šŸ“‘ Daftar Isi

AT&T menandatangani kesepakatan kabel fiber optik dengan Corning senilai lebih US$3 miliar

AT&T Borong Kabel Fiber Rp48 Triliun demi 60 Juta Rumah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • AT&T tanda tangani kontrak multi-tahun dengan Corning senilai lebih US$3 miliar untuk kabel fiber optik
  • Target AT&T: 60 juta rumah dan bisnis terhubung fiber optik pada 2030
  • AT&T sudah capai 30 juta lokasi pada Juni, enam bulan lebih cepat dari jadwal
  • Kuartal kedua: 646.000 pelanggan internet baru, 367.000 di antaranya fiber optik
  • Kerja sama AT&T-Corning diperluas dari perjanjian US$1 miliar dua tahun lalu
  • AT&T jadi investor inti fasilitas kabel Corning di Arizona sejak 2022

Telset.id – AT&T resmi menandatangani kesepakatan multi-tahun baru dengan Corning untuk pembelian kabel fiber optik. Nilai kontrak ini menembus lebih dari US$3 miliar atau setara sekitar Rp48 triliun, dan menjadi langkah besar AT&T untuk mengejar target menghubungkan 60 juta rumah dan bisnis dengan jaringan fiber optik pada 2030.

Kesepakatan ini bukan sekadar pembelian komponen biasa. Bagi AT&T, kontrak dengan Corning menjadi tulang punggung strategi ekspansi infrastruktur mereka di pasar internet rumah dan bisnis. Nilai US$3 miliar menunjukkan skala komitmen yang serius, terutama karena target 60 juta lokasi terhubung bukan angka kecil.

AT&T sendiri telah mencapai 30 juta lokasi atau separuh dari target tersebut pada Juni tahun ini. Pencapaian itu datang enam bulan lebih cepat dari jadwal awal yang mereka tetapkan. Artinya, momentum ekspansi fiber AT&T sedang berada di jalur yang lebih cepat dari perkiraan.

Performa tersebut tercermin dari hasil kuartal terbaru perusahaan. Pada kuartal kedua tahun ini, AT&T melaporkan penambahan 646.000 pelanggan internet ritel dan bisnis bersih. Dari jumlah itu, 367.000 di antaranya merupakan pelanggan internet fiber optik. Kuartal tersebut dicatat sebagai kuartal rekor untuk penambahan gabungan fiber dan fixed wireless bagi perusahaan.

AT&T is buying $3 billion worth of fibre optic cables from Corning

Angka-angka ini memberi konteks mengapa AT&T rela menggelontorkan dana besar untuk mengamankan pasokan kabel fiber optik. Tanpa pasokan yang konsisten, target 60 juta lokasi pada 2030 akan sulit dicapai. Di sisi lain, Corning sebagai pemasok utama mendapat jaminan permintaan jangka panjang dari salah satu operator terbesar di Amerika Serikat.

Hubungan keduanya sebenarnya sudah terjalin sejak lama. AT&T dan Corning pertama kali menandatangani perjanjian fiber multi-tahun dua tahun lalu dengan nilai US$1 miliar. Kini keduanya memperluas kerja sama tersebut jauh lebih besar. Bahkan, AT&T pernah menjadi investor inti di fasilitas manufaktur kabel Corning di Arizona pada 2022.

Keterlibatan AT&T di fasilitas Arizona itu menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya soal jual beli kabel. Ada keterkaitan produksi dan kapasitas manufaktur yang membuat pasokan lebih terkendali. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan operator untuk memastikan rantai pasok fiber tetap stabil di tengah permintaan yang terus naik.

Dampak bagi Pasar Internet dan Infrastruktur

Bagi pasar yang lebih luas, kesepakatan AT&T dan Corning menjadi sinyal bahwa investasi infrastruktur fiber masih menjadi prioritas utama operator besar. Ketika satu operator menaikkan skala pembelian hingga lebih dari US$3 miliar, dampaknya bisa terasa pada industri pemasok kabel dan komponen jaringan secara keseluruhan.

Perlu dicatat, angka 646.000 pelanggan baru pada kuartal kedua mencakup segmen ritel dan bisnis. Sementara 367.000 di antaranya adalah pelanggan fiber optik. Kombinasi fiber dan fixed wireless menjadi mesin pertumbuhan AT&T pada periode tersebut, dan itu menjadi kuartal terbaik untuk kategori tersebut.

Kesepakatan ini juga memperjelas arah AT&T: mempercepat perluasan jaringan fiber sembari mempertahankan pertumbuhan pelanggan. Dengan 30 juta lokasi sudah tercapai lebih cepat dari jadwal, sisa 30 juta lokasi dalam empat tahun ke depan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan pasokan kabel dalam jumlah masif.

Di sisi lain, nilai kontrak yang fantastis ini menunjukkan bahwa kompetisi penyediaan internet berbasis fiber semakin ketat. Operator yang mampu mengamankan pasokan kabel lebih awal berpotensi bergerak lebih cepat dalam memperluas jangkauan. Sementara operator yang terlambat bisa menghadapi risiko keterlambatan pembangunan jaringan.

Untuk Corning, perluasan kontrak ini memperkuat posisinya sebagai pemasok strategis bagi AT&T. Keterlibatan AT&T sebagai investor di fasilitas Arizona sejak 2022 memperlihatkan bahwa kemitraan mereka sudah berjalan di level produksi, bukan hanya transaksi pembelian.

Bagi pengguna akhir, ekspansi fiber AT&T berpotensi memperluas ketersediaan layanan internet berbasis fiber. Namun, dampak langsungnya bergantung pada kecepatan pembangunan jaringan di tiap wilayah. Yang jelas, target 60 juta lokasi pada 2030 dan pencapaian 30 juta lokasi pada Juni tahun ini menjadi tolok ukur utama.

Kesepakatan senilai lebih dari US$3 miliar ini juga menjadi cerminan bahwa infrastruktur tetap menjadi fondasi pertumbuhan layanan digital. Tanpa jaringan yang memadai, layanan berbasis internet tidak bisa berjalan optimal. Karena itu, investasi pada kabel fiber optik tetap relevan meskipun banyak layanan kini bergerak ke ranah nirkabel.

Dengan perluasan kerja sama ini, AT&T dan Corning menempatkan diri pada jalur yang saling menguntungkan. AT&T mendapatkan kepastian pasokan untuk mengejar target 2030, sementara Corning memperoleh jaminan permintaan jangka panjang. Kombinasi ini menjadi salah satu kesepakatan infrastruktur telekomunikasi yang patut dicermati dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.