📑 Daftar Isi

Ilustrasi Telkom Group melakukan penataan portofolio bisnis berdasarkan arahan Danantara

Telkom Lepas AdMedika ke Fullerton Health, Optimalisasi Portofolio

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Telkom Group resmi melepas PT Administrasi Medika (AdMedika) ke Fullerton Health Singapura
  • AdMedika menjadi anak usaha pertama yang dilepas dalam strategi optimalisasi portofolio BUMN
  • Fullerton Health memiliki hampir 600 fasilitas kesehatan dan melayani 8 juta anggota di Asia
  • Telkom targetkan tutup 10 anak usaha di akhir Juni 2026, dari 67 menjadi 15-22 anak usaha
  • Fokus Telkom ke depan: konektivitas, digitalisasi, dan B2B IT sesuai arahan Danantara

Telset.id – Telkom Group resmi melepas PT Administrasi Medika (AdMedika) ke perusahaan Singapura, Fullerton Health, sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio bisnis yang diamanatkan Danantara. Divestasi ini menjadikan AdMedika anak usaha pertama yang dilepas di tengah dorongan konsolidasi BUMN.

Melalui akuisisi tersebut, Fullerton Health akan menggabungkan kapabilitas administrasi layanan kesehatan AdMedika dengan jaringan regional yang dimilikinya. Fullerton Health tercatat memiliki hampir 600 fasilitas kesehatan milik sendiri, jaringan lebih dari 32.000 penyedia layanan kesehatan, dan melayani lebih dari 8 juta anggota di tujuh negara Asia.

Grup layanan kesehatan regional Fullerton Health resmi menyelesaikan akuisisi PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya, TelkoMedika, dari PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), anak usaha PT Telkom Indonesia.

Chief Executive Officer AdMedika Group, Dian Prambini, menyatakan langkah ini merupakan keputusan strategis untuk pertumbuhan perusahaan ke depan. “Seiring dengan berkembangnya layanan kesehatan, kami percaya bahwa kepemilikan baru ini adalah langkah yang tepat bagi kami untuk memperkuat kemampuan dan mempersiapkan diri untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Dian di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Kendati telah bergabung ke dalam grup Fullerton Health, AdMedika dan TelkoMedika akan tetap beroperasi menggunakan merek serta struktur kepemimpinan yang ada saat ini. Perusahaan juga memastikan seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa dan akan memperoleh peluang pengembangan karier dalam jaringan Fullerton Health.

“Kemitraan ini bukan sekedar perubahan kepemilikan. Ini tentang menyatukan kekuatan AdMedika dan kekuatan Fullerton Health untuk menciptakan nilai yang besar bagi pelanggan, mitra, penyedia layanan kesehatan, dan komunitas yang kami layani,” kata Dian.

Strategi Optimalisasi Portofolio ala Danantara

President Director TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo mengatakan divestasi AdMedika telah berlangsung lama, tepatnya sejak 2024. “Divestasi ini sebenarnya mewakili strategi optimalisasi portofolio sebagaimana diamanatkan oleh pemegang saham kami, Telkom, dan juga pemegang saham utama, Danantara, untuk fokus pada bisnis inti Telkom Group dan juga memperkuat posisi Telkom di bidangnya, yakni konektivitas, digitalisasi, dan B2B IT,” tutur Pramasaleh.

Sebelumnya, Telkom Indonesia telah mengumumkan akan melakukan perapihan anak usaha menjadi strategi bisnis perusahaan dengan ditargetkan ada 10 perusahaan yang dilepas di akhir Juni 2026. Langkah ini merupakan bagian dari proses perampingan 67 anak usaha menjadi 15-22 anak usaha saja.

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia sudah meminta Telkom untuk merampingkan anak usaha. “Permintaan Danantara itu bukan akhir tahun, akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak usaha dan Insya Allah kita berkomitmen untuk bisa menutup 10 anak usaha,” kata Seno dalam paparan TLKM 30: Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Transformasi Strategis di Kantor Telkom, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Seno menjelaskan bahwa Telkom secara bisnis sudah melakukan pertimbangan dan analisa. Proses streamlining ini melihat mana anak usaha yang overlap alias bisnisnya serupa akan digabungkan. Anak usaha yang performanya negatif terus selama dua tahun terakhir akan ditutup.

Langkah Telkom melepas AdMedika menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menata portofolio bisnis sesuai arahan induk usaha. Fokus ke bisnis inti diharapkan dapat memperkuat posisi Telkom di sektor konektivitas, digitalisasi, dan B2B IT, sementara AdMedika mendapatkan kesempatan berkembang lebih luas di bawah naungan Fullerton Health.

Keputusan ini juga menjadi indikator bahwa era konsolidasi BUMN melalui Danantara mulai berjalan nyata, dengan Telkom sebagai salah satu pionir dalam merampingkan struktur anak perusahaan.

Bagi pelaku industri, langkah ini patut dicermati sebagai sinyal perubahan arah strategis BUMN telekomunikasi ke depan. Sementara itu, Meta juga dikabarkan melakukan langkah serupa dengan melepas lini bisnis tertentu untuk fokus pada produk utama.

Selain itu, tren divestasi dan fokus pada bisnis inti juga terlihat di sektor lain. Kabar tentang Tim Cook yang akan melepas jabatan CEO Apple juga menandakan perubahan besar di perusahaan teknologi global.

Penutupan 10 anak usaha pada akhir Juni 2026 mendatang akan menjadi tonggak penting bagi transformasi Telkom Group. Dengan fokus yang lebih tajam, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat.

Komentar

Belum ada komentar.