan, kemungkinan yang ada di Mars hanyalah kehidupan mikroba.

Sebelumnya, para ilmuwan mengatakan bahwa manusia harus mengubah DNA supaya bisa tinggal atau hidup di Mars. Ilmuwan menyebut, mereka harus melakukannya jauh-jauh hari sebelum melakukan perjalanan berbahaya ke Planet Merah.

{Baca juga: Manusia Harus Mengubah DNA untuk Bisa Tinggal di Mars}

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Jumat (22/5/2020), astronot mungkin perlu menjadi manusia super dengan sel tahan radiasi dan tulang yang sangat kuat untuk bertahan selama perjalanan.

Dalam sebuah webinar, seorang ilmuwan terkemuka berpendapat bahwa para calon pemukim perlu “diretas gen” agar bisa hidup di Mars. “Pengeditan” DNA wajib dilakukan supaya manusia hidup di Mars.

“Ya, kalau ingin hidup dan berkembang serta membangun keluarga di Mars, manusia harus mengubah gen,” kata Kennda Lynch, astrobiolog di Lunar and Planetary Institute di Houston, baru-baru ini via konferensi.

Mengubah DNA dapat membantu astronot maupun manusia lain untuk menanggung rentetan radiasi kosmik dan lingkungan ekstrem yang mematikan di permukaan Mars. Mereka harus melakukan transformasi.

{Baca juga: Tabung Lava di Mars Bisa Lindungi Astronot dari Radiasi}

Sejumlah badan antariksa, bahkan perusahaan swasta, telah berjanji untuk mendaratkan manusia pertama di Planet Merah dalam dua dekade mendatang. Mereka berlomba menjadi yang pertama membuat sejarah.

NASA berharap bisa mendaratkan astronot di Mars pada 2030-an nanti. Sementara perusahaan roket milik miliarder Elon Musk, SpaceX, ingin memindahkan sekitar satu juta orang di Mars pada 2050 mendatang. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here