Pengadilan Niaga AS Tolak Blokir Import iPhone

Telset.id, Jakarta –  Pengadilan niaga Amerika Serikat menolak permintaan Qualcomm untuk menutup impor iPhone yang memakai chipset Intel. Hakim International Trade Commission (ITC) menyatakan bahwa Apple melanggar satu paten dari Qualcomm terkait teknologi manajemen daya.

Meski demikian, ITC menolak permintaan Qualcomm untuk melarang sejumlah seri iPhone di jual di wilayah Amerika Serikat.

Thomas Pender, seorang hakim administratif di ITC, menyatakan bahwa pertimbangan penolakan larangan tersebut adalah kepentingan publik. Keputusan itu pun akan ditinjau ulang oleh hakim lain.

Qualcomm memiliki kasus mengenai hak paten lain terhadap Apple yang diajukan ke ITC. Apple, dalam keterangan tertulis, menyatakan bahwa Qualcomm secara tidak adil meminta royalti untuk teknologi yang tidak berkaitan.

Baca juga: Qualcomm Larang Apple Jualan iPhone di China

“Kami senang ITC menghentikan usaha Qualcomm untuk merusak kompetisi dan membahayakan penemu serta konsumen AS,” kata Apple.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, pengacara umum Qualcomm Don Rosenberg menyatakan perusahaan senang bahwa hakim menemukan pelanggaran paten. Namun, ia menilai tidak masuk akal meneruskan pelanggaran dengan menolak larangan impor.

“Hal itu bertentangan dengan mandat ITC untuk melindungi inovator AS dengan memblokir produk yang melanggar aturan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan Apple untuk berhenti melanggar teknologi kami tanpa berdampak pada kepentingan publik,” kata Rosenberg.

Perseteruan Apple dengan Qualcommm berlangsung sejak tahun lalu. Qualcomm menuduh iPhone yang memakai chipset buatan Intel melanggar enam paten yang membantu performa ponsel tanpa menggerus baterai.

Baca juga: Pecah Kongsi, Apple akan Tinggalkan Qualcomm?

Qualcomm tidak menuduh chipset buatan Intel melanggar paten, tetapi mengklaim cara Apple memasang chipset di iPhone yang bermasalah. Qualcomm akhirnya mengurangi jumlah paten yang diduga dilanggar dari enam menjadi tiga. [BA/HBS]

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here