Operator Telko Harus jadi Microsoft Azure-nya Indonesia?

Red Hat Indonesia
Red Hat Indonesia mengatakan jika telko provider di Indonesia seharusnya bisa menyediakan digital playground bagi startup lokal (31/01/2017) (Faisal/telset.id)

Telset.id, Jakarta – Saat ini pertumbuhan salah satu elemen penting dalam pembangunan ekonomi digital di Indonesia adalah kehadiran startup. Meski begitu, ternyata banyak startup di Tanah Air yang memerlukan berbagai fasilitas misalnya saja tempat untuk menuangkan idenya seperti digital playground atau yang terpenting adalah data center yang pastinya aman dan nyaman bagi para pelaku startup ini.

Ironisnya, untuk dua elemen penting bagi startup ini kebanyakan disediakan oleh para pemain luar seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, Google dan lainnya. Hal ini pun dilihat oleh Red Hat Indonesia yang menyatakan para operator telko di Indonesia seharusnya menyediakan digital playground bagi para startup Tanah Air sehingga mereka mau beralih dari layanan data center luar ke lokal.

Startup sekarang ini lebih suka layanan seperti AWS, Microsoft Azure dan Google ketimbang layanan milik telko provider,” ujar Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia, di Jakarta, Selasa (31/01/2017).

[Baca Juga: Semua Operator Telko Indonesia Adopsi Open-source]

Lanjut menurutnya, seharusnya para operator telko ini harus bisa menjadi Microsoft Azure-nya Indonesia dengan menyediakan wadah bagi startup lokal untuk menuangkan idenya menjadi aplikasi dan kemudian akhirnya bisa menghasilkan revenue bagi mereka.

Digital playground itu ibaratnya adalah taman bermain para startup untuk bisa menuangkan idenya menjadi aplikasi. Kami di sini mendorong telko provider untuk bisa membangun digital playground dengan teknologi open-source,” jelas Rully.

Menurut Rully juga sebenarnya sudah ada operator atau klien yang bekerja sama dengan Red Hat untuk meluncurkan digital playground bagi para startup Indonesia dalam merintis eksistensi mereka dengan ide-idenya. Sayangnya, ketika disinggung siapa klien tersebut, Rully enggan memberitahukannya.

“Sudah ada beberapa yang bekerja sama dengnan Red Hat untuk meluncurkan digital playground bagi startup lokal. Tapi masih dirahasiakan,” katanya. (FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here