Anak-anak menggunakan smartphone mereka di depan layar

Studi: Setengah Fitur Keamanan Anak di Medsos Gagal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Studi dari NYU dan Northeastern University mengungkap setengah fitur keamanan anak di medsos gagal
  • 86 fitur diuji di Instagram, Snapchat, TikTok, dan YouTube
  • Akun dewasa bisa mencari dan mengirim pesan ke anak tanpa batasan di Snapchat
  • Akun Instagram remaja bisa mengirim pesan ke dewasa tanpa peringatan
  • TikTok menyarankan konten terkait anoreksia ke akun remaja
  • Meta, Snap, dan YouTube membantah temuan studi
  • Australia memperkuat larangan medsos untuk anak dengan denda lebih besar

Telset.id – Setengah dari fitur keamanan anak yang diiklankan oleh platform media sosial ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh peneliti dari New York University dan Northeastern University.

Studi yang dipublikasikan oleh Heat Initiative dan Cybersafety Research Center ini menguji 86 fitur di empat platform besar: Instagram, Snapchat, TikTok, dan YouTube. Hasilnya, setiap platform memiliki tingkat kegagalan setidaknya 50 persen untuk fitur perlindungan yang dijanjikan, seperti mencegah orang dewasa menghubungi anak-anak atau menghentikan akun di bawah umur mengakses konten berbahaya.

Peneliti membuat akun dummy untuk meniru anak-anak dari berbagai usia, serta beberapa akun dewasa. Studi ini menguji tiga skenario berbeda: anak yang menggunakan platform secara alami, remaja yang mencoba menghindari fitur keamanan, dan aktor dewasa jahat yang mencoba menerobos fitur perlindungan akun remaja.

Sebuah fitur dianggap gagal jika: terlalu sulit ditemukan di menu pengaturan privasi sehingga tidak mungkin digunakan di dunia nyata; tidak melakukan apa yang dijelaskan; atau fitur tersebut sama sekali hilang dari platform.

Pengujian menunjukkan bahwa akun dewasa dapat mencari, menemukan, dan mengirim pesan ke akun anak tanpa batasan di Snapchat. Sementara itu, akun Instagram remaja dapat mengirim pesan ke akun dewasa yang tidak mereka ikuti tanpa peringatan. Studi juga menemukan TikTok menyarankan pencarian terkait anoreksia ke akun remaja.

Juru bicara Snap, Meta, dan YouTube membantah temuan studi tersebut dalam pernyataan ke New York Times. Namun, Times melaporkan bahwa mereka dapat mereplikasi temuan studi tersebut. Seorang juru bicara Meta mengatakan bahwa remaja melihat lebih sedikit konten sensitif, mengalami lebih sedikit kontak yang tidak diinginkan, dan menghabiskan lebih sedikit waktu di Instagram pada malam hari berkat akun remaja Instagram.

Platform media sosial kini menghadapi tuntutan hukum dari distrik sekolah dan individu yang mengklaim platform mereka menyebabkan kerugian. Banyak negara juga mengejar larangan media sosial untuk anak-anak. Australia baru-baru ini memperkuat larangannya dengan menggandakan hukuman maksimum bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan.

Studi ini menyoroti kesenjangan serius antara apa yang dijanjikan oleh platform dan kenyataan di lapangan. Orang tua dan regulator perlu menyadari bahwa fitur keamanan yang ada belum cukup untuk melindungi anak-anak secara efektif.

Ke depannya, tekanan terhadap platform media sosial untuk meningkatkan fitur keamanan anak kemungkinan besar akan terus meningkat. Regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih baik menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.