📑 Daftar Isi

Tesla CEO Elon Musk dalam earnings call mengakui Hardware 3 tidak mampu mencapai unsupervised Full Self-Driving

Tesla Akui HW3 Tak Mampu FSD, Janji Retrofit ke HW4

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Tesla akhirnya mengakui secara resmi bahwa sistem Hardware 3 (HW3) yang telah dipasang di jutaan kendaraannya sejak 2019 tidak akan mampu menjalankan fitur Full Self-Driving (FSD) tanpa pengawasan. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh CEO Elon Musk dalam earnings call pekan ini, menegaskan kembali pernyataan pertamanya pada Januari 2025 lalu yang mengecewakan banyak pemilik.

Dalam pernyataan yang blak-blakan, Musk mengatakan bahwa HW3 memiliki keterbatasan fundamental. “Sayangnya, Hardware 3 — saya berharap sebaliknya — tetapi Hardware 3 benar-benar tidak memiliki kapabilitas untuk mencapai unsupervised FSD,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa “memory bandwidth” menjadi titik hambatan utama (chokepoint) dari sistem tersebut.

Sejak awal 2019, Tesla mulai menginstal sistem HW3 di mobil-mobilnya. Musk saat itu menjanjikan bahwa perangkat keras ini akan memungkinkan apa yang disebut perusahaan sebagai “Full Self-Driving” (FSD), meskipun hingga saat ini fitur tersebut masih memerlukan pengemudi untuk siap mengambil alih kemudi sewaktu-waktu. Selama empat tahun berikutnya, Tesla menjual jutaan kendaraan dengan HW3, dan banyak pemilik mengeluarkan ribuan dolar tambahan untuk mengakses FSD.

During Wednesday's earnings call, Tesla CEO Elon Musk reiterated that millions of Tesla cars on the road can't drive themselves.

Pengakuan Musk pada Januari 2025 bahwa HW3 tidak memadai memicu gelombang kekecewaan di kalangan pemilik. Banyak yang mengklaim Musk telah berbohong kepada mereka selama bertahun-tahun, yang kemudian memicu sejumlah gugatan class action. Dalam earnings call Rabu lalu, Musk kembali menegaskan posisinya dengan nada yang sama lugasnya.

Janji Retrofit dan Rencana Microfactory

Meskipun Musk pertama kali mengakui masalah ini lebih dari setahun yang lalu, Tesla belum merealisasikan janjinya untuk memberikan upgrade perangkat keras kepada jutaan pemilik. Proses ini diperkirakan akan panjang dan rumit. Dalam earnings call pekan ini, Musk menjelaskan bahwa Tesla kini sedang menjajaki pembangunan “microfactories” di kota-kota besar untuk meretrofit kendaraan HW3 dengan sistem komputer dan kamera baru.

“Saya pikir seiring waktu, akan masuk akal bagi kami untuk mengonversi semua mobil HW3 ke HW4, karena itu yang memungkinkan mereka memasuki armada Robotaxi dan memiliki unsupervised FSD,” jelas Musk. Namun, rencana ini masih terdengar sangat samar. Musk menyinggung program “discounted trade-in” tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Pendirian lini produksi baru di “major metropolitan areas” dipastikan tidak akan murah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Tesla baru saja mengungkapkan dalam laporan kuartalan terbaru bahwa profitabilitas berada pada titik tertipis, setelah beberapa tahun mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.

Tesla memperkenalkan versi perangkat lunak yang membingungkan, yang disebut “FSD (Supervised)” pada April 2024. Sementara itu, versi “unsupervised” secara harfiah merujuk pada pengemudian otonom yang sebenarnya. Ketidakmampuan HW3 untuk mencapai level tersebut menjadi pengakuan pahit bagi perusahaan dan para pelanggannya.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan program retrofit akan dimulai atau berapa biaya yang harus ditanggung pemilik. Ketidakpastian ini semakin memperburuk situasi, terutama di tengah menipisnya kesabaran para pengemudi Tesla terhadap janji-janji Elon Musk yang tak kunjung terealisasi.