Telset.id – Di tengah kondisi ekonomi yang kurang sehat, Lazada mencatat tren peningkatan penggunaan cicilan 6 bulan di platformnya. Barang elektronik menjadi kategori yang paling banyak dicari konsumen. Temuan ini diungkapkan dalam acara ‘LazTalks: In This Economy’ yang digelar menyambut Lazada 6.6 Super Wow Sale pada Kamis (4/6/2026).
Erika Agustine, Commercial Director Lazada Indonesia, menyampaikan bahwa para seller di platform telah melakukan penyesuaian harga untuk merespons kondisi terkini. Lazada pun berupaya membantu konsumen agar tetap memiliki daya beli yang cukup melalui berbagai skema pembayaran.
“Lazada ingin mengedepankan konsumen sebagai prioritas sehingga mereka punya daya beli yang cukup, dengan peningkatan harga yang bisa dijangkau. Misalnya dengan cicilan 0% yang baru saja kami keluarkan di akhir tahun,” terang Erika dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, Erika mengungkapkan bahwa pihaknya melihat adanya peningkatan pembelian, terutama untuk produk elektronik dari brand tertentu. Kenaikan signifikan terjadi pada penggunaan cicilan 3 hingga 6 bulan, khususnya untuk pembelian ponsel dan tablet.
“Kami melihat ada peningkatan pembelian terutama elektronik dari brand tertentu. Ada peningkatan untuk cicilan 3 hingga 6 bulan terutama untuk pembelian mobile dan tablet,” imbuh Erika.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konsumen beradaptasi dengan kondisi ekonomi saat ini. Alih-alih menunda pembelian, banyak yang memilih skema cicilan untuk tetap bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus.
Momen Back to School dan Liburan Dongkrak Penjualan
Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia, yang hadir dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa penjualan elektronik saat ini sedang mengalami kenaikan kembali. Setelah melonjak drastis saat Idul Fitri dan kemudian sempat menurun, momen back to school kembali meningkatkan semangat belanja masyarakat.
“Ada momen back to school di mana orang beli tablet dan smartphone, apalagi Samsung punya yang friendly buat anak-anak, ditambah liburan kan identik dengan foto-foto,” tutur Selvia.
Ia menambahkan bahwa smartphone Samsung A Series bisa diandalkan untuk menangkap cahaya minim, sementara S Series dengan fitur AI-nya bisa membantu menerjemahkan bahasa asing saat liburan ke luar negeri.
Menariknya, menjelang Piala Dunia 2026 (FIFA World Cup 2026), traffic penjualan TV juga dirasakan meningkat. Ukuran TV yang dibeli pun semakin lebar, menunjukkan perubahan preferensi konsumen.
“TV kita punya AI function, apalagi yang soccer mode, jadi related dengan Piala Dunia dan liga lain. Penjualan ada kenaikan, tapi memang yang layarnya besar, karena sekarang tren TV nggak lagi 32″ tapi 43″ dan 50″,” tandas Selvia.
Strategi Lazada dan Seller di Tengah Tekanan Ekonomi
Kondisi ekonomi yang kurang sehat mendorong baik platform maupun seller untuk beradaptasi. Lazada, menurut Erika, terus mengedepankan konsumen sebagai prioritas utama. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menghadirkan opsi cicilan 0% yang baru diluncurkan pada akhir tahun lalu.
Skema ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin tetap berbelanja tanpa terbebani lonjakan harga. Sementara itu, para seller di platform telah melakukan penyesuaian harga agar tetap kompetitif dan terjangkau bagi pembeli.
Data menunjukkan bahwa barang elektronik menjadi andalan dalam tren ini. Peningkatan penggunaan cicilan 3 hingga 6 bulan untuk kategori mobile dan tablet menandakan bahwa konsumen masih memiliki minat beli yang tinggi terhadap gadget, meskipun harus dicicil.
Fenomena serupa juga terlihat pada kategori elektronik rumah tangga, terutama TV. Momentum Piala Dunia 2026 menjadi katalis yang mendorong konsumen untuk upgrade perangkat hiburan di rumah.
Dengan berbagai strategi ini, pasar digital Indonesia tetap menunjukkan dinamika positif meskipun ada tekanan ekonomi global.





Komentar
Belum ada komentar.