Telset.id – Industri eksplorasi laut selama ini identik dengan kapal besar berawak yang memakan biaya operasional tinggi. XOCEAN, perusahaan penyedia data kelautan, mengubah paradigma tersebut dengan mengandalkan armada Uncrewed Surface Vessels (USV) atau kapal permukaan nirawak yang lebih kecil, murah, dan dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Pendekatan ini menjadi jawaban atas tantangan besar yang dihadapi industri kelautan. Menurut studi Science Advances 2025, manusia baru mengeksplorasi 0,001% lautan secara visual, dan sebagian besar area tersebut berada di dekat garis pantai. Padahal, kebutuhan data kelautan terus meningkat seiring meluasnya proyek ladang angin lepas pantai, pemasangan kabel bawah laut untuk konektivitas global, hingga pencarian sumber daya baru di dasar laut.

Sistem Cloud untuk Pengiriman Data Cepat
James Ives, CEO XOCEAN, menjelaskan bahwa perusahaan merancang sistem pengiriman data dari ujung ke ujung. Data dari kapal di laut dialirkan secara near real-time ke lingkungan pemrosesan berbasis cloud. Sistem ini memiliki kontrol cerdas untuk menentukan data mana yang diprioritaskan dan diproses terlebih dahulu.
“Kami tidak fokus memindahkan lebih banyak data, tetapi mengirimkan data yang dapat digunakan lebih cepat,” ujar Ives. Pendekatan ini menghilangkan penundaan dalam proses dan meningkatkan pengalaman klien dalam menerima data lepas pantai.
XOCEAN mengadopsi prinsip “small is beautiful” yang juga terlihat di industri lain. Alih-alih mengandalkan kapal besar yang mahal, perusahaan mengoperasikan armada aset kecil dengan biaya lebih rendah yang dikendalikan secara terpusat dan mudah diskalakan.
Skalabilitas ini dimungkinkan oleh infrastruktur cloud AWS yang mendukung model operasi terdistribusi. Sistem ini mengurangi titik kegagalan tunggal, meningkatkan fleksibilitas, dan memungkinkan adaptasi cepat terhadap perubahan cuaca, perizinan, atau cakupan proyek.
Dampak pada Keberagaman dan Proyek Energi
Model operasi XOCEAN yang tidak memerlukan kru di laut membuka peluang karier maritim bagi talenta yang lebih beragam. Perusahaan mencatat jumlah perempuan di peran maritim 30 kali lebih banyak dibanding rata-rata International Maritime Organization.
Ives menegaskan bahwa tim yang lebih seimbang di bidang operasi, teknik, dan data menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih baik serta kolaborasi yang lebih kuat.
Perusahaan juga melacak proyek ladang angin lepas pantai yang didukungnya secara global. Hingga saat ini, pekerjaan XOCEAN telah berkontribusi pada proyek dengan kapasitas sekitar 48 gigawatt. Angka 100 gigawatt merupakan proyeksi ke depan berdasarkan pipeline proyek dan program yang sedang berjalan bersama klien.
Masa Depan Kapal Nirawak
Menyoal evolusi industri, Ives memperkirakan akan ada inovasi berkelanjutan dalam hal otonomi, sistem tenaga, dan pemrosesan di edge. Namun, pergeseran terbesar adalah dari pendekatan berbasis aset menjadi berbasis sistem.
“Keunggulan tidak akan datang dari satu kapal atau teknologi tunggal. Keunggulan datang dari cara mengintegrasikan akuisisi, operasi jarak jauh, dan pemrosesan ke dalam satu platform yang dapat diskalakan,” jelasnya.
Jika diminta merancang satu alat untuk AWS, Ives menginginkan lapisan operasi real-time yang terintegrasi penuh untuk data lepas pantai. Sistem loop tertutup di mana data dapat langsung memicu keputusan operasional akan meningkatkan efisiensi secara signifikan dan membuka tingkat skala berikutnya.
Kehadiran kapal nirawak seperti yang dikembangkan XOCEAN menunjukkan bagaimana teknologi drone dan konektivitas cloud mengubah industri yang selama ini bergantung pada metode konvensional. Transformasi serupa juga terjadi di sektor lain, termasuk pengembangan drone militer dan kendaraan listrik. Kemampuan mengirim data berkualitas tinggi secara instan dari lokasi terpencil menjadi nilai jual utama yang membuat model bisnis ini semakin relevan di masa depan.





Komentar
Belum ada komentar.