📑 Daftar Isi

Tumpukan laptop sebagai ilustrasi penurunan pengiriman PC global pada kuartal ketiga 2026

Pengiriman PC Global Q3 2026 Anjlok 21 Persen, Harga Komponen Jadi Biang Kerok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman PC global Q3 2026 turun 21 persen YoY menjadi 57 juta unit dari sebelumnya 70 juta unit
  • Counterpoint proyeksikan penurunan sekitar 27 persen YoY pada kuartal keempat 2026
  • Penyebab utama: lonjakan harga komponen akibat RAMageddon dan tarif global
  • Lenovo turun 23 persen, HP 31 persen, Dell 25 persen, Apple 11 persen, ASUS 7 persen
  • IDC catat penurunan serupa 20,1 persen, prediksi 2027 lebih sama

Telset.id – Pengiriman PC global pada kuartal ketiga 2026 anjlok 21 persen secara year-over-year (YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu. Data dari lembaga riset pasar Counterpoint menunjukkan bahwa industri hanya mengirimkan 57 juta unit pada periode tersebut, turun dari lebih dari 70 juta unit pada kuartal ketiga tahun lalu.

Angka ini mempertegas tekanan yang tengah dihadapi pasar PC global, yang menurut Counterpoint masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Bahkan, lembaga riset tersebut memproyeksikan penurunan pengiriman PC global bisa mencapai sekitar 27 persen secara YoY pada kuartal keempat 2026.

Selain penurunan secara tahunan, data Counterpoint juga mencatat adanya penurunan kuartal-ke-kuartal (quarter-over-quarter) sebesar 13,8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa perlambatan pasar PC bergerak cukup cepat dari satu kuartal ke kuartal berikutnya.

Penyebab utama dari anjloknya pengiriman PC global ini adalah melonjaknya harga komponen PC. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh dua faktor yang disebutkan secara eksplisit, yakni fenomena yang dijuluki “RAMageddon” akibat gelombang AI, serta tarif global yang berlaku. Kondisi ini membuat banyak konsumen tidak mampu mengikuti kenaikan harga yang terjadi.

“Pasar PC global menghadapi tekanan yang semakin besar karena naiknya biaya memori dan komponen mendorong harga sistem lebih tinggi dan memaksa konsumen menunda pembelian pengganti,” ujar analis senior Counterpoint, Minsoo Kang, seperti dikutip dari laporan tersebut. “Dengan keterjangkauan menjadi faktor pembelian yang semakin kritis, bahkan pemimpin pasar pun kesulitan mempertahankan momentum pengiriman.”

Pernyataan Minsoo Kang tersebut menegaskan bahwa faktor harga, khususnya harga memori dan komponen, menjadi pemicu utama melemahnya permintaan PC di pasar global. Konsumen disebut memilih menunda pembelian pengganti ketimbang harus membayar lebih mahal di tengah kenaikan harga yang belum mereda.

Many laptops stacked.

Bayang-Bayang 2025 dan Awal 2026 yang Justru Cerah

Di balik angka yang disebut “absolutely dire” tersebut, Counterpoint mencatat satu sisi yang sedikit lebih terang. Tahun 2025 disebut sebagai tahun yang sangat baik untuk pengiriman PC. Hal serupa juga terjadi pada awal 2026, ketika konsumen berbondong-bondong membeli komputer baru sebelum harga melonjak.

Fenomena tersebut menggambarkan bahwa konsumen sebenarnya sudah mengetahui kenaikan harga akan datang dan bertindak lebih cepat untuk mengantisipasi. Dengan kata lain, sebagian permintaan telah “ditarik” ke periode sebelum kenaikan harga terjadi, sehingga memperbesar kontras penurunan pada kuartal-kuartal berikutnya.

Harapannya, konsumen akan kembali membeli ketika harga memori dan komponen lain turun kembali ke level yang wajar. Namun, Counterpoint memperkirakan hal itu kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Riset lembaga tersebut bahkan menyebut tahun 2027 akan menghadapi kondisi yang sama.

Data IDC yang dikutip dalam laporan juga memberikan gambaran serupa. IDC mencatat penurunan pengiriman PC global sebesar 20,1 persen. Menurut IDC, penurunan tersebut baru sebagian dari cerita, karena di baliknya terdapat fenomena inventory pull-in atau penarikan stok ke periode sebelumnya.

IDC juga menyoroti pola musiman yang tidak biasa. Kuartal ketiga biasanya lebih baik dibanding kuartal kedua, tetapi pada 2026 hasil kuartal ketiga justru berada 9,1 persen di bawah kuartal kedua. IDC pun merilis hasil lengkap kuartal ketiga 2026 melalui tautan resminya.

Dengan dua lembaga riset yang berbeda, Counterpoint dan IDC, melaporkan arah penurunan yang sama untuk kuartal ketiga 2026, gambaran bahwa pasar PC global tengah berada dalam fase tekanan menjadi semakin kuat. Keduanya sama-sama menempatkan kenaikan harga komponen sebagai faktor utama di balik melemahnya pengiriman.

Lenovo hingga ASUS: Siapa yang Paling Terdampak?

Tidak semua vendor mengalami dampak dengan besaran yang sama. Counterpoint mencatat bahwa sebagian perusahaan mampu bertahan lebih baik dibanding yang lain dalam menghadapi tekanan pasar PC global sepanjang kuartal ketiga 2026.

Lenovo masih menjadi pemimpin pasar, tetapi mengalami penurunan yang lebih tinggi dari rata-rata, yakni 23 persen secara YoY. Sementara itu, HP mengalami penurunan besar sebesar 31 persen pada periode yang sama, dan Dell tercatat turun 25 persen.

Apple menjadi salah satu vendor yang mencatat penurunan lebih kecil, yaitu 11 persen. Penurunan yang relatif lebih kecil ini justru meningkatkan pangsa pasar Apple secara keseluruhan. Laporan menyebut bahwa hal ini kemungkinan besar berkat kehadiran MacBook Neo yang ramah anggaran.

ASUS juga disebut mampu melewati tekanan pasar dengan cukup baik. Perusahaan tersebut mencatat penurunan terkecil dibandingkan vendor-vendor top lainnya, yakni hanya tujuh persen secara YoY.

Perbandingan angka tersebut menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga komponen tidak merata di antara para vendor PC. Vendor dengan lini produk yang lebih terjangkau, seperti yang terlihat pada Apple dengan MacBook Neo dan ASUS, tampak lebih mampu menahan laju penurunan pengiriman.

Bagi konsumen, kondisi ini menjadi gambaran bahwa pilihan produk dengan harga lebih bersahabat tetap menjadi faktor penentu di tengah pasar yang sedang tertekan. Sementara bagi pelaku industri, data Counterpoint dan IDC menegaskan bahwa tekanan biaya komponen masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sepanjang sisa tahun 2026.

Tekanan serupa juga terlihat di segmen lain, seperti yang tergambar dalam laporan Pasar HP Q3 2026 yang turut mencatat penurunan pengiriman. Sementara itu, dari sisi pasokan komponen, perhatian industri juga tertuju pada rencana Intel Nova Lake yang disebut bakal hadir pada akhir 2026.

[ META_DESCRIPTION]
Pengiriman PC global Q3 2026 anjlok 21 persen YoY jadi 57 juta unit. Counterpoint sebut harga komponen dan RAMageddon jadi penyebab utama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.