Hadapi Serbuan ‘Pemain China’, Samsung Ubah Strategi

Telset.id, Jakarta – Samsung menguasai pasar smartphone dengan produk-produk premiumnya. Namun dengan semakin agresifnya vendor-vendor China yang bermunculan, Samsung nampaknya akan mengubah strateginya di pasar smartphone.

Sebuah strategi baru kemungkinan sudah disiapkan Samsung untuk mempertahankan hegemoninya di pasar smartphone. Hal ini diketahui setelah seorang eksekutif di perusahaan asal Korea Selatan itu membocorkan informasi yang ia dapatkan.

Ternyata strategi Samsung tersebut adalah menjaga pengiriman yang jumlahnya sekitar 400 juta smartphone per tahun dan fokus pada margin keuntungan, bukan lagi ekspansi pasar untuk sekarang ini.

“Kami telah mencari pertumbuhan dalam hal pengiriman selama bertahun-tahun. Saat ini Samsung sedang mempersiapkan era pasca-smartphone, dan itulah mengapa unit dari perangkat kami sangat membawa segi profitabilitas sebagai prioritas dari perusahaan saat ini,” ucap eksekutif perusahaan tersebut.

Apakah itu artinya Samsung masih mungkin terlibat dalam pemasaran smartphone premium? Singkatnya adalah Samsung akan menjaga saham perusahaan sesuai dengan pasar.

Samsung akan tetap melanjutkan promosi akan produknya, tapi perusahaan tidak mungkin memulai promosi secara cash-intensive, yang dimaksudkan untuk membersihkan persediaan dan meningkatkan pangsa pasar, seperti yang didapat dari sumber.

Karena menurut perhitungan yang Samsung lakukan, menunjukan bahwa dengan memotong anggaran untuk biaya pelatihan agar mendapatkan pangsa pasar, akan membuat naik keuntungan dari Samsung Mobile sebesar 15.8 – 17% di kuartal tahun ini dan selanjutnya.

Alasan Samsung menjalankan strategi ini karena ada dua alasan. Pertama adalah tekanan para pesaingnya yang berasal dari China yang menjual produknya di bawah harga rata-rata. Samsung berencana akan memangkas anggaran agar bisa menawarkan produk dengan harga terjangkau untuk bisa bersaing dengan kompetitor dari China.

Kedua adalah karena Samsung melihat ‘fitur mewah’ yang mereka bawa saat ini bisa didapat pada ponsel berharga USD 400 dibanding harga USD 700 yang mereka tawarkan. Namun Samsung tetap ‘pede’ menjadi yang terdepan dengan menghadirkan fitur-fitur baru. [FHP/HBS]

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -