πŸ“‘ Daftar Isi

Transisi Energi Timur Tengah Buka Peluang Kerja Sama dengan China

Transisi Energi Timur Tengah Buka Peluang Kerja Sama dengan China

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Percepatan transisi energi di Timur Tengah membuka peluang baru bagi kerja sama dengan perusahaan China, terutama di sektor jaringan listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, dan pengisian daya kendaraan listrik (EV). Hal ini terungkap dalam ajang Middle East Energy 2026 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Pameran yang berakhir pada Kamis (3/9) itu mempertemukan lebih dari 1.900 perusahaan energi dari 150 lebih negara dan wilayah, serta dihadiri sekitar 35.000 pengunjung. Negara-negara Timur Tengah disebut sedang mempercepat investasi di bidang infrastruktur ketenagalistrikan dan energi yang lebih bersih, sehingga menciptakan berbagai peluang baru bagi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China.

Acara tersebut menyoroti transisi energi yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah. Modernisasi jaringan listrik, penyimpanan energi, digitalisasi, serta meningkatnya permintaan listrik akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) menjadi sejumlah tema utama dalam pameran tersebut.

Peluang di Sektor Infrastruktur Ketenagalistrikan

Para peserta pameran dari China memamerkan berbagai produk, mulai dari transformator, switchgear, serta sistem transmisi daya hingga solusi tenaga surya, penyimpanan energi, serta pengisian daya EV. Mereka berupaya memanfaatkan meningkatnya permintaan akan infrastruktur ketenagalistrikan modern di kawasan tersebut.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei mengatakan dalam sambutannya di acara pembukaan bahwa UEA sedang membangun bauran energi yang lebih terdiversifikasi, sekaligus memperkuat keamanan energi serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pemerintah, industri, investor, perusahaan teknologi, kalangan akademisi, dan lembaga keuangan perlu bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi energi, mendorong inovasi, serta memangkas biaya.

Menurut Al Mazrouei, interkoneksi ketenagalistrikan regional yang lebih kuat akan membantu membangun sistem energi yang lebih efisien dan tangguh. Bagi produsen peralatan ketenagalistrikan China, pergeseran ini menciptakan berbagai peluang yang melampaui proyek pembangkit listrik konvensional, yang kini meluas ke sektor jaringan listrik, penyimpanan energi, dan elektrifikasi di sisi pengguna akhir.

β€œKonstruksi infrastruktur energi terbarukan dan ketenagalistrikan di Timur Tengah sedang mengalami percepatan, dan permintaan pasar masih terus tumbuh,” kata Xia Guangfu, perwakilan dari China Electrical Equipment Group Co., Ltd. Dalam pameran tersebut, perusahaan itu memamerkan transformator, menara transmisi listrik, switchgear, dan sistem penyimpanan energi.

UEA, Arab Saudi, dan Oman telah memperluas proyek-proyek tenaga surya dan bayu dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendongkrak permintaan akan peralatan transmisi dan distribusi, imbuh Xia. Transisi energi di kawasan tersebut juga menghasilkan permintaan akan infrastruktur yang berkaitan dengan EV dan sistem energi terdistribusi.

Permintaan Infrastruktur EV Meningkat

β€œMeskipun Timur Tengah kaya akan sumber daya minyak dan gas, meningkatnya jumlah EV mendorong permintaan akan infrastruktur pengisian daya,” ujar Shi Yu, manajer pemasaran dan manajemen proyek divisi bisnis luar negeri di Shanghai Electric Group Power Transmission & Distribution Equipment Co., Ltd.

Shi mengatakan solusi tenaga surya, penyimpanan energi, dan pengisian daya dari perusahaannya juga menarik minat para pengunjung, terutama dari UEA dan Arab Saudi. Di kedua negara tersebut, sejumlah properti hunian dengan konsumsi listrik tinggi harus membayar biaya listrik yang relatif mahal. Perkembangan perkotaan yang terus berlangsung dan transisi energi di kawasan tersebut berpotensi semakin mendorong kebutuhan akan peningkatan infrastruktur ketenagalistrikan.

Bagi beberapa produsen China, peluang tersebut sudah mulai terwujud dalam bentuk kontrak-kontrak baru. Hunan Guochuang Electric Power Co., Ltd. berhasil menandatangani kontrak senilai lebih dari 210 juta yuan (1 yuan = Rp2.631) melalui kunjungan pelanggan sebelum dan saat pameran berlangsung, kata Fan Liming, manajer umum perusahaan tersebut.

Guochuang telah berpartisipasi dalam pameran Middle East Energy sebanyak empat kali, sebut Fan, seraya menambahkan bahwa pasar ketenagalistrikan di kawasan itu terus berkembang. Negara-negara seperti UEA dan Arab Saudi lebih menekankan pada manufaktur pintar dan produksi digital. Menurutnya, tren tersebut juga meningkatkan tuntutan terhadap tingkat teknologi dan kualitas peralatan ketenagalistrikan.

Perkembangan ini sejalan dengan tren global di sektor kendaraan listrik yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Meskipun kawasan Timur Tengah selama ini identik dengan produksi minyak dan gas, transformasi menuju energi bersih kini menjadi prioritas utama. Investasi EV di kawasan ini menunjukkan keseriusan negara-negara Timur Tengah dalam mendiversifikasi sumber energi mereka.

Selain itu, penjualan EV global yang terus meningkat juga mendorong kebutuhan akan infrastruktur pendukung di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah. Transisi energi di kawasan ini tidak hanya berdampak pada sektor kelistrikan, tetapi juga membuka peluang bagi produsen peralatan dari berbagai negara untuk masuk ke pasar yang sedang berkembang pesat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.