Rusia Pindahkan Kapal Selam Radioaktif dari Dasar Laut Arktik

Telset.id, Jakarta – Laporan terbaru menyebut bahwa perusahaan energi atom negara Rusia, Rosatom, berencana untuk memindahkan beberapa item paling berbahaya dari dasar laut Arktik. Termasuk kapal selam radioaktif.

Kantor berita negara TASS, dikutip Telset.id dari New York Post, Kamis (6/8/2020), melaporkan bahwa ada enam benda paling radioaktif yang akan dikeluarkan dari dasar laut selama delapan tahun ke depan.

Objek tersebut termasuk bagian tenggelam dari pemecah es, reaktor dengan bahan bakar nuklir bekas, dan kapal selam nuklir, menurut TASS. Objek itu menciptakan 90 persen radiasi latar di Kutub Utara.

{Baca juga: AS Segera Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan}

Seorang juru bicara perusahaan energi atom Rusia mengatakan, pemindahan termasuk reaktor dengan bahan bakar nuklir bekas dari kapal selam K-11, K-19 dan K-140, kapal selam utuh K-27 dan K-159.

Rosatom tidak segera menanggapi permintaan komentar. Di situsnya, organisasi penonaktifan kapal selam nuklir Rusia itu menetapkan biaya untuk menaikkan enam objek tersebut sekitar USD 327,8 juta.

Organisasi lingkungan, Yayasan Bellona, baru-baru ini melaporkan para pejabat nuklir dari Norwegia dan Rusia telah bertemu secara online untuk membahas peningkatan kapal selam nuklir di Kutub Utara.

Mayoritas kapal selam radioaktif sengaja ditenggelamkan oleh militer Soviet selama Perang Dingin, menurut organisasi nirlaba yang berbasis di Oslo itu. K-159 ditarik ke tempat pembuangan sampah ketika tenggelam saat badai.

{Baca juga: Ledakan Termonuklir “Lemparkan” Bintang ke Bima Sakti}

K-159 adalah kapal selam bertenaga nuklir Proyek 627A “Kit” yang bertugas di Armada Utara Angkatan Laut Soviet. Kapal ini dibangun pada tahun 1963 di perusahaan Sevmash, Severodvinks dan memiliki dua reaktor nuklir jenis air dan dua turbin uap.

Selama layanannya, K-159 melakukan sembilan penyeberangan otonom dan menempuh jarak lebih dari 200.000 mil.

Kapal ini melakukan pengisian kembali area aktif reaktor buritan pada tahun 1970, dan pengisian ulang area aktif reaktor busur dua tahun setelahnya. [SN/IF]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -