Live.On Provider Digital dari XL Axiata, Apa Kelebihannya?

Telset.id, Jakarta – Layanan seluler digital sedang menjadi tren baru. Sejumlah operator sudah mulai bermain di segmen ini. Salah satu provider digital berbasis prabayar yang akan meramaikan persaingan adalah Live.On.

Selama ini pengguna layanan seluler sering mengeluhkan bahwa kuota yang mereka terima tidak dapat dinikmati maksimal karena ada batasan yang diberikan operator.

Batasan yang diberikan operator itu membuat pengguna harus menerima kuota yang mereka dapat tidak dapat dinikmati sesuka hati. Mereka hanya bisa menikmati kuota  pada dini hari atau untuk aplikasi dan jaringan tertentu saja.

Selain itu, banyak pengguna yang masih tidak menyadari bahwa layanan paket bebas kuota atau unlimited sejatinya bukan berarti kuota tanpa batas dengan kecepatan yang sama.

Para operator selama ini memberlakukan aturan batas wajar penggunaan atau FUP. Alhasil, kecepatan paket unlimited akan tergerus hingga lebih dari 50 persen, seiring pemakaian kuota mencapai batas wajar penggunaan.

Masalah-masalah yang dihadapi para pengguna itulah yang mendasari lahirnya Live.On. Provider digital ini masih di bawah payung operator XL Axiata. Artinya, Live.On masih menggunakan jaringan XL, tapi menawarkan layanan yang berbeda dengan XL.

Memahami desakan kebutuhan pengguna untuk menikmati layanan data ini membuka peluang bagi produsen di industri telekomunikasi untuk menghadirkan layanan seluler digital berbasis aplikasi bernama Live.On.

Apa kelebihannya Live.On? Mengutip dari laman website resminya, Live.On dikatakan memberikan kuasa penuh atas paket data besar dan pengalaman digital yang sepenuhnya baru bagi pengguna.

Untuk menarik minat konsumen, Live.On bahkan tak segan memberikan paket data secara gratis selama satu tahun penuh. Provider digital ini menawarkan 4 keunggulan layanan yang diklaim lebih baik dibandingkan operator lain.

Pertama, pengguna akan mendapatkan kuota internet yang besar dan tanpa batasan waktu. Kedua, Live.On menawarkan kuota darurat yang dapat digunakan ketika pengguna kehabisan paket utama.

{Baca juga: Dengar “Curhatan” Anak Muda, Telkomsel Rilis Layanan by.U}

Ketiga, Live.On memberikan kesempatan pengguna untuk mengatur sendiri paket internet sesuai kebutuhan. Dan terakhir, pengguna akan mendapatkan layanan internet yang berkualitas.

Walaupun belum dirilis secara resmi, layanan ini sudah menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini akun Instagram Live.On telah memiliki 3,9 ribu pengikut.

Pesaing By.U dan Switch 

Live.On diprediksi akan menambah daftar layanan seluler berbasis digital yang beroperasi di Indonesia. Live.On akan bersaing dengan provider seluler digital yang sudah lebih dulu hadir, yakni By.U dari Telkomsel dan Switch dari Smartfren.

Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Dalam laman situs resminya, By.U mengklaim mampu memberikan kebebasan kepada pengguna yang butuh layanan prabayar digital yang fleksibel.

Keunggulan By.U lainnya adalah menyediakan paket khusus Instagram, YouTube, Spotify, dan layanan lain yang kuotanya terpisah dari kuota utama.

{Baca juga: Didukung Smartfren, Provider Digital ‘Switch’ Hadir di Indonesia}

Sementara Switch, menawarkan kebebasan kepada pengguna untuk memilih kombinasi 6 nomor terakhir dan dapat membuat avatar sendiri di akun Switch.

Selain itu, sama seperti Live.On, Switch juga memiliki kuota darurat serta kuota utama yang memiliki masa aktif hingga 120 hari.

Semua keunggulan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak muda khususnya generasi Z dalam mengakses layanan data.

Provider Digital Jadi Trend Baru

Kehadiran layanan Live.On, By.U dan Switch, membuktikan jika perlahan operator seluler mulai mengarahkan layanan seluler konvensional menjadi layanan seluler digital.

Menurut Executive Director ICT Institute, Heru Sutadi, hal ini memang seharusnya dilakukan operator karena diprediksi layanan seluler konvensional akan berkurang dan pengguna mulai beralih menggunakan layanan seluler digital.

“Layanan seluler konvensional makin lama akan makin tergerus atau berkurang,” kata Heru kepada tim Telset.id.

Lebih lanjut, Heru mengatakan bahwa layanan seluler digital akan menjadi trend baru di masyarakat. Alasannya, masyarakat sudah akrab dengan berbagai layanan digital dan perkembangan smartphone yang semakin canggih.

“Hal itu karena ponsel saat ini sudah menjadi alat yang bisa digunakan untuk beragam keperluan dan kebutuhan. Sehingga banyak layanan digital diberikan dan diakses lewat ponsel,” tutur Heru.

Heru menilai, kehadiran generasi Z juga berperan penting terhadap kehadiran layanan seluler digital. Alasannya, mereka merupakan generasi yang akrab dengan teknologi dan bergantung pada jaringan internet.

{Baca juga: Hey Gen Z! Begini Cara Aktivasi by.U dari Telkomsel}

“Apalagi generasi z, generasi yang secara native tumbuh di alam digital,” sebut Heru.

Dia menyarankan supaya operator harus melakukan survei supaya layanan digitalnya benar-benar bisa memenuhi kebutuhan generasi Z. Tujuannya, agar layanan seluler digital benar-benar cocok dengan kebutuhan anak muda.

“Agar menarik, perlu dilakukan survei apa yang menjadi kebutuhan mereka dan apa yang bisa diberikan pada mereka,” tutup Heru. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here