πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi bendera Uni Eropa melambangkan kebijakan menghapus Huawei dari jaringan telekomunikasi

Biaya Hapus Huawei di Eropa Bisa Capai Rp 700 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GSMA memperkirakan biaya penghapusan Huawei dan ZTE di Eropa mencapai €30-40 miliar (Rp 700 triliun)
  • Angka ini empat kali lipat lebih besar dari estimasi Komisi Eropa yang hanya €10-13 miliar
  • Biaya tambahan €8,5 miliar diproyeksikan akibat berkurangnya persaingan di pasar peralatan telekomunikasi
  • Ekonom mempertanyakan akurasi data GSMA, menyebut estimasi bersifat kotor bukan inkremental
  • Negosiasi Undang-Undang Keamanan Siber masih berlangsung di tengah perbedaan pendapat antar negara anggota UE

Telset.id – Rencana Uni Eropa untuk menghapus pemasok peralatan telekomunikasi berisiko tinggi, seperti Huawei dan ZTE, dari jaringan mereka bisa memakan biaya hingga empat kali lipat lebih besar dari perkiraan awal Komisi Eropa. Badan industri GSMA memperkirakan biaya penggantian langsung mencapai €30 hingga €40 miliar, atau setara sekitar Rp 700 triliun.

Angka tersebut jauh melampaui estimasi Komisi Eropa yang hanya memperkirakan total biaya sekitar €10 hingga €13 miliar. Menurut proyeksi Komisi, transisi dari peralatan China akan menghabiskan biaya antara €3,4 miliar hingga €4,3 miliar per tahun selama tiga tahun. Namun, perhitungan GSMA menunjukkan angka yang sangat berbeda.

EU flags

Dorongan untuk menghapus Huawei dan ZTE dari jaringan Eropa bermula dari kekhawatiran keamanan yang muncul pada awal 2010-an. Beberapa pemerintah negara anggota UE mulai membatasi vendor China setelah Amerika Serikat mendesak sekutunya untuk mengecualikan mereka dari infrastruktur 5G generasi berikutnya. Perdebatan semakin intensif ketika beberapa negara anggota melarang peralatan China dari jaringan inti 5G nasional mereka.

Komisi Eropa kemudian mengusulkan larangan formal terhadap pemasok berisiko tinggi sebagai bagian dari Undang-Undang Keamanan Siber (Cybersecurity Act) baru yang saat ini sedang dalam negosiasi aktif.

Rincian biaya dari GSMA menunjukkan angka €30 hingga €40 miliar adalah total satu kali (one-time total). Rinciannya meliputi jaringan tetap (fixed networks) sebesar €5 miliar dan jaringan transportasi (transport networks) sebesar €9 hingga €12 miliar. GSMA juga memproyeksikan biaya tambahan sebesar €8,5 miliar antara tahun 2027 hingga 2030 akibat berkurangnya persaingan di antara produsen peralatan. Biaya ini tidak muncul dalam angka perhitungan Komisi Eropa.

GSMA mengaitkan biaya tambahan tersebut dengan lebih sedikitnya perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan kontrak setelah vendor berisiko tinggi dikeluarkan sepenuhnya dari pasar. Operator telekomunikasi di seluruh blok Eropa telah mulai mendesak regulator untuk memberikan kompensasi finansial terkait penggantian peralatan yang diwajibkan ini.

Perdebatan Akurasi Data Biaya

Beberapa ekonom mempertanyakan angka dari GSMA. Mereka berpendapat bahwa estimasi tersebut gagal memisahkan biaya baru dari pengeluaran yang akan tetap terjadi bagaimanapun kondisinya.

β€œEstimasi GSMA bersifat kotor (gross), bukan inkremental,” kata Hosuk Lee-Makiyama, direktur lembaga think tank ECIPE. Ia berargumen bahwa jika biaya penggantian yang akan terjadi bagaimanapun dikurangkan, maka totalnya akan mendekati angka perkiraan Komisi Eropa. Kritik Lee-Makiyama menunjukkan bahwa kesenjangan sebenarnya antara estimasi industri dan Komisi mungkin lebih rendah.

European Union

Komisi Eropa belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai perdebatan ini. Laporan GSMA muncul di tengah negosiasi Undang-Undang Keamanan Siber yang masih berlangsung di antara negara-negara anggota UE dan perwakilan industri telekomunikasi. Skema kompensasi apa pun kemungkinan akan membutuhkan kesepakatan di antara pemerintah nasional yang sudah terpecah belah mengenai seberapa cepat menghapus vendor China.

Ini bukan pertama kalinya angka GSMA bertolak belakang tajam dengan estimasi Komisi Eropa atau analis individu. Pada tahun 2019, GSMA memproyeksikan bahwa mengganti peralatan telekomunikasi buatan China di seluruh Eropa bisa memakan biaya hingga €55 miliar. Sebaliknya, Strand Consult memperkirakan biaya penggantian peralatan Huawei atau ZTE yang memenuhi syarat untuk upgrade 5G sekitar $3,5 miliar.

Belum diketahui secara pasti apakah biaya akhir akan mendekati estimasi moderat Brussels atau angka GSMA yang jauh lebih besar. Yang jelas, keputusan ini akan berdampak besar pada industri telekomunikasi Eropa dan hubungannya dengan vendor China.

European Commission President Ursula von der Leyen speaking at a press conference

Pasar Eropa saat ini masih terbelah dalam menyikapi tekanan untuk menghapus Huawei. Beberapa negara anggota sudah bergerak cepat, sementara yang lain masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Huawei Bangun Pabrik DRAM menunjukkan bahwa perusahaan China ini tidak tinggal diam. Mereka terus berekspansi di sektor lain, termasuk semikonduktor.

Di sisi lain, Interior Freelander 8 yang menggunakan teknologi Huawei juga menunjukkan ekspansi perusahaan ke sektor otomotif. Sementara itu, Huawei MatePad Air 2026 menjadi bukti bahwa inovasi produk konsumen mereka terus berlanjut.

Biaya besar yang harus ditanggung Eropa ini menjadi dilema serius. Di satu sisi, ada tekanan keamanan untuk mengurangi ketergantungan pada vendor China. Di sisi lain, biaya penggantian yang sangat tinggi dan potensi berkurangnya persaingan bisa merugikan konsumen dan operator telekomunikasi dalam jangka panjang.

Para operator telekomunikasi Eropa kini berada dalam posisi sulit. Mereka harus mematuhi regulasi yang mungkin akan segera diberlakukan, namun juga harus mencari cara untuk menekan biaya agar tidak membebani konsumen. Beberapa operator sudah mulai melakukan lobi intensif kepada regulator untuk mendapatkan kompensasi atau setidaknya tenggat waktu yang lebih panjang.

Keputusan final mengenai larangan ini masih dalam proses negosiasi. Namun, perbedaan angka estimasi yang sangat besar antara GSMA dan Komisi Eropa menunjukkan bahwa dampak finansial dari kebijakan ini masih belum sepenuhnya dipahami. Yang jelas, keputusan ini akan menjadi salah satu kebijakan telekomunikasi paling berpengaruh di Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan potensi biaya mencapai Rp 700 triliun, keputusan UE untuk menghapus Huawei dan ZTE bukan hanya soal keamanan siber, tetapi juga soal strategi ekonomi jangka panjang yang akan menentukan peta persaingan industri telekomunikasi global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.