Tikus Rumah Dilatih untuk Selamatkan Korban Gempa

Telset.id, Jakarta – Tikus dianggap sebagai salah satu hama menjengkelkan yang sangat tidak diharapkan kehadirannya di rumah. Tapi di Belanda, para ilmuwan melatih tikus untuk menyelamatkan korban gempa. Kok bisa?

Para ilmuwan dari Universitas Teknologi Eindhoven melatih tikus rumah untuk menyelamatkan orang-orang dari bawah puing-puing bangunan rumah setelah gempa.

Tikus-tikus itu dilatih untuk menemukan orang yang selamat di ruang simulasi, menarik sakelar di rompi mereka untuk memicu bunyi bip, dan kemudian tikus akan kembali ke posko untuk diberi “hadiah”.

Dalam pengujian proyek yang digagas organisasi nirlaba Belgia APOPO itu para peneliti menggunakan ransel yang dilengkapi kamera video, mikrofon dua arah, dan pemancar lokasi untuk membantu responden pertama berkomunikasi dengan para penyintas.

BACA JUGA:

Seperti Telset kutip pada Selasa (25/10/2022), para peneliti menjelaskan alasan mereka memilih tikus sebagai “alat” yang efektif untuk bisa diterjunkan dalam upaya penyelamatan korban gempa.

Menurut para peneliti dari Universitas Teknologi Eindhoven, binatang pengerat itu memiliki ukuran yang kecil dan memiliki penciuman yang sangat baik, serta punya semangat petualang. Hal inilah yang membuat tikus menjadi hewan yang sempurna untuk bisa membantu pencarian korban gampa.

“Tikus biasanya cukup ingin tahu dan suka menjelajah. Dua hal itu adalah kunci untuk pencarian dan penyelamatan,” kata Donna Kean, seorang ilmuwan dan pemimpin proyek tersebut, seperti dikutip oleh CNN.

Para peneliti dan APOPO mulai mengerjakan proyek pencarian dan penyelamatan korban gempa dengan menggunakan tikus sejak April 2021, setelah melihat ada kemungkinan memakai tikus dalam misi penyelamatan semacam itu.

Pelatihan berlangsung di Tanzania, di mana Dr. Kean meningkatkan kompleksitas lingkungan pelatihan. Dia ingin menjadikan lokasi pengujian lebih seperti apa yang mungkin mereka temui dalam kehidupan nyata.

Untuk membuatnya mendekati kenyataan, pelatih telah menambahkan efek suara, seperti pengeboran di pabrik. Dan menurut Kean, hasil pelatihan awal yang mereka lakukan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

Dia menambahkan bahwa tikus sudah terpapar atau terbiasa dengan berbagai jenis suara, cahaya, dan lingkungan sejak lahir, dan “proses pembiasaan” ini terbukti bermanfaat.

BACA JUGA:

Beberapa bulan yang lalu, dia mengatakan bahwa tim berencana untuk melatih 170 tikus dan mereka akan dikirim ke Turki yang rawan gempa, untuk bekerja dengan tim pencarian dan penyelamatan.

Ke depan, tim masih akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa tikus rumah benar-benar bisa dimanfaatkan untuk evakuasi korban.

Selama ini, puing-puing dampak gempa cukup menyulitkan manusia untuk melakukan evakuasi korban. Petugas selalu kesulitan menembus reruntuhan. [SN/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0