📑 Daftar Isi

Ilustrasi komputer kuantum Oratomic dengan atom-atom yang ditahan oleh laser

Oatomic Kumpulkan Rp4,8 Triliun untuk Bangun Komputer Kuantum

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Oratomic berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A sebesar $300 juta (Rp4,8 triliun)
  • Pendanaan dipimpin oleh ARCH Venture Partners, Spark Capital, dan Khosla Ventures
  • Didirikan oleh fisikawan Caltech, menggunakan laser sebagai optical tweezers
  • Target membangun komputer kuantum utility-scale pada akhir dekade ini
  • Membutuhkan 10.000-20.000 qubit untuk komputer yang berguna
  • Tidak akan mengembangkan sistem NISQ seperti pesaing

Telset.id – Oratomic, startup yang baru didirikan tahun ini, berhasil mengumpulkan dana segar sebesar $300 juta atau setara Rp4,8 triliun. Pendanaan Seri A ini menjadi salah satu yang terbesar di industri teknologi, menandai kepercayaan investor terhadap ambisi perusahaan untuk membangun komputer kuantum komersial pertama yang layak secara komersial.

Putaran pendanaan besar-besaran ini dipimpin bersama oleh ARCH Venture Partners, Spark Capital, dan Khosla Ventures. Sejumlah nama besar lainnya juga turut berpartisipasi, termasuk Bezos Expeditions, Index Ventures, General Catalyst, Lowercarbon Capital, Bain Capital, dan sejumlah investor lainnya. Kehadiran investor-investor ternama ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan komputasi kuantum.

Oatomic didirikan oleh fisikawan dari Caltech. Perusahaan ini menggunakan pendekatan unik dengan memanfaatkan laser yang berfungsi sebagai pinset optik (optical tweezers) untuk menahan atom-atom individu pada tempatnya. Teknologi ini menjadi dasar bagi pengembangan komputer kuantum mereka. Startup ini lahir setelah para penelitinya menemukan bahwa pendekatan mereka dapat mengoreksi kesalahan menggunakan jumlah qubit yang jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Qubit merupakan unit dasar dalam komputasi kuantum. Karena komputer kuantum sangat sensitif terhadap gangguan (noise), koreksi kesalahan yang efektif menjadi kunci utama untuk mengubahnya menjadi alat yang benar-benar berguna. Temuan inilah yang akhirnya meyakinkan para pendiri untuk memulai perusahaan.

“Anda sebelumnya tidak akan bisa meyakinkan salah satu dari kami untuk memulai perusahaan komputasi kuantum, karena kami pikir itu masih terlalu jauh,” ujar salah satu pendiri sekaligus CEO Oratomic, Dolev Bluvstein, kepada TechCrunch. “Hanya ketika kami membuat terobosan baru ini, kami secara bersamaan berubah pikiran.”

Baca Juga:

Strategi Berbeda dari Pesaing

Oatomic memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan sebagian besar perusahaan komputasi kuantum lainnya. Banyak perusahaan saat ini membuat prototipe sistem yang dikenal sebagai noisy intermediate-scale quantum (NISQ) yang tersedia bagi para ilmuwan peneliti dan korporasi. Namun, Oratomic tidak memiliki rencana untuk mengembangkan atau menjual sistem jenis ini.

Bluvstein menegaskan bahwa Oratomic tidak boleh dibandingkan dengan PsiQuantum, sebuah startup yang bernilai $7 miliar pada September lalu. PsiQuantum juga melewati tahap NISQ dan bertujuan untuk menghadirkan komputer kuantum dengan satu juta qubit yang layak pada akhir tahun depan. Menurut Bluvstein, pendekatan Oratomic secara fundamental lebih sederhana dan lebih murah.

“Perbedaannya adalah kami membutuhkan sekitar 10.000 hingga 20.000 qubit untuk membangun komputer yang berguna, dan kami telah mendemonstrasikan secara eksperimental semua komponen inti yang diperlukan dari komputer tersebut dalam skala yang sedikit lebih kecil,” jelas Bluvstein.

Komputer kuantum skala penuh dapat memfasilitasi terobosan di berbagai bidang yang membutuhkan perhitungan kompleks, mulai dari bioteknologi, kimia, dan logistik hingga kecerdasan buatan dan kriptografi. Potensi inilah yang mendorong gelombang antusiasme dari para investor terhadap perusahaan-perusahaan yang bekerja untuk membangun mesin ini dan mengembangkan perangkat lunak untuk penggunaannya.

Gelombang Investasi Komputasi Kuantum

Beberapa startup di bidang komputasi kuantum, termasuk Infleqtion dan Quantinuum, telah go public tahun ini. Sementara itu, perusahaan publik yang sudah ada seperti Rigetti dan IonQ telah melihat harga saham mereka melonjak dalam 18 bulan terakhir. Tren ini menunjukkan bahwa industri komputasi kuantum sedang memasuki fase pertumbuhan yang signifikan.

Keyakinan investor terhadap Oratomic sangat tinggi. Vinod Khosla, investor ventura terkenal, begitu percaya bahwa Oratomic akan membangun komputer kuantum toleran kesalahan (fault-tolerant) pertama sehingga ia menulis di X bahwa investasi ini merupakan “investasi awal terbesar” perusahaannya.

Pendanaan sebesar $300 juta ini memberikan Oratomic modal yang sangat besar untuk mewujudkan visinya. Target perusahaan adalah membangun komputer kuantum pertama yang dapat digunakan secara komersial (utility-scale) pada akhir dekade ini. Dengan dukungan investor kelas berat dan terobosan teknologi yang telah mereka capai, Oratomic kini menjadi salah satu pemain kunci yang patut diperhatikan dalam perlombaan menuju komputasi kuantum.

Keberhasilan komputer kuantum akan membuka pintu bagi berbagai kemajuan ilmiah dan teknologi yang sebelumnya tidak mungkin tercapai. Mulai dari penemuan obat-obatan baru, pengembangan material canggih, optimalisasi rantai pasokan global, hingga memecahkan masalah kompleks di bidang kecerdasan buatan. Dampaknya diperkirakan akan sangat luas dan transformatif.

Meskipun jalan menuju komputer kuantum komersial masih panjang dan penuh tantangan, langkah Oratomic menunjukkan bahwa industri ini semakin matang. Dengan pendekatan yang lebih sederhana dan efisien, serta dukungan finansial yang kuat, Oratomic berpotensi menjadi perusahaan yang mendefinisikan ulang masa depan komputasi.

Para pengamat industri akan terus memantau perkembangan Oratomic dan pesaingnya. Pertanyaan besarnya adalah apakah pendekatan Oratomic yang menggunakan lebih sedikit qubit namun dengan koreksi kesalahan yang lebih baik akan mampu mengungguli pendekatan pesaing yang mengejar jumlah qubit yang lebih besar. Hanya waktu yang akan menjawab siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam perlombaan teknologi paling ambisius di abad ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.