Ilustrasi logo Steam di layar komputer dengan simbol peringatan rating game IGRS

Steam Minta Maaf atas Kesalahan Rating IGRS, Ungkap Penyebabnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Platform distribusi game digital, Steam, secara resmi meminta maaf atas kesalahan teknis yang menyebabkan tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada game-game di platformnya tidak akurat dan tidak lengkap. Permintaan maaf ini disampaikan menyusul sorotan publik dan investigasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Dalam keterangan resminya, Steam menjelaskan bahwa kesalahan teknis dan miskomunikasi internal menyebabkan rating IGRS yang tidak tepat ditampilkan sementara di platform antara tanggal 2 April dan 5 April 2026. Akibatnya, Steam telah menghapus seluruh label rating IGRS tersebut untuk mencegah kebingungan lebih lanjut di kalangan pengguna.

“Kesalahan teknis dan miskomunikasi mengakibatkan rating yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April,” tulis Steam dalam pernyataannya, seperti dikutip pada Rabu (9/4/2026). “Kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin disebabkan oleh kesalahan ini.”

Valve, perusahaan induk Steam, mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Kemkominfo selama lebih dari dua tahun untuk membangun sistem tampilan rating usia bagi pelanggan Steam di Indonesia. Sistem yang dirancang bertujuan memanfaatkan informasi dari pengembang game untuk menentukan rating usia berdasarkan ketentuan IGRS.

“Rating ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pelanggan tentang konten dan kelompok usia minimum yang ditargetkan untuk setiap game,” jelas Steam. Namun, platform tersebut mengakui masih ada beberapa langkah persiapan sebelum dapat menampilkan rating IGRS yang telah disetujui secara resmi kepada pengguna di Indonesia.

Di sisi lain, Kemkominfo telah melakukan investigasi mendalam terkait kejanggalan pemberian rating IGRS pada game-game di platform Steam. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkominfo, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan pihaknya menemukan sejumlah game dengan rating IGRS yang tidak sesuai dengan muatan kontennya.

Sonny memberikan contoh kejanggalan yang ditemukan, seperti game PUBG yang diberi rating 3+ (untuk semua usia), sementara game Upin Ipin Universe justru diperuntukkan untuk usia 18+. “Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal makanya kita melakukan investigasi ini untuk menentukan apa sebenarnya permasalahannya baik di internal Komdigi maupun di eksternal dari pihak Steam,” kata Sonny.

Investigasi yang dilakukan Kemkominfo bersifat terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas, asosiasi, dan pelaku industri game. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi akar penyebab kejanggalan klasifikasi game di platform Steam secara komprehensif.

Sebelumnya, kemunculan label IGRS yang tiba-tiba dan kemudian hilang di Steam sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan gamer Indonesia. Langkah Steam menghapus seluruh label rating untuk sementara dinilai sebagai tindakan tepat guna meminimalisasi informasi yang menyesatkan.

Penerapan sistem rating game seperti IGRS pada platform global seperti Steam merupakan bagian dari upaya memastikan konten game memenuhi ketentuan perlindungan anak dan konsumen di Indonesia. Kolaborasi antara regulator dan platform digital menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem game yang sehat dan bertanggung jawab.

Ke depan, komunikasi antara Valve dan Kemkominfo diharapkan dapat berjalan lebih lancar untuk menyelesaikan persiapan teknis yang diperlukan. Implementasi rating IGRS yang akurat dan resmi di Steam akan memberikan kepastian dan perlindungan bagi pengguna, khususnya orang tua dalam memilih konten game yang sesuai untuk anak-anak.

Perkembangan teknologi platform distribusi game seperti UI Baru Steam juga terus berlanjut, menuntut adaptasi regulasi yang cepat dan tepat. Insiden kesalahan rating ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam mengintegrasikan sistem klasifikasi lokal ke dalam ekosistem digital global.