Siluet robot humanoid buram terlihat dari belakang menghadap pesawat putih dengan ekor biru di langit biru berawan

Southwest Airlines Resmi Larang Robot Humanoid di Kabin

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Southwest Airlines menjadi maskapai pertama yang melarang robot humanoid dan robot hewan di kabin
  • Larangan dipicu dua insiden: robot Stewie milik Aaron Mehdizadeh dan robot lain di Oakland
  • Robot Stewie setinggi 3,5 kaki dibelikan kursi sendiri oleh pemiliknya
  • Insiden Oakland menyebabkan penundaan penerbangan satu jam
  • Southwest beralasan larangan untuk mematuhi aturan baterai lithium-ion
  • Mehdizadeh mengklaim baterai robotnya sama dengan baterai laptop
  • Kebijakan berlaku untuk kabin dan bagasi terdaftar

Telset.id – Southwest Airlines menjadi maskapai pertama yang secara resmi melarang robot humanoid dan robot berbentuk hewan di kabin penumpang. Kebijakan ini muncul setelah dua insiden terpisah dalam waktu berdekatan yang melibatkan robot penumpang.

Keputusan tersebut diambil setelah seorang pemilik bisnis asal Dallas membawa robot setinggi 3,5 kaki (sekitar 1,07 meter) untuk terbang. Aaron Mehdizadeh, pemilik perusahaan persewaan robot Robot Studio, membeli tiket khusus untuk robotnya bernama “Stewie” dalam perjalanan pulang dari Las Vegas.

Mehdizadeh memilih untuk tidak mengirim robot tersebut sebagai kargo. Ia justru membelikan kursi sendiri untuk Stewie, sebuah langkah yang diduga untuk menarik perhatian publik.

Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Southwest Airlines. Beberapa hari sebelumnya, robot humanoid lain menyebabkan penundaan penerbangan selama satu jam di Oakland, California. Dalam kejadian itu, pramugari melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan robot berperilaku baik dan baterainya tidak membahayakan penerbangan.

Dua insiden tersebut mendorong Southwest Airlines mengumumkan larangan sepihak terhadap robot humanoid dan robot berbentuk hewan di kabin pesawat. Kebijakan ini juga berlaku untuk bagasi terdaftar. Larangan diumumkan hanya dua hari setelah perjalanan Mehdizadeh.

Dalam pernyataan kepada CBS News, Southwest mengatakan aturan baru ini diterapkan untuk mematuhi aturan baterai lithium-ion. Baterai jenis ini memang memiliki regulasi ketat dalam penerbangan karena risiko kebakaran.

Namun, Mehdizadeh meyakini ada alasan lain di balik larangan tersebut. Ia mengklaim baterai Stewie pada dasarnya sama dengan baterai laptop. “Essentially a laptop battery,” ujarnya, meragukan justifikasi keselamatan yang diberikan maskapai.

Kebijakan Southwest Airlines ini menandai pertama kalinya sebuah maskapai secara eksplisit memasukkan aturan larangan robot ke dalam buku pedoman mereka. Langkah ini berpotensi diikuti oleh maskapai lain mengingat meningkatnya penggunaan robot pribadi oleh masyarakat.

Belum ada informasi apakah robot dengan ukuran lebih kecil atau jenis baterai berbeda juga terkena larangan. Southwest juga belum merinci sanksi bagi penumpang yang melanggar aturan baru ini.

Keputusan maskapai ini menyoroti tantangan baru yang dihadapi industri penerbangan seiring perkembangan teknologi robotika. Regulasi yang ada saat ini belum secara spesifik mengatur keberadaan robot penumpang di kabin pesawat.

Insiden di Oakland menunjukkan bahwa awak kabin belum memiliki prosedur standar untuk menangani robot penumpang. Proses pemeriksaan yang memakan waktu satu jam itu menjadi bukti bahwa maskapai masih mencari cara terbaik untuk mengakomodasi teknologi baru ini.

Dengan adanya larangan resmi ini, Southwest Airlines memberikan kejelasan bagi penumpang dan awak kabin. Namun, kebijakan ini juga memicu pertanyaan tentang bagaimana maskapai lain akan menyikapi fenomena serupa di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar.