šŸ“‘ Daftar Isi

Citra kawah baru di permukaan Bulan yang ditemukan NASA melalui Lunar Reconnaissance Orbiter

NASA Temukan Kawah Baru di Bulan, Terbesar di Tata Surya Modern

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • NASA menemukan kawah baru di Bulan bernama McGetchin dari tumbukan April-Mei 2024
  • Kawah berukuran lebar 728 kaki dan kedalaman 141 kaki, terbesar di tata surya modern
  • Tumbukan sebesar ini diperkirakan hanya terjadi sekali setiap 132 tahun
  • Ilmuwan NASA Robert Wagner mendeteksi perubahan permukaan Bulan pada Oktober 2025
  • Area 4 mil di sekitar kawah 16 derajat Fahrenheit lebih dingin karena regolith terganggu

Telset.id – NASA menemukan kawah baru di permukaan Bulan yang disebut sebagai kawah terbesar di tata surya modern. Kawah yang kemudian dinamai McGetchin itu terbentuk dari tumbukan benda langit yang terjadi antara 11 April dan 22 Mei 2024, dan kini citranya berhasil diabadikan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA.

Penemuan ini menjadi penting karena tumbukan sebesar itu diperkirakan hanya terjadi sekali setiap 132 tahun. Kawah McGetchin memiliki lebar 728 kaki dan kedalaman 141 kaki, menjadikannya kawah terbesar yang terbentuk di tata surya pada era modern menurut NASA. Meski demikian, kawah ini bukanlah kawah terbesar di Bulan, karena rekor tersebut masih dipegang South Pole-Aitken Basin yang berdiameter 1.550 mil.

Ilmuwan NASA, Robert Wagner, pertama kali menyadari adanya perubahan pada permukaan Bulan saat mengamati gambar yang diambil kamera sudut lebar orbiter pada Oktober 2025. Setelah membandingkan foto sebelum dan sesudah, ia berhasil mengonfirmasi keberadaan kawah bulan baru tersebut, yang kemudian secara resmi dinamai menurut ilmuwan Tom McGetchin.

Gambar-gambar yang memperlihatkan kawah tersebut diambil oleh kamera sudut sempit LRO setelah orbiter terbang kembali di atas lokasi tumbukan pada Desember 2025, beberapa bulan setelah Wagner menemukannya. Proses pemantauan semacam ini menunjukkan bagaimana teknologi pengamatan luar angkasa terus berkembang, sejalan dengan inovasi CMOS Image Sensor yang turut berperan dalam dunia fotografi modern.

Dampak Tumbukan pada Permukaan Bulan

Mengingat betapa langkanya peristiwa ini, sejumlah studi mengenai kawah McGetchin diperkirakan akan terus bermunculan di masa depan. Sebuah tim ilmuwan yang telah mempelajari kawah tersebut menemukan adanya area seluas 4 mil di sekitarnya yang suhunya sekitar 16 derajat Fahrenheit lebih dingin pada malam hari.

Dalam studi mereka, tim tersebut menyimpulkan bahwa titik tersebut menjadi lebih dingin karena tumbukan telah mengganggu regolith, atau lapisan atas permukaan Bulan, sehingga membuatnya kurang padat dan kurang mampu menahan panas. Temuan ini menjadi salah satu hasil pengamatan penting dari misi luar angkasa, serupa dengan berbagai misi NASA lain yang terus memetakan objek di tata surya.

NASA mencatat bahwa area yang lebih dingin tersebut dapat memengaruhi cara roda rover berinteraksi dengan permukaan, termasuk di area-area yang berada di dekat kawah baru secara keseluruhan. Artinya, temuan ini bukan sekadar catatan astronomis, melainkan juga informasi yang relevan bagi perencanaan operasional kendaraan penjelajah di masa mendatang.

Pemantauan Bulan dan Teknologi Orbiter

Kemampuan LRO dalam mendeteksi perubahan sekecil apa pun di permukaan Bulan menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap objek luar angkasa. Wagner baru bisa mengonfirmasi keberadaan kawah tersebut setelah membandingkan citra sebelum dan sesudah dari kamera sudut lebar, lalu diperkuat oleh pengamatan kamera sudut sempit pada Desember 2025.

Peristiwa tumbukan yang terjadi pada 2024 itu tidak dapat diamati secara langsung. Namun, kombinasi data dari dua kamera berbeda di LRO memungkinkan para ilmuwan merekonstruksi apa yang terjadi dan mengukur dampaknya terhadap permukaan Bulan. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi sensor dan penginderaan jarak jauh menjadi tulang punggung penelitian luar angkasa modern.

Dengan ukuran lebar 728 kaki dan kedalaman 141 kaki, kawah McGetchin menjadi bukti nyata bahwa permukaan Bulan masih aktif berubah hingga saat ini. Sebagian besar tumbukan bulan memang berukuran kecil dan sudah berlangsung sangat lama, sehingga temuan kawah baru berskala besar seperti ini menjadi catatan langka dalam pengamatan tata surya.

NASA melalui LRO terus mengumpulkan data yang memungkinkan para ilmuwan memahami dinamika permukaan Bulan, termasuk bagaimana material di sekitar kawah baru berubah setelah tumbukan. Studi lanjutan atas kawah McGetchin diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang proses geologis di Bulan dan implikasinya bagi eksplorasi luar angkasa ke depan.

moon craters

Penemuan kawah McGetchin menegaskan bahwa pemantauan jangka panjang terhadap Bulan masih menyimpan banyak temuan penting. Bagi para penggemar ilmu pengetahuan dan pengamat industri luar angkasa, perkembangan ini menjadi penanda bahwa data dari orbiter seperti LRO terus memberi wawasan baru tentang benda langit terdekat dari Bumi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.