Ilmuwan Pakai Jamur Ciptakan Tanaman “Glow in the Dark”

jamur tanaman bercahaya

Telset.id, Jakarta  – Para ilmuwan menggagas studi menggunakan jamur untuk menciptakan tanaman bercahaya jangka pendek. Penelitian ini menggunakan pengetahuan tentang jamur bioluminescent untuk memodifikasi cara tanaman memakai asam caffeic.

Film Avatar adalah satu karya seni sinematik terbaik yang pernah menghiasi layar perak. Di sana terdapat tanaman jamur bercahaya nan cantik. Tidak seperti di dunia nyata, di mana tanaman tidak bisa bercahaya.

Namun demikian, para insinyur pernah berupaya mengembangkan cara untuk mengelabui tanaman supaya bercahaya, yakni menggunakan sifat-sifat bercahaya yang sama yang secara alami ditemukan di beberapa jamur berkilau.

{Baca juga: Demi Jelajahi Lautan Dunia, Ilmuwan Ciptakan Ubur-ubur Bionik}

Sekarang, tim ilmuwan mengambil progresif dengan menciptakan tanaman yang bersinar tidak hanya sementara, tetapi selamanya. Tanaman adalah topik makalah penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Nature Biotechnology.

Para ilmuwan, beberapa di antaranya juga menggagas studi yang melibatkan tanaman bercahaya jangka pendek, menggunakan pengetahuan tentang jamur bioluminescent untuk memodifikasi cara tanaman memakai asam caffeic.

Asam caffeic sangat penting untuk proses yang memungkinkan jamur tertentu bersinar, tetapi hadir di semua tanaman. Para peneliti memodifikasi tanaman secara genetis untuk mengubah asam caffeic menjadi senyawa luciferin.

Senyawa tersebut menghasilkan cahaya di jamur. Menariknya, dalam memodifikasi, mereka menggunakan tanaman tembakau dalam pengujian awal sehingga terus menghasilkan senyawa bioluminescent ini tanpa batas.

“Dengan mengaktifkan emisi cahaya otonom, proses dinamis di pabrik dapat dipantau, termasuk pengembangan dan patogenesis, respons terhadap kondisi lingkungan, dan efek dari perlakuan kimia,” menurut para peneliti.

Dengan menghilangkan kebutuhan untuk penambahan luciferin atau substrat lain secara eksogen, dikutip Telset.id dari New York Post, Kamis (30/4/2020), kemampuan luminescent sangat berguna untuk percobaan tanaman tanah.

{Baca juga: Para Ilmuwan Ciduk “SpongeBob” Laut Sedang Bersin-bersin}

Manfaat jangka panjang dari karya itu pun cukup beragam, mencakup kemampuan bagi para ilmuwan untuk lebih akurat dalam menentukan, mengapa tanaman tertentu bisa bereaksi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

SOURCENew York Post
Previous articleTes Darah Eksperimental Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker
Next articleXiaomi Mi Note 10 Lite Diboyong Resmi, Harga Rp 5,6 Jutaan

1 COMMENT

  1. ayo mendingan di coba bermain game di https://enakmain.com/ banyak game yang sangat menarik dari pada mikirin corona yang gak kelar”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here