“Semodus” dengan Cambridge Analytica, Facebook Cekal CubeYou

Telset.id, Jakarta – Nampaknya Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk “puasa medsos”. Pasalnya, Facebook baru saja mengumumkan telah menangguhkan (suspend) perusahaan data analitik CubeYou, yang disinyalir juga membocorkan data pengguna seperti Cambridge Analytica.

Seperti dilansir Endagdet, Facebook telah menghentikan sementara CubeYou, setelah ditemukan indikasi perusahaan data analitik itu menggunakan modus yang sama dengan Cambridge Analytica untuk memanen data pengguna medsos.

Awalnya, firma analis pihak ketiga yang mengumpulkan data pengguna Facebook lewat kuis itu mengklaim data yang mereka kumpulkan untuk kepentingan riset pendidikan yang sifatnya non-profit. Namun faktanya, data itu dijual kepada perusahaan lain untuk kepentingan iklan.

Perusahaan yang membangun sebuah situs web untuk Universitas Cambridge antara 2013 dan 2015 itu awalnya mengumumkan kuis yang betujuan untuk “penelitian akademis nirlaba”.

Tetapi setelah dilakukan investigasi, klaim CubeYou ternyata bohong, karena mereka diduga menjual data pengguna Facebook ke para pengiklan, agar lebih mudah menyasar target pasar.

Baca Juga: Wozniak: Facebook Dapat Untung dari Pengguna

Saat ini tengah dilakukan audit terhadap CubeYou dan hasilnya belum diketahui. Hasil audit tesebut bisa menentukan apakan CubeYou akan tetap dilarang, atau selamanya dilarang untuk beroperasi di Facebook.

Investigasi CNBC menemukan bahwa CubeYou menyampurkan aplikasi sosial untuk mengumpulkan info pribadi, termasuk nama, nomor telepon, pekerjaan, alamat internet dan status hubungan.

Setelah itu, mereka mencocokkan atau menautkan info itu ke sumber lain untuk “meningkatkan profil mereka” agar menarik dipasarkan.

Aplikasi datanya masih di sekitar varian “You Are What You Like,” yang dimaksudkan untuk memprediksi kepribadian Anda berdasarkan suka halaman Facebook.

Sayangnya pihak CubeYou masih enggan berkomentar terkait penghentian di Facebook, meskipun CEO CubeYou Federico Treu menampik dugaan perusahaannya memiliki akses ke data teman, seperti yang dilakukan Cambridge Analytica.

Dia juga mengklaim bahwa situs web independen untuk “You Are What You Like” mengungkapkan bahwa informasi tersebut tertutup untuk pihak ketiga. Beberapa mitra CubeYou yang diakuinya termasuk biro iklan dengan pelanggan besar seperti Google, Geico dan L’Oreal, meskipun tidak diketahui berapa banyak data yang memengaruhi strategi iklan klien tertentu.

Walaupun akhir-akhir ini Facebook mengambil tindakan terhadap lebih banyak perusahaan yang menyalahgunakan berbagi data, namun perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu baru merespon setelah CNBC merilis berita mengenai CubeYou.

Baca juga: Mengenal Cambridge Analytica dan Sepak Terjangnya

Facebook telah berjanji untuk meninjau kembali praktik sejenis yang dilakukan perusahaan lain dan telah mengubah kebijakan datanya. Namun respon Facebook terhadap aktivitas CubeYou dipertanyakan, jika tidak di dorong media.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang mungkin telah menyalahgunakan kebijakan Facebook terkait data akademik, untuk mengumpulkan info demi tujuan komersial tanpa izin pengguna. Jadi jangan kaget jika penghentian semacam ini akan sering menjadi berita. [WS/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here