Rudiantara: Satelit Baru akan Bikin Internet Makin Ngebut

Telset.id, JakartaMenkominfo Rudiantara menyatakan Indonesia akan menggunakan satelit telekomunikasi dengan teknologi baru untuk meningkatkan kecepatan akses atau koneksi internet.

Untuk itu, Kominfo dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sedang menyiapkan segala sesuatunya supaya satelit tersebut bisa diluncurkan paling lambat awal tahun depan.

Menurut Menkominfo, dengan satelit anyar ini, kecepatan internet yang sudah ada bisa bertambah hingga lima kali lipat. Dia juga menargetkan semua sekolah harus bisa mengakses internet dengan bantuan satelit tersebut pada 2022 untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Satelit terbaru diperkirakan selesai akhir tahun (2018) atau awal tahun (2019) dan segera diluncurkan juga dioperasikan,” ujar Menkominfo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Baca juga: Menkominfo: Pemerintah Sedang Bangun Sarana Komunikasi Besar-besaran

Rudiantara menjelaskan pemilihan sektor pendidikan sebagai pengungkit adalah hal penting untuk mengatasi bonus demografi penduduk usia muda.

Faktor demografi dinilai bisa menjadi salah satu kekuatan bangsa apabila dikelola dengan baik dengan bekal Pendidikan yang memadai.

“Adik-adik akan jadi usia produktif nanti sama dengan kekuatan ekonomi seluruh negara ASEAN kebayang tidak? Akan sebesar itu, tapi itu teoritis dan tidak bisa berjalan dengan sendirinya, harus didampingi dengan akses internet yang ada di sekolah salah satunya,” tukasnya.

Baca juga: Palapa Ring Buka Akses Internet Cepat di Indonesia Timur

Selain itu, pemanfaatan akses internet dengan kecepatan tinggi juga bisa menjadi salah satu amunisi untuk memperkuat sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang saat ini sedang bersekolah.

Dengan adanya akses internet merata dan cepat, Menkominfo berharap tidak akan ada perbedaan kualitas Pendidikan antara Kawasan Indonesia bagian Barat dan Timur. Seluruh pelajar dari beragai golongan dan tingkat ekonomi diharapkan memiliki kemampuan mengakses internet yang setara di sekolah mereka.

“Ke depannya tidak ada perbedaan, apa yang didapat oleh semua pelajar di Indonesia sehingga tidak hanya yang bisa mengakses saja yang bisa memiliki kemampuan,” kata dia.

Menkominfo juga menargetkan 20 ribu desa yang saat ini belum tersentuh infrastruktur jaringan telekomunikasi akan bisa terhubung dengan internet pada 2020.

“Jadi nanti kalau mau laporan tidak pakai kertas lagi datang ke kantor, tetapi pakai internet. Ini bukan hanya di Rote Ndao tapi di seluruh Indonesia nanti akan terhubung,” ungkapnya.

Selain melalui satelit high throughput yang kini sudah memiliki slot orbital, penyediaan koneksi antardesa juga dibantu oleh Palapa Ring. Proyek ini dibangun dengan jaringan kabel laut sepanjang 250 kilometer dan lebih dari 1000 kilometer kabel darat, termasuk microwave (gelombang mikro).

Disamping itu, Kominfo juga membangun lima menara BTS di Kawasan Indonesia Bagian Timur pada titik tertentu yang dianggap strategis tanpa menunggu Palapa Ring jadi.

Baca juga: Pemerintah Genjot Infrastuktur Telekomunikasi di Daerah

Pembangunan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah (APBD), sehingga tidak mengganggu kinerja pembangunan daerah setempat.

“Nama Palapa Ring sendiri sesuai janji Gajah Mada, pada Sumpah Palapa-nya. Dengan nama Palapa mengambil ruh semangat untuk mempersatukan Indonesia. Itu selesai tahun 2019 dan harus sudah beroperasi,” imbuhnya. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here