“Tersangka” Dibalik Rontoknya Saham Apple

Telset.id, Jakarta – Saham Apple rontok ke posisi terendah dalam tiga bulan terakhir pada penutupan pasar Senin (12/11) waktu setempat. Diduga, penyebabnya adalah peringatan yang dilancarkan tiga pemasok iPhone terkait pelemahan penjualan ponsel.

Dikutip Telset.id dari Reuters, Selasa (13/11/2018), harga iPhone menjadi semakin mahal setiap datang dengan versi baru. Akibatnya, konsumen pasar berkembang seperti India mencari alternatif lain yang murah tapi berkualitas.

Apple telah mengatakan sejak awal bulan ini bahwa penjualan saat musim liburan akan berjalan di luar ekspektasi Wall Street. Perusahaan menyebut, hal itu terjadi karena kesalahan valuta asing dan pelemahan harga di pasar negara berkembang.

Lumentum Holdings, pemasok utama teknologi Face ID untuk iPhone generasi terbaru, memotong USD 70 juta dari perkiraan pendapatan. “Pemasok menurunkan angka karena Apple adalah pelanggan terbesar,” kata analis Chaim Siegel.

Saham Lumentum turun hampir 31 persen, menyeret saham pemasok dan pembuat chip lainnya. Tiga analis mengatakan bahwa ramalan Lumentum menunjukkan pengurangan 18 juta hingga 20 juta iPhone dari perkiraan sebelumnya.

Pada kuartal IV-2018, Apple menjual 46,9 juta iPhone, meleset dari ekspektasi analis sebesar 47,5 juta iPhone. Nikkei Jepang melaporkan, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini mengatakan kepada Foxconn dan Pegatron untuk menghentikan jalur produksi iPhone XR.

Apple mulai menjual iPhone XS dan iPhone XS Max pada September 2018. Sementara iPhone XR, oleh Apple dijual mulai bulan lalu. Chip Lumentum tidak digunakan di ponsel yang lebih lama dari iPhone X keluaran tahun lalu. [SN/IF]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -