Ilustrasi mesin roket kriogenik yang dicetak dengan teknologi 3D printing industri

Startup India Sukses Uji Mesin Roket Kriogenik Hasil Cetak 3D

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Startup Bengaluru, Othisis, sukses uji tembak statis mesin roket kriogenik 5 kN hasil cetak 3D
  • Mesin menggunakan teknologi Selective Laser Melting (SLM) dengan lapisan 0,05-0,06 mm
  • Menggunakan propelan oksigen cair (LOX) dan metana, dirancang untuk roket VTVL reusable
  • Impuls total 100 kNs, direncanakan untuk roket hopper pada akhir tahun ini
  • Didirikan Syed Affan saat kuliah, telah tanda tangan MoU angkut muatan luar angkasa
  • Pembakaran lebih kuat dari Kerolox, minim residu, tapi butuh tangki lebih besar

Telset.id – Startup asal Bengaluru, India, bernama Othisis, berhasil melakukan uji tembak statis mesin roket kriogenik 5 kN yang sepenuhnya dicetak menggunakan printer 3D industri. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan roket yang dapat digunakan kembali (reusable), setelah sebelumnya mengalami beberapa kali kegagalan.

Mesin roket tanpa nama ini memiliki impuls total 100 kNs dan dirancang untuk meluncurkan serta mendaratkan roket hopper yang dapat digunakan kembali, yang direncanakan terbang pada akhir tahun ini. Uji coba ini membuktikan bahwa teknologi manufaktur aditif mampu menghasilkan komponen mesin roket kompleks yang berfungsi dengan baik.

Teknologi yang digunakan adalah Selective Laser Melting (SLM), sebuah metode pencetakan 3D industri yang bekerja dengan cara mendepositkan lapisan bubuk logam mikroskopis di atas alas, lalu menembakkan laser untuk melelehkan bubuk tersebut menjadi padat di titik-titik tertentu. Proses ini diulang dengan alas yang turun sebagian kecil milimeter, menghasilkan lapisan dengan ketebalan hanya sekitar 0,05 hingga 0,06 mm.

Keunggulan utama metode SLM adalah kemampuannya memproses logam dan paduan yang tidak dapat ditangani printer 3D konsumen biasa. Hal ini membuka peluang besar bagi industri dirgantara untuk memproduksi komponen dengan geometri kompleks yang sulit atau mustahil dibuat dengan metode konvensional.

Mesin roket Othisis menggunakan desain kriogenik penuh, yang berarti memanfaatkan oksigen cair (LOX) dan metana sebagai propelan, keduanya dijaga dalam keadaan cair dengan suhu sangat dingin. Sesuai tren industri saat ini, perusahaan menargetkan desain ini menjadi roket VTVL (vertical take-off, vertical landing) yang dapat digunakan kembali.

Desain Othisis menggunakan loop bahan bakar dingin untuk pendinginan. Selain itu, baik LOX maupun metana secara teoritis dapat diproduksi di lokasi (in-situ) dari CO2 dan air, menjadikannya pilihan menarik untuk misi luar angkasa jangka panjang.

Pembakaran mesin ini lebih kuat dibandingkan bahan bakar Kerolox yang umum digunakan, sambil meninggalkan hampir tidak ada residu. Hal ini secara signifikan mengurangi waktu perawatan dan meningkatkan efisiensi pergantian untuk penggunaan kembali. Namun, terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan, termasuk kepadatan bahan bakar yang lebih rendah sehingga membutuhkan ukuran tangki lebih besar, penyimpanan yang lebih rumit karena suhu sangat rendah, serta potensi bahaya dalam penanganan.

Meskipun baru resmi beroperasi selama dua tahun, Othisis telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membawa muatan ke luar angkasa. Perusahaan ini merupakan gagasan dari Syed Affan, kreator server Discord Rocketry India, yang mendirikan perusahaan tersebut saat masih menempuh pendidikan sarjana.

Keberhasilan uji tembak ini menunjukkan bahwa perusahaan rintisan dengan sumber daya terbatas pun dapat mengembangkan teknologi roket canggih berkat kemajuan manufaktur aditif. Pendekatan ini berpotensi menurunkan biaya akses ke luar angkasa secara signifikan.

Penggunaan mesin cetak 3D industri untuk komponen roket bukanlah hal baru, tetapi keberhasilan Othisis membuktikan bahwa teknologi ini semakin matang dan dapat diandalkan untuk aplikasi kritis. Dengan kemampuan mencetak logam dan paduan khusus, SLM menjadi kunci dalam produksi mesin roket modern.

Ke depannya, Othisis berencana menggunakan mesin 5 kN ini untuk roket hopper mereka. Roket jenis ini biasanya digunakan untuk menguji teknologi pendaratan vertikal sebelum dikembangkan menjadi kendaraan peluncur orbital yang lebih besar.

Inovasi seperti ini sejalan dengan perkembangan teknologi manufaktur aditif di berbagai sektor. Sebagai contoh, Firmware Open-Source juga menjadi tren di industri teknologi, menunjukkan bagaimana keterbukaan dan inovasi dapat mendorong kemajuan.

Keberhasilan Othisis juga menjadi inspirasi bagi pengembang roket amatir dan startup luar angkasa lainnya. Dengan modal relatif kecil dan teknologi yang tepat, pengembangan roket yang sebelumnya didominasi perusahaan besar kini dapat dilakukan oleh tim kecil.

Meskipun masih banyak tantangan teknis yang harus diatasi, terutama terkait penanganan propelan kriogenik dan sistem pendaratan, pencapaian Othisis merupakan langkah nyata menuju era baru eksplorasi luar angkasa yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Uji tembak statis ini juga membuktikan bahwa desain mesin dengan bahan bakar metana dan oksigen cair layak diimplementasikan. Kombinasi propelan ini semakin populer karena dapat diproduksi dari sumber daya yang tersedia di Mars, membuka peluang misi antarplanet di masa depan.

Dengan keberhasilan ini, Othisis menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan sumber daya besar. Dedikasi dan pemahaman mendalam tentang teknologi, seperti yang dimiliki Syed Affan sejak membangun komunitas Rocketry India, dapat menghasilkan pencapaian luar biasa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.