Telset.id â Serangan siber yang menyasar kulkas supermarket kembali terjadi di Eropa. Setelah insiden di Prancis beberapa pekan lalu, hacker kini melumpuhkan jaringan supermarket di Belgia dan Swedia dengan membajak sistem pendingin yang terhubung ke internet. Serangan ini menyebabkan suhu freezer dinaikkan secara remote hingga 50 derajat Celsius, membuat jutaan dolar barang dagangan berpotensi hancur.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Tomâs Hardware, target serangan adalah supermarket milik Ahold Delhaize yang berbasis di Belanda, serta gerai ICA dan Coop di Swedia. Metode yang digunakan identik dengan serangan sebelumnya di Prancis, di mana pelaku mengaktifkan mode defrost bawaan freezer secara remote dan menimpa pengaturan suhu serta durasi pencairan. Insiden ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar masyarakat kini sangat bergantung pada konektivitas internet.
Belga News Agency melaporkan bahwa serangan siber yang menyasar unit pendingin di supermarket Belgia dimulai pada Minggu malam sekitar tengah malam. Sabcobel, seorang pemasang pendingin di wilayah tersebut, memperkirakan setidaknya dua puluh unit terdampak di seluruh Belgia. Jaringan supermarket yang dilaporkan terkena dampak mencakup Delhaize, Carrefour, dan Spar.

CEO Sabcobel Stephan Moelans menyatakan bahwa perusahaannya telah bekerja âsangat kerasâ untuk melindungi kulkas dari kerentanan tersebut, namun modifikasi fisik pada unit tetap diperlukan. Ia menyebut beralih ke koneksi internet yang aman sebagai solusi paling sederhana untuk sementara waktu, langkah yang telah dilakukan sebagian besar pelanggannya setelah serangan di Prancis.
Di Swedia, supermarket ICA dan Coop melaporkan gangguan serupa. Aftonbladet melaporkan bahwa lemari pendingin dan freezer terkena serangan âdi beberapa gerai ICA dan Coopâ. Foto-foto dari lokasi menunjukkan staf membuang troli penuh barang dagangan. âKami sangat sedih dan bekerja keras untuk memulihkan semuanya,â tulis Ica Kvantum melalui Facebook.
Baca Juga:
Serangan ini merupakan insiden kedua dalam hitungan pekan. Sebelumnya, serangan serupa menghantam kulkas supermarket di Prancis dan disebut sebagai serangan siber âunprecedentedâ. Pola yang sama terulang: pelaku membajak kendali jarak jauh unit pendingin yang dikelola secara online, lalu memicu mode defrost otomatis untuk merusak isi freezer.
Laporan terbaru pada Senin (2/11) pukul 7 pagi waktu ET menyebutkan bahwa supermarket di Irlandia, Estonia, dan Belanda juga terdampak serangan siber hari itu. Informasi ini memperluas cakupan insiden yang awalnya hanya dilaporkan terjadi di Belgia dan Swedia.

Peningkatan intrusi siber ke dunia fisik dinilai sejalan dengan meluasnya penggunaan agen AI yang terus memengaruhi keamanan siber global. Pada Oktober, seorang hacker yang diduga menggunakan agen AI mencuri data 25.000 pelanggan dari bank-bank di Korea Selatan. Pejabat saat itu menyatakan bahwa model AI memungkinkan pelaku âmeretas dengan mudah bahkan tanpa keterampilan khususâ.
Insiden ini menegaskan bahwa banyak fungsi dan infrastruktur dasar masyarakat sangat bergantung pada konektivitas internet, sehingga rentan terhadap serangan siber. Serangan terhadap kulkas supermarket bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap rantai pasok pangan dan operasional bisnis ritel di Eropa.
[ META_DESCRIPTION]
Serangan siber kulkas supermarket meluas ke Belgia dan Swedia. Hacker naikkan suhu freezer hingga 50 derajat Celsius dan hancurkan jutaan dolar barang.





Komentar
Belum ada komentar.