Terjun ke Bisnis e-Sport, Michael Jordan Modali aXiomatic

WASHINGTON, DC - NOVEMBER 22: U.S. President Barack Obama smiles up at National Basketball Association Hall of Fame member and legendary athlete Michael Jordan before awarding him with the Presidential Medal of Freedom during a ceremony in the East Room of the White House November 22, 2016 in Washington, DC. Obama presented the medal to 19 living and two posthumous pioneers in science, sports, public service, human rights, politics and the arts. (Photo by Chip Somodevilla/Getty Images)

Telset.id, Jakarta –  Legenda NBA Michael Jordan menjadi nama besar berikutnya yang ikut terjun ke bisnis esports. Sama seperti rekannya Shaquille O’Neal, ataupun penyanyi Drake, Jordan menjadi salah satu investor utama di sebuah tim e-sport bernama aXiomatic.

Namun demikian, disini Jordan tidak menjadi satu-satunya pemberi dana. Ia ditemani Declaration Capital dan Curtis Polk yang juga menjadi pemodal perusahaan e-sport tersebut dengan total nilai investasi US$26 juta atau mencapai Rp 395 miliar.

Declaration Capital adalah kantor keluarga yang menginvestasikan kekayaan pribadi David Rubenstein, yang menjadi pendiri sekaligus Chief Executive The Carlyle Group. Sedangkan Curtis Polk adalah mitra pengelola dan gubernur alternatif Hornets Sports & Entertainment sekaligus Manajer urusan keuangan dari bisnis Michael Jordan dan perusahaan terkaitnya.

Sebagai pemilik dari waralaba e-sports TeamLiquid, yang diperkirakan Forbes sebagai tim game paling berharga kedua di industri ini, aXiomatic memiliki basis yang kuat di dunia e-sports.

“Saya bersemangat untuk memperluas portofolio ekuitas olahraga melalui investasi di aXiomatic. E-sports adalah industri internasional yang berkembang pesat dan saya senang bermitra dengan kelompok investor besar ini,” ujar Jordan, seperti dilansir techcrunch, Jumat (26/10/2018).

Belakangan ini, semakin banyak saja atlet dan selebritis yang terjun ke industri e-sports. Ini tak semata karena olahraga ini terkait dengan bidang yang mereka geluti, tetapi juga memiliki potensi untuk terus berkembang. Para atlet dan selebritis ini berbondong-bondong menggelontorkan modal untuk perusahaan yang mengembangkan layanan untuk ekosistem e-sports.

Salah satu tim NBA pertama yang terjun ke industri e-sports adalah Philadelphia 76ers dengan mengakuisisi Tim Dignitas senilai US$ 15 juta atau mencapai Rp 228 miliar. Awal tahun ini, Dignitas berhasil meraih juara dunia di RocketLeague untuk Sixers (julukan tim NBA itu).

Jejak Sixers ini kemudian diikuti tim NBA lainnya seperti Golden State Warriors, Cleveland Cavaliers dan Houston Rockets. Tim basket kelas dunia ini dikabarkan mendukung semua tim e-sports di turnamen League of Legends yang diadakan Riot Games.

“Generasi berikutnya dari penggemar olahraga adalah penggemar e-sports,” kata Chief Executive aXiomatic Ted Leonsis. Pria ini juga merupakan Pendiri, Ketua, Chief Executive dan pemilik mayoritas Monumental Sports & Entertainment (yang memiliki tim NBA Washington Wizards, Capitals dan waralaba WNBA Mystics).

Menurut Leonsis, e-sports adalah sektor yang tumbuh paling cepat dalam bidang olahraga dan hiburan. Untuk mengantisipasinya, kata dia, aXiomatic harus berada di garis depan pertumbuhan tersebut.

“Kami sangat senang menyambut Michael dan Declaration Capital untuk aXiomatic dan berharap dapat bekerja sama dalam beberapa peluang yang benar-benar canggih.” imbuh dia.

Sementara itu, perusahaan esports yang paling sukses, Cloud9 tercatat mampu meraup modal jauh lebih besar ketimbang yang didapatkan aXiomatic. Berdasarkan data Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC, perusahaan ini baru saja meraih investasi US $ 53,6 juta atau sekitar Rp 815,7 miliar, lebih dari 2 kali lipat investasi yang dirain aXiomatic. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here