HTC Vive Lambungkan Saham HTC

Telset.id, Jakarta – Headset VR HTC Vive mendatangkan berkah ganda bagi HTC. Selain perangkat virtual reality itu laris manis di pasaran, HTC Vive juga melambungkan nilai saham HTC di lantai bursa.

Saham HTC dilaporkan melonjak tajam pada Jumat pagi, setelah perusahaan asal Taiwan itu melaporkan suksesnya penjualan headset virtual reality dan perangkat wearable baru.

Nilai saham HTC melonjak 21% dalam beberapa hari saja, dari Jumat hingga Senin. Pada perdagangan saham di hari Jumat (4/3), nilai saham HTC naik 9,75 persen. Sementara di hari Senin (7/3), saham HTC kembali melonjak 10% hanya dalam hitungan jam saja.

Hal itu akhirnya memaksa bursa saham Taiwan menutup perdagangan saham lebih awal, sesuai dengan regulasi yang ada. Saat ini, harga saham HTC adalah 99 Dollar Taiwan, atau sekitar Rp 40 ribuan, yang merupakan harga tertinggi sejak Juni 2015.

Lonjakan ini terjadi setelah para investor mendapatkan laporan penjualan global HTC Vive sukses saat pre-order. HTC mulai membuka pre-order pada 29 Februari, dan kabarnya berhasil menjual 15.000 unit HTC Vive hanya dalam waktu 10 menit.

[Baca juga: Hanya 10 Menit, 15 Ribu HTC Vive Ludes Terjual]

Selain kesuksesan HTC Vive, saham HTC juga terdongkrak didorong oleh laporan respon pasar yang positif pada “UA HealthBox”, yakni perangkat untuk pendeteksi kesehatan yang dikembangkan bersama dengan Under Armour. Perangkat ini terdiri dari tiga paket, yakni fitness band, monitor detak jantung, dan penimbang badan pintar.

HTC Vive sendiri merupakan produk terbaru HTC yang dikembangkan bersama produsen video game US Valve. Headset VR ini pertama kali diumumkan pada awal bulan ini di ajang Mobile World Congress (MWC).

Headset ini dilengkapi dengan controller khusus yang memungkinkan pengguna untuk mendeteksi benda-benda yang ada di setiap sudut dan gerakan tangan fisik Anda, serta menyelaraskannya dengan dunia virtual.

Dengan dirilisnya Vive, maka kini HTC mendapatkan sumber pendapatan alternatif, di tengah semakin meningkatnya persaingan di pasar smartphone global. HTC Vive dijual seharga USD 799 atau sekitar Rp 10,6 juta, lebih rendah dari perkiraan pasar sebelumnya, yakni USD 1.500.

CEO HTC, Cher Wang mengatakan update software pertama untuk HTC Vive akan digulirkan di ajang Game Developers Conference (GDC), yang akan diselenggarakan 14-18 Maret di San Francisco, AS.

Dalam pre-order, HTC Vive dijual dalam bundle dengan sejumlah perlengkapan, yaitu headset, dua controller nirkabel, dua base station, link box (untuk terhubung dengan PC), dan sepasang earbud. Pembeli juga akan mendapat dua game gratis, yakni Job Simulator dan Fantastic Contraption.[HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here