Tujuh Startup Lokal dapat Investasi Rp 710 Juta, Siapa Saja?

Tujuh startup lokal

Telset.id, Jakarta – Tujuh startup lokal baru saja mendapat investasi masing-masing sebesar USD 50 ribu atau sekitar Rp 710 jutaan. Startup tersebut terpilih dalam seleksi batch keempat pada program GnB Accelerator 2018, untuk menjalani program selama bulan Juli hingga September 2018.

Tujuh startup terpilih ini di antaranya adalah Infra Digital, Matakota, Populix, Homemade, Playable, Bookslife, dan Ikigai. Sekedar informasi, Infra Digital merupakan startup yang bergerak di bidang pelayanan keuangan digital untuk bisnis tradisional.

Sementara Matakota bergerak di ranah media sosial dengan konsep smart citizen. Sedangkan Populix adalah startup yang mampu membangun database responden di seluruh Indonesia.

Kemudian Homemade merupakan startup yang bergerak di industri makanan jadi dan dapat dipesan melalui aplikasi. Lalu ada Playable yang merupakan penyedia konten digital yang aman dan edukatif serta menghibur bagi anak-anak.

Baca Juga: HARA Tampil Sebagai Top 8 Startups Berbasis Blockchain

Startup lainnya yakni Bookslife merupakan platform penerbitan digital pertama di Indonesia. Dan terakhir yakni Ikigai adalah startup penyedia portal rekrutmen mahasiswa.

Menurut Operator Chief of GnB, Elsye Yolanda, program yang telah berlangsung sejak 2016 itu dinilai mampu memperkuat posisi GnB sebagai wadah akselerator terbaik di Indonesia. Sebab, Yolanda mengklaim, pihaknya telah secara konsisten mendukung perkembangan startup lokal yang potensial.

“Dalam rangka mencari potensi startup secara maksimal, tim GnB telah melakukan roadshow yang dilakukan selama dua hari di masing-masing kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Jakarta,” katanya, di acara GnB Accelerator Batch Keempat, di Jakarta, Kamis (28/06/2018).

Baca Juga: Ingin Cortana Lebih Manusiawi, Microsoft Akuisisi Startup Khusus AI

“Roadshow ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para pelaku startup di luar kota, baik itu untuk akses ke pendanaan, mentor maupun jaringan internasional,” sambung Yolanda.

Dijelaskannya, ada lebih dari 150 startup lokal berpotensi yang mendaftarkan diri pada roadshow ini. Selain itu, ada lebih dari 200 startup yang telah mendaftarkan diri mereka melalui website GnB Accelerator.

Program Manager GnB Accelerator, Kentaro Hasimoto mengatakan bahwa faktor kunci ekosistem startup di Indonesia adlaah adanya dukungan dari akselerator. Hal itupun juga ditekankan oleh riset dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang mengibaratkan akselerator sebagai screen house yang didalamnya terdapat tanaman baru tumbuh untuk dipacu agar berkembang lebih cepat.

Lanjut Hasimoto, riset ini juga menunjukkan bahwa akselerator startup menjadi salah satu faktor paling penting untuk menciptakan startup mapan bagi ekosistem wirausaha rintisan yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: Startup Mobil Listrik China Ini akan Saingi Tesla

“Kemajuan ekosistem startup di Indonesia terus kami dukung melalui program GnB Accelerator sebagai wadah akselerasi, mentoring dan pendanaan bagi para startup,” tutur dia.

Hasimoto juga mengakui masih terdapat ketimpangan yang cukup besar antara startup besar dengan startup baru maupun menengah di Indonesia. Namun menurutnya, itu dapat diatasi dengan adanya program-program strategis dari pihak akselerator, seperti GnB Accelerator.

“Kami berharap mampu menghasilkan startup yang kuat dan berkualitas melalui solusi-solusinya.” pungkas dia. (WS/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here