Setahun Berdiri, ASIOTI Terus Kenalkan Manfaat IoT ke Industri

Asitoti

Telset.id,Jakarta – Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) merayakan ulang tahun pertama pada Jumat (20/12/2019). Selama setahun berdiri, asosiasi ini terus berusaha memperkenalkan manfaat penerapan Internet of Things (IoT) ke Industri.

Menurut Ketua Umum ASIOTI Teguh Prasetya, selama setahun mereka terus melakukan sosialisasi untuk meyakinkan industri dan pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan IoT. Penerapan IoT sendiri dinilai bisa mengurangi pengeluaran perusahaan dan menambah efisiensi organisasi.

“Bukan cuma korporat saja, pemerintah juga bisa memanfaatkan IoT untuk memangkas cost operasional pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujar Teguh lewat keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (27/12/2019).

Teguh sendiri merupakan CEO PT Alita Praya Mitra. Dengan memegang bendera perusahaannya Teguh terus mengadakan sosialisasi pentingnya penerapan IoT seperti mendorong kebutuhan klien potensial, melakukan kolaborasi teknologi dan ekosistem dengan berbagai mitra, meningkatkan ekosistem melalui komunitas, menggandeng pemerintah, publikasi melalui media dan sosial media, hingga mendapatkan feedback dari klien.

{Baca juga: Kominfo Harap Operator Telko “Jualan” Solusi IoT}

“Layanan dan solusi Alita kini telah mencakup semua provider telekomunikasi, penyiaran, dan pemerintahan serta perusahaan besar yang merupakan klien utama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail yang turut hadir di hari jadi Asitoti juga mengatakan bahwa penting untuk mengedukasi pasar badan usaha tentang pemanfaatan IoT. Di tahun 2020, menurutnya pemain IoT perlu gencar melakukan blusukan ke badan usaha.

Mengutip data dari Global System for Mobile Communications (GSMA), Ismail mengatakan, badan usaha mampu menghemat biaya 4-5% dari seluruh ongkos operasional. Dia mencontohkan, PT Pertamina (Persero) yang mampu melakukan penghematan operasional mencapai US$ 2,4 juta (sekitar Rp 34,3 triliun) di tahun 2018. Begitu juga dengan PT PLN (Persero) yang menghemat Rp 15,41 triliun dari total operasional Rp 308,2 triliun pada periode yang sama.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Siapkan Solusi IoT Pertanian}

“Jika IoT diimplementasikan dan tepat sasaran untuk menyelesaikan masalah, maka badan usaha dapat melakukan penghematan signifikan,” tegasnya. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here