šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi planet gas raksasa Beta Pictoris b yang memancarkan sinyal radio ke luar angkasa

Sinyal Radio dari Planet Beta Pictoris b Akhirnya Terdeteksi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Studi Harvard dan University of Oregon klaim deteksi sinyal radio dari eksoplanet Beta Pictoris b
  • Sinyal direkam teleskop MeerKAT di Afrika Selatan, diduga dari aktivitas magnetik alami
  • Fenomena emisi radio auroral: magnetosfer planet "berteriak" ke luar angkasa
  • Beta Pictoris b adalah planet gas raksasa muda, beberapa kali lebih besar dari Jupiter
  • Studi belum melalui peer-review, penulis tegaskan sinyal bukan dari alien
  • Deteksi ini pertama kali titik asal sinyal radio dipastikan langsung ke eksoplanet

Telset.id – Untuk pertama kalinya, para peneliti mengklaim berhasil mendeteksi sinyal radio yang berasal langsung dari sebuah planet di luar Tata Surya. Sinyal tersebut diduga kuat berasal dari Beta Pictoris b, sebuah planet gas raksasa di sistem bintang Beta Pictoris. Penemuan ini menjadi pencapaian yang telah lama diupayakan para astronom selama bertahun-tahun.

Klaim tersebut tertuang dalam studi baru dari peneliti di Harvard dan University of Oregon. Sinyal itu direkam oleh teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan. Para penulis studi menegaskan sejak awal bahwa sinyal ini kemungkinan besar berasal dari proses alami, bukan dari makhluk luar angkasa. Studi ini juga belum melalui proses peer-review, namun para penulis menyajikan bukti yang cukup besar untuk mendukung interpretasi mereka.

Menurut studi tersebut, sumber pancaran sinyal itu adalah aktivitas magnetik yang intens. Karakteristik gelombang radio yang terdeteksi cocok dengan prediksi teoretis untuk medan magnet yang dihasilkan oleh planet muda berukuran besar. Partikel bermuatan dapat terperangkap dalam medan magnet planet yang kuat, dan saat planet berputar, partikel-partikel ini dapat berakselerasi dan melepaskan energi dalam bentuk gelombang radio.

Apa Itu Emisi Radio Auroral?

Fenomena ini dikenal sebagai emisi radio auroral. Dalam pengertian sederhana, ini adalah cara magnetosfer planet ā€œberteriakā€ ke luar angkasa. Tim peneliti mendeteksi beberapa sinyal semacam ini dan untuk pertama kalinya berhasil menentukan titik asalnya secara langsung ke sebuah eksoplanet.

Beta Pictoris b sendiri adalah planet gas raksasa yang massanya beberapa kali lebih besar dari Jupiter. Karena merupakan planet gas raksasa, planet ini kemungkinan tidak memiliki permukaan padat untuk ā€œmendaratā€. Usianya yang baru beberapa puluh juta tahun membuatnya dianggap sebagai planet yang baru lahir dalam istilah astronomi. Planet ini juga menjadi salah satu eksoplanet yang paling banyak dipelajari melalui pengamatan langsung.

Usia mudanya membuat planet ini tetap panas dan terang. Jaraknya dari bintang induknya—mirip dengan jarak antara Matahari dan Saturnus—memungkinkan planet ini dibedakan dari bintangnya dengan teleskop yang cukup kuat. Karakteristik inilah yang membantu para peneliti dalam melakukan pengamatan.

Upaya Panjang Astronom Memetakan Sinyal Exoplanet

Pencapaian ini bukanlah hasil instan. Para astronom telah beberapa kali mendekati keberhasilan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, misalnya, ledakan gelombang radio terdeteksi di sistem YZ Ceti. Sinyal tersebut tampak berulang selaras dengan orbit salah satu planetnya.

Namun, saat itu para peneliti tidak dapat menyingkirkan kemungkinan bahwa emisi tersebut hanya disebabkan oleh aktivitas magnetik bintang, bukan planetnya. Ketidakpastian inilah yang membuat deteksi pada Beta Pictoris b menjadi penting, karena titik asal sinyal dapat dipastikan langsung pada eksoplanet.

Sistem Beta Pictoris juga memiliki tempat istimewa dalam sejarah astronomi. Pada 1984, Beta Pictoris menjadi bintang pertama yang cakram debu dan puing-puingnya berhasil difoto secara langsung. Citra tersebut menunjukkan bahwa proses pembentukan planet mungkin sedang berlangsung di sana. Meski pada saat itu para astronom belum dapat mengonfirmasi keberadaan planet apa pun.

Penelitian terhadap objek-objek luar angkasa terus berkembang dengan dukungan teknologi observasi yang semakin maju. Berbagai misi dan instrumen baru dirancang untuk memperluas kemampuan pengamatan, termasuk upaya mengungkap fenomena yang sebelumnya sulit dideteksi dari Bumi. Perkembangan ini menjadi bagian dari tren riset antariksa yang terus menarik perhatian publik maupun kalangan peneliti.

Studi terbaru ini menambah daftar panjang upaya manusia dalam memahami alam semesta, khususnya dalam mempelajari planet-planet di luar Tata Surya. Deteksi sinyal radio dari Beta Pictoris b, jika terkonfirmasi melalui peer-review, akan menjadi tonggak penting dalam studi eksoplanet dan magnetosfer planet di luar sistem Matahari kita.

Kisah ini awalnya muncul di WIRED en EspaƱol dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.