📑 Daftar Isi

Qualcomm Snapdragon Sound Elite Gen 2, chip AI untuk perangkat audio wearables

Qualcomm Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi, AI di Earbuds Makin Canggih

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Qualcomm luncurkan Snapdragon Sound Elite Gen 2 untuk perangkat audio dengan fitur AI
  • Kemampuan AI dua kali lebih besar dibanding Snapdragon S7 Gen 1 Sound Platform
  • Ditujukan untuk earbuds, headphone, audio glasses, dan earbuds berkamera
  • Mendukung fitur terjemahan real-time dan penguatan suara bagi pengguna gangguan pendengaran
  • Dilengkapi aptX Lossless, XPAN, dan Wi-Fi 6E tanpa mengorbankan baterai dan kualitas suara

Telset.id – Qualcomm resmi meluncurkan chip Snapdragon Sound Elite Gen 2 untuk perangkat audio generasi berikutnya yang mengandalkan fitur AI. Chip ini diposisikan sebagai fondasi bagi earbuds, headphone, audio glasses, hingga earbuds berkamera agar mampu menjalankan kecerdasan buatan langsung di perangkat, bukan lagi bergantung pada pemrosesan di cloud.

Langkah Qualcomm ini menandai pergeseran penting pada kategori wearable audio. Selama ini, perangkat audio pintar identik dengan konektivitas dan kualitas suara. Kini, Qualcomm ingin menjadikan AI sebagai kemampuan inti yang melekat pada perangkat yang dipakai di telinga pengguna setiap hari.

Menurut Qualcomm, Snapdragon Sound Elite Gen 2 memiliki kemampuan AI dua kali lebih besar dibanding pendahulunya, Snapdragon S7 Gen 1 Sound Platform. Peningkatan kapasitas AI inilah yang menjadi dasar klaim Qualcomm bahwa perangkat audio mendatang bisa menawarkan pengalaman interaksi yang lebih natural.

Qualcomm Snapdragon Sound Elite Gen 2

AI Jadi Kemampuan Inti Perangkat Audio

Ziad Asghar, Qualcomm Senior Vice President and General Manager for XR, Wearables and Personal AI, menjelaskan alasan di balik arah pengembangan chip ini. Menurutnya, AI kini bergerak menjadi kemampuan inti, sehingga pengguna akan semakin mengharapkan cara berinteraksi yang lebih natural dengan teknologi tersebut.

“As AI becomes a core capability, users will increasingly expect more natural ways to interact with it,” ujar Asghar. Ia menambahkan bahwa interaksi dengan AI tidak selalu terjadi melalui layar, melainkan melalui percakapan alami, di mana pengguna cukup berbicara kepada asisten AI dan menerima bantuan secara real time.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Qualcomm melihat perangkat audio sebagai pintu masuk utama bagi interaksi AI berbasis suara. Alih-alih membuka aplikasi atau menatap layar, pengguna cukup berbicara melalui earbuds atau headphone yang mereka kenakan.

Asghar juga menyebut bahwa chip baru ini akan memberi perangkat kemampuan untuk menawarkan fitur seperti terjemahan real-time langsung di perangkat dan kemampuan memperkuat suara serta percakapan bagi pengguna yang mengalami gangguan pendengaran. Dua fitur tersebut menjadi contoh konkret bagaimana AI di perangkat audio bisa memberikan manfaat langsung bagi pengguna.

Kemampuan ini sejalan dengan tren perangkat audio yang mulai mengintegrasikan sensor dan pemrosesan lebih canggih. Beberapa waktu terakhir, Qualcomm memang cukup vokal soal pentingnya privasi pada perangkat wearable berbasis kamera dan sensor, seperti terlihat dalam pembahasan soal privasi smart glasses yang sempat mencuat.

Dukungan AI dua kali lebih besar dibanding Snapdragon S7 Gen 1 Sound Platform menjadi pembeda utama. Platform sebelumnya sudah menjadi basis bagi banyak perangkat audio premium, sehingga peningkatan kapasitas AI ini menjadi sinyal bahwa Qualcomm ingin mempercepat adopsi fitur cerdas di kategori yang sama.

aptX Lossless hingga Wi-Fi 6E di Satu Chip

Selain kemampuan AI, Snapdragon Sound Elite Gen 2 membawa dukungan untuk teknologi aptX Lossless milik Qualcomm yang diklaim menghadirkan kualitas audio imersif. Teknologi ini menyasar pengguna yang menginginkan kualitas suara setara audio lossless tanpa harus mengorbankan aspek lain dari perangkat.

Chip ini juga mendukung teknologi audio nirkabel XPAN milik Qualcomm yang menggabungkan Wi-Fi dan Bluetooth untuk memperluas jangkauan perangkat. Kombinasi dua konektivitas ini memungkinkan perangkat audio tetap terhubung dalam rentang yang lebih luas dibanding mengandalkan Bluetooth saja.

Dari sisi konektivitas, Snapdragon Sound Elite Gen 2 dilengkapi Wi-Fi 6E yang menghadirkan kecepatan lebih tinggi. Qualcomm menyebut kecepatan tersebut memungkinkan AI selalu tersedia tanpa memengaruhi daya tahan baterai dan kualitas suara perangkat.

Klaim soal baterai dan kualitas suara menjadi poin penting. Pasalnya, fitur AI yang berjalan terus-menerus berpotensi membebani daya dan mengganggu performa audio. Qualcomm tampaknya ingin memastikan bahwa kehadiran AI tidak menjadi kompromi bagi dua aspek yang paling mendasar pada perangkat audio.

Dengan kombinasi AI dua kali lebih besar, aptX Lossless, XPAN, dan Wi-Fi 6E, Snapdragon Sound Elite Gen 2 menyasar segmen perangkat audio yang lebih luas. Qualcomm menyebut chip ini ditujukan untuk earbuds, headphone, audio glasses, dan earbuds berkamera seperti AirPods yang dilaporkan tengah dikembangkan Apple.

Penyebutan audio glasses dan earbuds berkamera menunjukkan bahwa Qualcomm memetakan kategori perangkat audio baru yang tidak lagi sekadar alat mendengarkan musik. Perangkat-perangkat ini diproyeksikan menjadi perangkat multifungsi yang menggabungkan audio, sensor, dan AI dalam satu bodi.

Bagi Qualcomm, langkah ini memperkuat posisinya di lini perangkat personal AI. Perusahaan juga tengah menyiapkan lini chip mobile terbarunya, dengan informasi soal dua versi Snapdragon yang sempat beredar menunjukkan bahwa Qualcomm aktif memperluas portofolio chip AI-nya di berbagai kategori perangkat.

Kehadiran Snapdragon Sound Elite Gen 2 juga menegaskan bahwa perangkat audio kini masuk dalam peta pengembangan AI Qualcomm, sejajar dengan smartphone dan perangkat XR. Pergeseran ini berpotensi mengubah cara produsen merancang earbuds dan headphone generasi berikutnya.

Yang jelas, Qualcomm ingin memastikan bahwa AI tidak lagi hanya hadir di layar smartphone atau perangkat komputasi, tetapi juga di perangkat yang menempel langsung di telinga pengguna. Snapdragon Sound Elite Gen 2 menjadi kendaraan utama untuk mewujudkan visi tersebut.

Untuk pasar Indonesia, kehadiran chip ini bergantung pada produsen perangkat yang mengadopsinya. Namun arah yang ditunjukkan Qualcomm cukup jelas: perangkat audio berikutnya akan dinilai bukan hanya dari kualitas suara dan konektivitas, tetapi juga dari seberapa pintar perangkat tersebut menjalankan AI di perangkat.

Dengan kemampuan AI dua kali lebih besar, dukungan aptX Lossless, XPAN, dan Wi-Fi 6E, Snapdragon Sound Elite Gen 2 menjadi pijakan Qualcomm untuk mendorong adopsi AI di kategori audio wearables. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada seberapa cepat produsen menghadirkan perangkat yang memanfaatkan chip ini secara maksimal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.