Peneliti Jepang Garap Teknologi untuk Ubah Salju Jadi Tenaga Listrik

Telset.id, Jakarta – Peneliti Jepang mengembangkan inovasi teknologi pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Para peneliti sedang mengembangkan teknologi yang mampu mengubah salju menjadi tenaga listrik.

Proyek ini muncul melalui kolaborasi antara perusahaan IT lokal bernama Forte Co dan Tokyo Electric Communication University, dan berlokasi di Kota Aomori di utara pulau Honshu di Jepang.

Dikutip Telset dari news.am pada Selasa (17/01/2023), alasan mengapa penelitian di Kota Aomori karena kota tersebut merupakan salah satu kota, yang apabila musim dingin selalu diselimuti salju dalam jumlah yang banyak.

Biasanya sejumlah besar salju dibuang ke laut dan tempat-tempat lain setelah dikumpulkan oleh bajak salju dan truk. Namun, proses pembersihan salju memakan biaya yang amat besar.

BACA JUGA:

Pada tahun fiskal sebelumnya yang berakhir Maret 2022 lalu, biaya pembersihan salju membengkak menjadi USD 44,6 juta atau Rp 675 miliar setelah hujan salju lebat yang terjadi di tahun lalu.

“Salju telah diperlakukan sebagai gangguan tetapi kita dapat memanfaatkannya dengan baik,” kata seorang pejabat kota.

Dalam proyek awal, para peneliti mengumpulkan salju ke dalam bekas kolam renang yang ada di sebuah sekolah pada 16 Desember 2022. Di dasar kolam sengaja dipasang isolasi khusus agar menjaga salju tetap dingin.

Berikutnya pada musim semi atau pada bulan Maret 2023 mendatang salju dipanaskan untuk menjadi air yang dapat memutar turbin sehingga salju yang dicairkan ini pun dapat menghasilkan listrik.

Untuk menghasilkan panas, peneliti dari Forte dan Tokyo Electric Communication University akan menggunakan sumber mata air panas yang ada di kota tersebut.

BACA JUGA:

Walaupun ini baru proyek awal dan masih dalam tahap pengembangan, Kepala Perusahaan Forte Co, Jun Kasai mengklaim kalau listrik dari salju ini merupakan energi terbarukan yang bisa menjaga pasokan listrik di Jepang dan negara-negara bersalju lainnya.

“Ini adalah sumber energi terbarukan yang unik untuk wilayah dengan salju lebat. Ini juga akan mengarah pada penciptaan industri baru,” klaim Jun Kasai.

So, semoga saja penelitian mereka berhasil sehingga menambah daftar inovasi teknologi yang sifatnya ramah lingkungan. [NM/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0