Telset.id – SpaceX tengah bertempur sengit mempertahankan eksklusivitas spektrum 2 GHz untuk layanan satelit-ke-ponsel, sebuah manuver yang memperlihatkan betapa tidak siapnya AT&T, T-Mobile, dan Verizon menghadapi persaingan luar angkasa. Pertarungan ini berpusat pada pita Mobile Satellite Services (MSS) 2 GHz yang saat ini dikuasai EchoStar dan Viasat.
Berdasarkan aturan Federal Communications Commission (FCC) tahun 2012, satu operator wajib memegang hak spektrum terestrial dan MSS secara bersamaan untuk menghindari masalah koordinasi sinyal. Akibatnya, aplikasi baru dibatasi hanya untuk operator eksisting atau entitas yang menerima lisensi dari mereka. Operator satelit Sateliot berharap bisa mengubah aturan itu, namun mendapat perlawanan keras dari SpaceX dan Globalstar.
Strategi pertahanan SpaceX
Spacex menegaskan bahwa FCC sejak lama mempertahankan kebijakan bahwa pita 2 GHz hanya bisa mendukung satu operator di Amerika Serikat. Sateliot mencoba memanfaatkan Smallsat Order 2019 yang membuka pita MSS untuk sistem satelit kecil guna menerobos kebijakan lisensi 2 GHz yang ketat, dan meminta peninjauan formal.
Namun, Biro Antariksa FCC secara konsisten menegakkan kebijakan 2012 tersebut. Badan itu telah menolak aplikasi dari Inmarsat pada 2013, AST pada 2026, Sateliot pada 2025 dan 2026, bahkan SpaceX sendiri pada 2024. Sateliot pernah menyatakan pada 2025 bahwa arahan tersebut sudah tidak berlaku di bawah kerangka satelit kecil yang baru. Biro itu tetap pada pendiriannya, menjelaskan bahwa pencegahan interferensi berbahaya tetap diperlukan. Lebih dari itu, tidak ada keringanan yang bisa diberikan hingga FCC mengubah kebijakan intinya. SpaceX meminta FCC menguatkan keputusan Biro dan menolak aplikasi Sateliot.
Pandangan Globalstar
Globalstar melangkah lebih jauh dengan menegur Sateliot karena salah memahami aturan lisensi sistem satelit kecil FCC tahun 2019. Perusahaan itu berargumen bahwa prosedur yang disederhanakan tersebut tidak memberikan hak spektrum tambahan kepada operator satelit kecil. Mereka tetap harus mematuhi aturan yang ada tentang hak eksklusif pita MSS, seperti “pita Big LEO di mana Globalstar memegang hak operasional MSS eksklusif.”
Globalstar memperingatkan bahwa upaya berbagi spektrum pita Big LEO yang terbatas tidak praktis. Perusahaan itu mengklaim bahwa masuknya operator baru akan mengurangi keandalan jaringan, menurunkan kapasitas, dan mengurangi cakupan untuk layanan darurat kritis.
Musuh bersama, agenda berbeda
Meskipun SpaceX dan Globalstar sama-sama ingin pita tersebut tetap tertutup bagi pendatang baru, Globalstar juga melontarkan kritik halus kepada perusahaan milik Elon Musk itu. Tidak seperti SpaceX yang lebih fokus pada aturan yang berlaku, Globalstar lebih menekankan hambatan teknis—sebuah langkah yang secara tidak langsung mengerem ambisi besar SpaceX.
SpaceX pernah mengajukan permohonan ke FCC pada 2023 untuk mengoperasikan satelit Gen2 Starlink di pita 2 GHz milik EchoStar dan pita 1.6/2.4 GHz milik Globalstar. Perusahaan itu mengklaim bahwa keadaan telah berubah sejak FCC terakhir memeriksa pita tersebut. SpaceX menyatakan akan menggunakan strategi seperti phased arrays dan protokol penjadwalan beam untuk beroperasi berdampingan dengan operasi yang ada tanpa menyebabkan interferensi berbahaya. FCC menolak aplikasi tersebut.
Baca Juga:
Semua berjalan baik untuk SpaceX
Spacex kini mengakuisisi spektrum 2 GHz dari EchoStar dan telah meminta izin FCC untuk meluncurkan satelit yang mampu beroperasi di pita tersebut. Spektrum ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan layanan teks, suara, dan broadband dari luar angkasa ke pengguna ponsel. Satelit Starlink generasi berikutnya akan memanfaatkan penuh spektrum EchoStar, memungkinkan kapasitas throughput 20 kali lipat dari satelit saat ini. Ini akan memungkinkan konektivitas seluler 5G penuh dengan pengalaman pengguna yang sebanding dengan layanan LTE berbasis darat.
Dengan secara agresif menjaga lisensi 2 GHz yang berharga, SpaceX telah menunjukkan bahwa pihaknya berniat mempertahankan eksklusivitas spektrum MSS, menjauhkan ancaman dari pemain baru. Sementara itu, tidak ada suara dari AT&T, T-Mobile, dan Verizon mengenai aliansi satelit mereka. SpaceX telah menunjukkan bahwa pihaknya ingin menjaga pendatang baru keluar, dan tidak ada usaha patungan yang akan menghalangi langkah tersebut.
Secara terpisah, modem Qualcomm X105 5G Modem-RF diperkirakan akan mulai muncul di perangkat dalam waktu dekat, memungkinkan perangkat yang lebih baru memanfaatkan frekuensi radio yang diakuisisi dari EchoStar. Langkah SpaceX ini juga menunjukkan betapa pentingnya penguasaan spektrum bagi masa depan konektivitas, mirip dengan bagaimana Microsoft buka AI lokal untuk GPU yang memperluas akses teknologi.
Ketidakmampuan operator seluler AS untuk merespons secara kolektif menunjukkan bahwa mereka masih terjebak dalam paradigma bisnis lama, sementara SpaceX sudah bergerak cepat menguasai infrastruktur masa depan. Ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya AI canggih ke militer dan penguasaan teknologi strategis.





Komentar
Belum ada komentar.