Ledakan Termonuklir “Lemparkan” Bintang ke Bima Sakti

Ledakan Termonuklir

Telset.id, Jakarta  – Ledakan termonuklir “lemparkan” bintang ke galaksi Bima Sakti kita. Para peneliti telah menemukan bukti bahwa bintang meledakkan diri dari orbit dengan bintang lain dalam “supernova parsial“.

Bintang yang punya sekitar 40 persen massa matahari tersebut bergerak dengan kecepatan 559.234 mph. Para ilmuwan di Universitas Warwick menamai bintang kerdil putih sebagai SDSS J1240 + 6710.

Menurut New York Post, dikutip Telset.id, Minggu (19/07/2020), bintang tersebut punya komposisi yang tidak biasa. Katai putih adalah bintang kecil yang sangat padat yang kehabisan bahan bakar nuklir.

{Baca juga: Objek Misterius Ini Bikin Astronom “Melupakan” Lubang Hitam}

“Mayoritas katai putih memiliki atmosfer yang hampir seluruhnya terdiri atas hidrogen atau helium dengan sesekali bukti karbon atau oksigen dikeruk dari inti bintang,” kata para ilmuwan Universitas Warwick.

Mereka melanjutkan, SDSS J1240 + 6710 tampaknya tidak mengandung hidrogen atau helium. Meski demikian, lanjut mereka, di sana tidak ada komposisi campuran oksigen, neon, magnesium, serta silikon.

Para ilmuwan juga dapat mengidentifikasi karbon, natrium, dan aluminium menggunakan teleskop Hubble milik NASA. “Namun, tidak ada ‘kelompok besi’ unsur, besi, nikel, kromium, dan mangan,” ucap mereka.

{Baca juga: Rentetan Foto Menakjubkan di Hari Jadi 30 Tahun Teleskop Hubble}

Penelitian tayang di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Ilmuwan Universidade Federal Brasil do Rio Grande do Sul dan Universitat Politècnica de Catalunya Spanyol juga terlibat dalam proyek yang mengungkap ledakan termonuklir di luar angkasa ini.

Sebelumnya diberitakan, para ilmuwan sempat dibuat bingung setelah bintang masif tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Semuanya berawal ketika para ilmuwan mengamati bintang itu selama beberapa dekade.

Mereka melakukannya karena bintang masif tersebut berada pada tahap akhir dari masa hidup, yang berarti ledakan supernova besar bisa saja terjadi.

Bintang tersebut diamati bersinar terang antara tahun 2001 dan 2011. Namun, para ilmuwan mengemukakan bahwa mereka kehilangan jejak dari bintang masif tersebut di tahun 2019.

{Baca juga: Ilmuwan Bingung, Bintang Masif Tiba-tiba Menghilang Tanpa Jejak}

Bingung kenapa bintang masif dapat menghilang secara misterius, para ilmuwan melihat kembali data dari 2016. Mereka menemukan fakta bahwa bintang tersebut ternyata juga sempat menghilang misterius.

Sekarang, para ilmuwan kembali bertanya-tanya apakah bintang itu telah melewati tahap supernova, yang sebelumnya dianggap sebagai langkah yang diperlukan pada akhir kehidupan sebuah bintang. Atau, bintang tersebut bisa saja masuk ke dalam lubang hitam. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here