πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi fitur AirPlay mirroring di iPhone yang akan mendapat alternatif protokol streaming

Tembok Walled Garden Apple Kembali Jebol, Eropa Paksa Buka AirPlay

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple akan menambahkan dukungan untuk alternatif AirPlay pihak ketiga di iOS 27.
  • Langkah ini diambil untuk mematuhi Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa.
  • Pengguna di EU bisa memilih Google Cast sebagai default streaming.
  • Perubahan ini hanya berlaku untuk pengguna di Uni Eropa, bukan global.
  • Ini adalah batu bata lain yang lepas dari tembok ekosistem tertutup Apple.

Telset.id – Apple kembali kehilangan kendali eksklusif atas salah satu fitur andalannya. Perusahaan berbasis di Cupertino itu dikabarkan akan menambahkan dukungan untuk alternatif AirPlay pihak ketiga pada sistem operasi iOS 27, sebuah langkah yang secara langsung merespons tekanan regulasi dari Uni Eropa.

Informasi ini diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, dalam buletin Power On terbarunya. Menurut laporan tersebut, pengguna iPhone di Uni Eropa nantinya dapat memilih protokol streaming seperti Google Cast sebagai opsi default untuk mengirim video, foto, dan audio dari perangkat mereka ke TV atau speaker. Langkah ini diambil untuk mematuhi Digital Markets Act (DMA), serangkaian aturan yang sebelumnya telah memaksa Apple membuka akses untuk sideloading, toko aplikasi pihak ketiga, dan sistem pembayaran alternatif.

Baca Juga:

AirPlay Tak Lagi Jadi Satu-Satunya Pilihan

Selama lebih dari satu dekade, pengguna iPhone hanya memiliki satu jalur untuk men-streaming konten secara nirkabel ke layar yang lebih besar, yaitu AirPlay. Kini, jalur tersebut akan bercabang, setidaknya bagi pengguna di Uni Eropa. Perubahan ini memungkinkan protokol streaming apa pun secara teoretis dapat dipasang sebagai opsi default, membuka pintu bagi persaingan yang lebih luas. Saingan utama yang disebutkan dalam laporan adalah Google Cast, tetapi dampaknya tidak terbatas pada satu perusahaan saja.

Keputusan Apple ini merupakan batu bata lain yang lepas dari tembok ekosistem tertutup yang selama ini mereka bangun. Sebelumnya, DMA telah memaksa Apple untuk mengizinkan sideloading aplikasi, kehadiran toko aplikasi alternatif, dan sistem pembayaran di luar Apple Pay. Semua langkah ini awalnya ditentang keras oleh Apple dengan dalih melindungi keamanan pengguna, namun akhirnya harus diterapkan setelah regulator turun tangan.

Hanya untuk Pengguna di Eropa

Penting untuk dicatat bahwa perubahan ini, menurut Gurman, hanya berlaku untuk wilayah Uni Eropa. Pengguna iPhone di Amerika Serikat dan negara lain di luar Eropa tidak akan mendapatkan opsi ini. Mereka tetap harus menggunakan AirPlay sebagai satu-satunya protokol default yang ditentukan oleh Apple. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan regulasi, bukan inisiatif sukarela, menjadi pendorong utama di balik keputusan Apple.

Langkah ini juga melanjutkan tren di mana tekanan dari Eropa secara perlahan memaksa Apple untuk membuka ekosistemnya. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya, beberapa perubahan yang awalnya hanya berlaku di Eropa, seperti kemampuan untuk mengganti aplikasi default, akhirnya menyebar secara global. Contoh lain adalah ketika pengguna iPhone di seluruh dunia akhirnya mendapatkan kemampuan untuk mengatur aplikasi panggilan dan pesan teks pihak ketiga sebagai default.

Meskipun demikian, dampak langsung dari perubahan ini bagi sebagian besar pengguna mungkin tidak akan terasa. AirPlay telah tertanam sangat dalam dalam kebiasaan pengguna iPhone. Inersia atau keengganan untuk mengubah kebiasaan kemungkinan besar akan membuat mayoritas pengguna tetap setia pada pengaturan default. Mereka yang benar-benar akan memanfaatkan opsi ini adalah pengguna dengan ekosistem perangkat campuran, misalnya rumah tangga yang menggunakan ponsel Pixel, Chromecast, dan iPhone dalam jaringan Wi-Fi yang sama. Bagi mereka, fitur ini secara diam-diam menghilangkan salah satu alasan terakhir yang membuat ekosistem Apple terasa tak terhindarkan.

Argumen yang sering dilontarkan Apple tentang risiko fragmentasi dan keamanan kini semakin terlihat lemah. Eropa telah membuktikan bahwa langit tidak akan runtuh ketika pengguna diberikan pilihan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa β€œmelindungi” pengalaman pengguna sering kali berarti melindunginya dari persaingan?

AirPlay mirroring

Langkah Apple ini merupakan sinyal jelas bahwa era walled garden yang ketat mungkin akan segera berakhir, setidaknya di bawah tekanan regulasi. Bagi para pengamat industri, ini adalah perkembangan yang menarik untuk disimak, terutama bagaimana Apple akan merespons tekanan serupa di masa depan dan apakah perubahan ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen secara lebih luas. Produsen Android China yang meniru strategi rilis iPhone baru Apple juga patut dicermati, karena persaingan di pasar smartphone semakin ketat.

Di sisi lain, Apple juga terus mengembangkan perangkat keras dan lunaknya. Rencana untuk merilis 15 perangkat Apple di paruh kedua 2026 menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak tinggal diam. Namun, tekanan regulasi dari Eropa tampaknya akan terus menjadi faktor yang membentuk strategi bisnis mereka di masa mendatang.

Perubahan pada AirPlay ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak tekanan yang dihadapi Apple. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak lagi fitur eksklusif yang harus dibuka untuk kompetitor, terutama di pasar-pasar dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa. Bagi konsumen, ini adalah kabar baik karena berarti lebih banyak pilihan dan fleksibilitas dalam menggunakan perangkat mereka.

Komentar

Belum ada komentar.