Telset.id – Prediksi risiko stroke kini dapat dilakukan dengan lebih akurat berkat inovasi terbaru dari peneliti Australia dan China. Mereka mengembangkan perangkat bernama “arteri di atas chip” yang mampu mereplikasi struktur pembuluh darah dan dinamika aliran darah spesifik pasien. Perangkat ini menjadi terobosan penting dalam dunia medis karena memungkinkan identifikasi risiko stroke secara personal.
Diterbitkan dalam jurnal Cell Biomaterials, studi tersebut menggambarkan perangkat ini sebagai “kembaran fisik” (physical twin) dari arteri pasien. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal kemungkinan merupakan faktor penentu risiko stroke yang lebih penting dibandingkan penyempitan pembuluh darah saja, seperti yang disebutkan dalam ringkasan studi yang dimuat di laman Australian Science Media Centre, Jumat (24/7).
“Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko stroke dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka,” ujar penulis pertama studi tersebut, Zhao Yunduo, dari Universitas Sydney, Australia.
Untuk menguji platform tersebut, para peneliti merekonstruksi arteri karotis dari enam pasien dengan tingkat penyakit yang berbeda. Mereka menggunakan dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah. Hasilnya, mereka mengungkapkan perbedaan mencolok dalam aliran darah lokal meskipun tingkat penyempitan arteri serupa.
Setelah menggunakan laser untuk membuat luka kecil pada kolagen di bawahnya, para peneliti juga mengamati bahwa pembekuan darah terjadi secara berbeda tergantung pada bentuk arteri. Saat ini, tim peneliti tengah merekrut pasien stroke untuk mengikuti uji klinis guna memvalidasi temuan ini lebih lanjut.
Baca Juga:
Inovasi ini membawa harapan baru dalam dunia kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah. Dengan kemampuan memprediksi risiko stroke secara lebih presisi, dokter dapat memberikan intervensi lebih dini dan personal. Teknologi ini juga membuka jalan bagi pengembangan obat-obatan yang lebih efektif dan ditargetkan secara spesifik pada anatomi masing-masing pasien. Perangkat ini juga dapat diintegrasikan dengan Fitur Kesehatan pada perangkat wearable modern untuk pemantauan yang lebih holistik.
Para ahli menyambut baik perkembangan ini karena menawarkan pendekatan baru dalam menilai risiko stroke yang selama ini hanya bergantung pada tingkat penyempitan arteri. Temuan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal lebih menentukan risiko stroke memberikan perspektif baru dalam diagnosis dan pencegahan. Ke depannya, perangkat “arteri di atas chip” ini diharapkan dapat menjadi alat standar dalam praktik klinis, mirip dengan bagaimana Apple Watch Ultra 3 mengubah cara pemantauan kesehatan pribadi.
Kolaborasi antara peneliti Australia dan China ini menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memecahkan masalah medis yang kompleks. Dengan menggabungkan teknik mikrofluida, rekayasa jaringan, dan pemodelan komputasional, mereka berhasil menciptakan platform yang tidak hanya akurat tetapi juga dapat dipersonalisasi untuk setiap pasien. Hal ini sejalan dengan tren global menuju pengobatan presisi yang semakin populer di kalangan industri teknologi dan kesehatan.
Uji klinis yang sedang berlangsung akan menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan dan efektivitas perangkat ini pada populasi yang lebih luas. Jika berhasil, teknologi ini berpotensi mengubah paradigma pencegahan stroke secara global. Pasien tidak lagi hanya mengandalkan faktor risiko umum seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol, tetapi dapat memperoleh penilaian risiko yang didasarkan pada anatomi unik pembuluh darah mereka sendiri.
Para peneliti optimis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, perangkat “arteri di atas chip” dapat tersedia secara komersial dan diadopsi oleh rumah sakit serta klinik di seluruh dunia. Ini akan menjadi lompatan besar dalam upaya mengurangi angka kejadian stroke yang masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia.





Komentar
Belum ada komentar.