Ambisi ‘Kipas Merah’ Tumbangkan Duet Samsung-Apple

Telset.id, Jakarta – Samsung dan Apple masih menjadi yang terbesar di pasar smartphone. Meski kedua perusahaan itu seakan tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari vendor ponsel lainnya, namun keduanya harus waspada dengan ambisi Huawei yang ingin menjadi yang terdepan di tahun 2021.

Saat ini Huawei memang belum punya taring untuk bisa menjungkalkan Samsung maupun Apple. Beberapa produk flagship yang diluncurkan Huawei selama ini hanya seperti sebuah “angin sepoi-sepoi”, bukan angin puting beliung yang mengancam bagi Samsung dan Apple.

Tapi ambisi atau keinginan untuk menjadi yang terbesar memang wajib dimiliki oleh semua perusahaan. Begitupun dengan Huawei. Perusahaan asal China ini memiliki ambisi untuk menjungkalkan Samsung dari singgasananya, dan menjadi vendor terdepan di tahun 2021.

Huawei memiliki ambisi untuk menjadi raksasa smartphone. Mereka punya target menjadi yang paling besar di dunia perangkat komunikasi pintar secara global pada tahun 2021.

Bahkan bos Huawei, Richard Yu telah membeberkan roadmap pada konferensi teknologi Converge di Hong Kong minggu lalu, dimana dia memaparkan data-data yang memperlihatkan rencana besar Huawei untuk menjadi yang terbesar.

Meski pasar smartphone Tiongkok saat ini sedang lesu, tapi Huawei mengklaim ada peningkatan 59% dalam pengiriman perangkat di kuartal pertama 2016. Sementara Samsung masih tetap bisa mempertahankan posisinya, dan Apple mengalami penurunan 14%.

Secara global, data yang dirilis IDC menyebutkan bahwa saat ini pangsa pasar Huawei masih 8,3%, sementara dua rival beratnya, Apple menguasai 15% dan Samsung 23% pangsa pasar. Dengan hasil itu, Huawei berhasil menyodok di posisi ketiga di belakang Apple dan Samsung.

Yu mengklaim bahwa pada tahun 2021, Huawei akan bisa menaikan pasarnya hingga 25%. Dia mengakui, Huawei masih harus bekerja sangat keras dan fokus untuk dapat mewujudkan target tersebut.

Raksasa teknologi asal China ini sepertinya tidak main-main dalam mematok target. Karena untuk menjalanka misinya tersebut, Huawei dikabarkan menggelontorkan investasi sebesar USD 9,2 milyar untuk riset dan pengembangan perangkat. Jumlah tersebut melebihi dana yang digelontorkan Apple, yakni sebesar USD 8,1 milyar.

Jika melihat roadmap dan dana investasi yang disiapkan, kemungkinan si “Kipas Merah” mengusik hegemoni Samsung dan Apple bisa saja terjadi. Tapi memang semua itu masih harus dibuktikan, karena tidak segampang itu bisa menjadi penguasa di pasar smartphone.

Huawei harus bisa menjadi perusahaan yang visioner, jangan cuma mengekor teknologi yang sudah ada. Karena kalau cuma mengekor, alih-alih menggusur duet Samsung-Apple, malah bisa saja Huawei yang tergusur vendor-vendor lainnya yang juga mulai agresif, seperti Xiaomi, Lenovo, dll.[HBS]

 

 

 

SourceWSJ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -