Jangan Coba-coba Kirim ‘Email Kantor’ di Perancis Saat Libur

Telset.id, Jakarta – Banyak orang yang merasa terbebani karena sering menerima email yang berhubungan dengan pekerjaan setelah jam pulang kantor, atau bahkan saat libur. Perancis memiliki solusi menarik untuk mengatasinya, yakni membuat undang-undang yang menyatakan mengirim email pekerjaan setelah jam kerja adalah ilegal.

Anda pasti sering menerima email dari kantor atau email yang berhubungan dengan pekerjaan bukan? Yang menjengkelkan, email-email itu bahkan dikirim tidak mengenal waktu. Misalnya saat makan malam atau ketika sedang libur akhir pekan.

Jengkel? Hampir dapat dipastikan semua orang pasti akan jengkel dan terganggu mendapat kiriman email pekerjaan saat mereka sedang ingin menikmati hari libur bersama keluarga.

Bagi sebagian orang memang bisa mengabaikan email-email yang masuk. Tapi repotnya, ada juga orang yang dengan terpaksa tidak bisa mengabaikan email pekerjaan yang mereka terima di luar jam kerja atau libur, karena diwajibkan oleh kantornya.

Nah, jika Anda merasa benar-benar tertekan dan ingin terbebas dari masalah seperti itu, mungkin tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan untuk pindah kerja ke Perancis. Ya, pemerinah Perancis telah membuat undang-undang baru yang mengatur pengiriman email di luar jam kerja sebagai tindakan ilegal.

Undang-undang baru di Perancis ini menyatakan bahwa mengirim email pada pegawai setelah jam kerja adalah ilegal. Usulan ini sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2014 lalu, namun akhirnya baru diputuskan pada tahun ini.

Tapi perlu diketahui, undang-undang ini hanya berlaku untuk karyawan yang bekerja di perusahaan dengan jumlah karyawan 50 orang atau lebih. Itu artinya, jika Anda bekerja di sebuah kafe yang hanya memiliki 10 karyawan, maka Anda tidak bisa menggunakan undang-undang ini untuk menuntut perusahaan yang telah mengirim email di luar jam kerja.

Berbicara kepada BBC awal bulan ini, Benoit Hamon dari Majelis Nasional Perancis mengatakan, bahwa semua studi menunjukkan saat ini lebih banyak stress yang berhubungan dengan pekerjaan daripada sebelumnya.

“Karyawan secara fisik meninggalkan kantor, tetapi mereka sebenarnya tidak meninggalkan pekerjaan. Mereka tetap terikat oleh semacam “tali elektronik” seperti anjing. Teks-teks pesan email telah menjajah kehidupan mereka, yang akhirnya merusak privasinya,” terang Hamon.[HBS]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here