📑 Daftar Isi

Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik Versi Survei IPO

Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik Versi Survei IPO

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid masuk dalam jajaran 10 besar menteri dengan kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih versi survei terbaru lembaga riset Indonesia Political Opinion (IPO). Hasil survei bertajuk “Refleksi dan Evaluasi Publik; Dua Tahun Kabinet Merah Putih” itu juga mencatat Meutya Hafid sebagai menteri perempuan dengan persepsi kinerja tertinggi di mata publik.

Survei tersebut dirilis secara daring di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026. Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah memaparkan bahwa penilaian itu diperoleh saat responden diminta menilai nama-nama menteri yang dianggap bekerja paling baik dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Meutya Hafid menjadi menteri perempuan yang paling tinggi penilaian publik terkait dengan bekerja paling baik, disusul posisi kedua dari menteri perempuan yaitu Widiyanti Putri Wardhana,” kata Dedi saat pemaparan rilis survei secara daring pada Sabtu (24/10).

Dedi menjelaskan bahwa dalam survei opini publik, penilaian terhadap kinerja para pejabat kabinet sangat dipengaruhi oleh tingkat keterkenalan serta persepsi masyarakat yang terbangun dari intensitas aktivitas dan publikasi yang dilakukan oleh masing-masing kementerian.

Posisi Meutya Hafid dalam Data Survei IPO

Berdasarkan data survei IPO, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas sebagai menteri yang dinilai bekerja paling baik dengan perolehan 33 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 25,2 persen, disusul Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebesar 24,5 persen.

Selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperoleh 21,8 persen, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebesar 20,5 persen, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Sugiono sebesar 16,1 persen. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meraih 13,8 persen, diikuti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan 12 persen dan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 10,3 persen.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menempati urutan ke-10 dengan perolehan 5,9 persen. Posisi ini menempatkan Menkomdigi sebagai satu-satunya pejabat dari klaster bidang komunikasi dan digital yang masuk dalam daftar 10 besar menteri berkinerja terbaik versi survei IPO.

Selain masuk dalam 10 besar kinerja terbaik kabinet secara umum, di klaster pejabat bidang Politik dan Keamanan, Meutya Hafid juga menempati posisi kedua tertinggi dalam tingkat kepuasan publik dengan raihan 4,9 persen. Ia berada tepat di bawah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang memperoleh 13,5 persen.

Catatan atas kinerja Menkomdigi ini muncul di tengah sejumlah langkah yang diambil Kementerian Komunikasi dan Digital. Sebelumnya, Meutya Hafid meminta jajaran pejabat Komdigi untuk transformasi cara kerja sesuai prinsip T3. Kebijakan internal itu juga diikuti dengan kewajiban bagi pegawai Komdigi untuk membersihkan meja sendiri.

Metodologi Survei dan Klaster Politik-Keamanan

Survei nasional IPO ini diselenggarakan pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan batas toleransi kesalahan sebesar 2,9 persen.

Dalam klaster pejabat bidang Politik dan Keamanan, capaian Meutya Hafid sebesar 4,9 persen menempatkannya sebagai pejabat dengan tingkat kepuasan publik tertinggi kedua di klaster tersebut. Posisi teratas di klaster ini diisi Tito Karnavian dengan 13,5 persen.

Hasil survei IPO ini menjadi salah satu rujukan awal dalam menilai persepsi publik terhadap dua tahun Kabinet Merah Putih. Bagi Kementerian Komunikasi dan Digital, posisi Meutya Hafid di urutan ke-10 daftar menteri berkinerja terbaik dan posisi kedua di klaster Politik dan Keamanan menjadi indikator keterkenalan sekaligus persepsi publik atas aktivitas dan publikasi kementerian yang dipimpinnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital juga sempat menanggapi isu penurunan konten di media sosial. Komdigi membantah meminta platform untuk turunkan konten karhutla di media sosial. Isu lain yang sempat mencuat adalah sikap Menkomdigi yang enggan bicara soal kasus korupsi PDNS.

Dengan hasil survei ini, Meutya Hafid tercatat sebagai menteri perempuan dengan persepsi kinerja tertinggi di mata publik, sekaligus satu-satunya perwakilan bidang komunikasi dan digital dalam 10 besar menteri berkinerja terbaik versi IPO. Penilaian publik tersebut, menurut IPO, tidak lepas dari tingkat keterkenalan serta intensitas aktivitas dan publikasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.