Senasib Facebook, Saham Twitter Susut Hampir 20 Persen

Telset.id, Jakarta – Mengikuti nasib Facebook yang sahamnya melorot, Twitter dilaporkan mencatat penyusutan saham hampir 20 persen pada kuartal II-2018. Seiring penurunan saham, Twitter juga mengalami penyusutan jumlah pengguna.

Menurut Time, Minggu (29/7/2018), Twitter mencatat penurunan hingga satu juta pengguna aktif bulanan pada kuartal II-2018. Jumlah keseluruhan pengguna aktif bulanan Twitter kini tercatat 335 juta dari sebelumnya 336 juta.

Beruntung, penyusutan jumlah pengguna Twitter sepanjang kuartal II-2018 hanya terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada kuartal sebelumnya, pengguna aktif bulanan Twitter di AS tercatat 69 juta. Sekarang, jumlahnya menjadi 68 juta.

Untuk kondisi saham, laporan menyebut bahwa pada kuartal II-2018 harga saham Twitter berkurang sebanyak 17 persen. Meski pengguna aktif bulanan turun, pengguna aktif harian Twitter justru meningkat 11 persen.

Bahkan, pendapatan Twitter juga naik 24 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 711 juta dengan pendapatan bersih USD 100 juta. Pendapatan sebanyak itu merupakan rekor terbesar per kuartal yang diraih oleh Twitter.

Analis meyakini, jumlah pengguna aktif bulanan Twitter turun karena kebijakan yang baru saja diterapkan. Seperti diketahui, Twitter sedang rajin menghapus akun-akun palsu yang menebar konten ekstremis dan menyesatkan.

Mei dan Juni 2018, Twitter menghapus lebih dari 70 juta akun bot yang digunakan untuk menyebarkan informasi palsu. Twitter melakukannya lantaran mengetahui bahwa platform kian dibanjiri oleh cuitan spam, pelanggaran privasi, dll.

Selama Oktober hingga Desember 2017, Twitter juga menangguhkan sekitar 58 juta akun. Akun tersebut ditangguhkan lantaran dianggap konten ekstremis dan juga bot di belakang upaya disinformasi Rusia selama kampanye presiden AS.

Senasib dengan Twitter, beberapa hari lalu dilaporkan bahwa harga saham Facebook juga anjlok sampai 20 persen pada sesi penutupan perdagangan Rabu (25/7/) waktu setempat. Facebook juga mencatatkan perlambatan pertumbuhan pengguna.

Perlambatan pertumbuhan pengguna Facebook mengindikasikan bahwa pendapatan perusahaan pada kuartal II-2018 akan turut melambat. Sebelum laporan penghasilan kuartal II-2018, harga saham Facebook sempat menyentuh rekor tertinggi dengan angka USD 217,5 per lembar. Namun, angka itu kemudian menyusut menjadi USD 172 per lembar.

Dengan kata lain, kapitalisasi pasar Facebook turun hingga USD 123 miliar. Dalam hitungan dua jam, Facebook kehilangan nilai lebih dari yang pernah terjadi di sebagian besar perusahaan rintisan, bahkan perusahaan publik.

Kapitalisasi pasar Facebook turun lantaran jumlah pengguna global hanya tumbuh 1,54 persen secara bulanan. Padahal,  pada kuartal sebelumnya, jumlah pengguna Facebook mampu tumbuh hingga 3,42 persen per bulan. [SN/HBS]

Sumber: Time

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here