Transformasi Sukses, XL Siap Tinggal Landas

Telset.id, Belitung – Setelah melalui beberapa tahap persiapan sejak dua tahun lalu, operator XL Axiata kini sudah merasa cukup pede untuk berlari lebih kencang dan siap lepas landas sebagai perusahaan digital di tahun 2016 ini.

Demikian pernyataan Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini tentang perjalanan perusahaan yang dipimpinnya. Menurut Dian, sejak tahun 2014, XL telah melakukan berbagai persiapan untuk menjadi pemain digital.

“Sejak tahun 2014 kami sudah menyiapkan untuk masuk ke era digital. Di 2014, kami sebut sebagai masa konsolidasi, kemudian tahun 2015 sebagai masa transformasi, dan di 2016 ini waktunya XL untuk lepas,” jelas Dian dalam acara Media Gathering XL di Belitung, Rabu (17/2/2016).

Untuk menjalankan proses transformasi bisnis perusahaan menjadi pemain digital, anak usaha Axiata Group ini telah mencanangkan strategi yang mereka sebut 3R, yakni Revamp, Rise, dan Reinvent.

Strategi Revamp yang dijalankan XL adalah mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan dari “volume” ke “value”, dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk.

Sementara Rise dijalankan untuk meningkatkan nilai merek XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Sedangkan Reinvent akan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

Dian mengungkapkan, bahwa transformasi bisnis dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis, dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.

Di semester pertama 2015, XL fokus pada strategi Revamp yang mengupayakan pada peningkatan pelanggan yang berkualitas, pengurangan pelangggan abuser, peningkatan portfolio produk, penguatan jalur penjualan retail dan peluncuran kembali merek AXIS ke pasar.

“Di XL, kami menyederhanakan produk portofolio sampai 50%, dengan menghilangkan produk yang tidak menguntungkan. Jadi sekarang bisnis kita berubah dari volume ke value,” tutur Dian.

Ia menuturkan banyak yang kaget saat XL diberitakan jumlah pelanggannya melorot jadi peringkat keempat. Ia menjelaskan, bahwa jika dilihat dari subscriber-nya memang berkurang, tapi jumlah pengguna produktif meningkat.

“Yang berkurang itu memang jumlah subcriber, tapi sebenarnya yang kita lakukan adalah meningkatkan pengguna produktif,” ujar wanita pertama di Indonesia yang berhasil menduduki jabatan sebagai presiden direktur di perusahaan teknologi itu.

Keberhasilan lain dicapai XL selama masa transformasi adalah berhasil mengubah jalur distribusi tradisional (re-clustering) menjadi sistem distribusi yang ramping, sehingga lebih efisien.

“Kami juga meningkatkan brand position XL dari price leader menjadi value. Itu dibuktikan dengan saat ini kami berhasil operator 4G tercepat di 35 kota. Rencana yang kami jalankan tidak cuma asbun (asal bunyi),” tandas Dian.

Dia juga mengklaim proses konsolidasi di 2014 dan transformasi di 2015 sudah menunjukan hasil positif. Seperti meningkatnya jumlah pelanggan high value sebesar 13%, churn rate turun 42%, trafik data melonjak 75%, dan ARPU pelanggan naik 43%.

“Sejumlah rencana telah kami siapkan dari semua sisi, dari mulai penyediaan jaringan 4G LTE yang handal, menyiapkan ekosistem yang lengkap, hingga menyiapkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pelanggan,” paparnya.

Transformasi XL tahap pertama akan rampung pada 2017, dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua hingga tahun 2020. Untuk tahun 2016, proses transformasi masih akan mengacu dari roadmap sebelumnya. Yakni lebih meningkatkan pelanggan high value.

“Transformasi itu tidak boleh berhenti. Pada 2018, rencanan 5G akan masuk ke Indonesia, kita harus siapkan XL untuk kedatangan inovasi ini. Hal yang utama dari transformasi itu adalah menjaga keberlangsungan bisnis,” pungkasnya. [HW/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -