Telset.id, Jakarta āĀ Ā Serbuan konten berita palsu alias hoax sudah semakin masif dan cukup mengkhawatirkan. Untuk mengatasinya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana akan menciptakan konten cek fakta untuk memberantas konten hoax di internet.
Menurut Menkominfo Rudiantara, bahwa akan ada konfirmasi dari pihak Kominfo terkait keabsahan beberapa informasi yang beredar di internet.
āNanti akan diumumkan secara berkala bahwa yang ini (berita) hoax atau asli, nanti ada contohnya,ā ujar RudiantaraĀ di acara Peluncuran 41 Buku Literasi Digital di Kantor Kominfo,Rabu (26/9/2018).
Meski nantinya Kominfo akan bekerja sendiri, namun Rudiantara yakin jika Kominfo mampu memilah informasi yang ada di internet. Alasannya,Ā Kominfo telah memiliki mesin Artificial Intelligence System (AIS), yang sebelumnya telah dipakai untuk menghapus konten radikalisme.
Baca juga: Kominfo Resmi Blokir Situs SkandalSandiaga
āKominfo memiliki kemampuan untuk itu karena ada mesin AIS. Jadi secara berkala (publikasi konten cek fakta) mungkin akan diberikan seminggu sekali dulu. Tapi nanti semakin sering frekuensinya,ā ucapnya.
Rudiantara belum bisa memastikan kapan konten tersebut akan berjalan. Tetapi dia meyakini bahwa konten yang akan dibuat oleh Kominfo tidak hanya memberikan penilaian tetapi juga memberikan informasi pembanding.
Baca juga: Kominfo Minta Medsos Hapus Pengeroyokan Suporter Persija
āKalo saya pengennya sih secepatnya bisa secara regular sampaikan ke publik. Jadi kami tidak akan memberi cap bahwa ini adalah hoax saja, tapi kami ingin masyarakat dibuat pintar,ā ucap Rudiantara.
Rudiantara menjelaskan sedikit terkait ciri-ciri konten yang berpotensi bersifat Hoax. Hal ini menanggapi terkait adanya konten-konten hoax di media sosial seperti WhatsApp yang sering dibagikan secara massif.
āCiri hoax antara lain kalau ditulis mengatasnamakan golongan tertentu. Ciri kedua kalau di bawahnya ada tulisan āayo viralkanā. Kalau dapat pesan WhatsApp seperti ini gak perlu diĀ forward,ā tuturnya.Ā NM/HBS]




