Banyak Pengeluaran, Uber Rugi Rp 16 Triliun

Telset.id, Jakarta – Uber nampaknya tidak terlalu bahagia pada kuartal kedua tahun ini. Pasalnya, walaupun menghasilkan pendapatan hingga US$ 2,8 miliar atau mencapai Rp 40 triliun, tetapi Uber akhirnya harus merugi US$ 891 juta atau setara Rp 16 triliun karena adanya  peningkatan pengeluaran,

Seperti dilansir The Verge, kerugian ini sebenarnya tidak seburuk periode yang sama tahun lalu, ketika perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini melaporkan kerugian sekitar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.

Tetapi ini merupakan penurunan besar dari kuartal sebelumnya ketika raksasa ride hailing ini membukukan untung berkat keputusannya menjual bisnisnya di Asia Tenggara dan Rusia ke pesaing lokal.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan, Uber berencana untuk melakukan penawaran perdana saham mereka di bursa efek (IPO) pada paruh kedua 2019. Rencana itu bisa menjadi sulit karena kebiasaan Uber merugi dalam jumlah besar.

Perusahaan ini melaporkan kerugian US$ 4,5 miliar atau setara Rp 65,7 triliun pada tahun lalu. Bahkan Uber telah membukukan kerugian hingga US$ 11 miliar atau Rp 160,7 triliun sejak diluncurkan pada 2009.

Baca juga: Grab Tolak Penilaian KPPU Singapura Soal Akuisisi Uber

Tapi menurut Bloomberg Uber masih memiliki dana tunai US$ 7,3 miliar atau sekitar Rp 106 triliun, yang tentu memberikan ruang berjalan cukup lapang sebelum melakukan IPO.

Bloomberg mencirikan laporan tersebut sebagai Khosrowshahi yang merangkul pertumbuhan di atas laba perusahaan. Tetapi hasil ini telah menyoroti beberapa proyek Uber yang lebih mahal dan rawan masalah.

Harian The Information melaporkan, operasi mobil otonom atau self-driving yang dikuasai perusahaan dikatakan merugi hingga US$ 200 juta atau mencapai Rp 2,9 triliun per kuartal.

Baca juga: Akibat Kasus Diskriminasi, Uber Diawasi Otoritas Amerika

Sementara Bloomberg mencatat bahwa Uber sedang didesak oleh investor untuk melakukan pengurangan atau off-load unit. Khosrowshahi telah membuat gerakan untuk mendiversifikasi bisnis ini sejak mengambil kendali Uber hampir setahun yang lalu.

Awal tahun ini, Uber mengakuisisi perusahaan sepeda-berbagi atau bike-share tanpa dock Jump dan sedang bersiap untuk meluncurkan layanan berbagi skuter listrik sendiri juga. [WA/HBS]

Sumber: The Verge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here