Telset.id – Sejak 2022, para astronom telah melacak semburan radio misterius dari luar angkasa yang berulang dalam interval waktu tetap, mulai dari beberapa menit hingga jam. Beberapa sumber telah berdenyut selama lebih dari 30 tahun, sementara yang lain hanya bertahan beberapa hari. Kini, misteri di balik fenomena yang dikenal sebagai “transien radio periode panjang” ini akhirnya mulai terkuak.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi asal-usul salah satu sumber sinyal tersebut, yaitu ASKAP J1745. Sinyal ini pertama kali terdeteksi oleh teleskop Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP). Tim peneliti menggunakan beberapa teleskop berbeda untuk mengamati semburan ini dalam spektrum cahaya yang luas, termasuk sinar-X dan gelombang radio.
Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang sifat dari seluruh kelas objek kosmik yang misterius ini. “Bearing the same message in three forms of writing, the famous Rosetta stone once helped scholars decipher ancient Egyptian hieroglyphs,” tulis Kovi Rose, kandidat PhD Astrofisika dari University of Sydney, dalam tulisannya di The Conversation. “Similarly, this extra information we found about ASKAP J1745 will help astronomers better understand the mystery of all long-period transients.”
Temuan yang Membantah Teori Pulsar
Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa transien periode panjang kemungkinan besar tidak disebabkan oleh pulsar, yaitu sisa-sisa bintang mati yang berputar cepat dan memiliki energi tinggi. Teori pulsar sebelumnya menjadi hipotesis populer di kalangan peneliti. Namun, menurut Rose, pulsar berulang setiap beberapa detik, sementara sinyal yang diamati dari ASKAP J1745 berulang jauh lebih lambat.
Setelah menganalisis data secara mendalam, tim peneliti menyimpulkan bahwa ASKAP J1745 kemungkinan besar adalah bintang “variabel kataklismik”. Ini adalah sistem yang terdiri dari sepasang bintang, di mana salah satunya adalah katai putih — inti bintang padat yang tersisa setelah bintang bermassa relatif rendah kehabisan bahan bakarnya. Dalam konteks sains, penemuan ini memiliki kemiripan dengan bagaimana FBI Selidiki Kematian Misterius Ilmuwan Nuklir AS yang juga membutuhkan analisis mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik sebuah fenomena.
Rose dan rekan-rekannya percaya bahwa semburan radio ini disebabkan oleh katai putih yang mengakresi materi dari bintang lainnya. Proses ini menghasilkan panas dan melepaskan cahaya sinar-X. Sementara itu, cahaya radio yang berdenyut “typically caused by energetic particles interacting with strong magnetic fields,” seperti yang dijelaskan oleh Rose. “Here, we have the perfect combination: two stars with strong magnetic fields (typically thousands of times stronger than an MRI machine), with charged particles flowing towards the white dwarf from the other star.”
Observasi Multispektral yang Revolusioner
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah penggunaan observasi multispektral secara simultan. “The simultaneous radio and X-ray observations provide an unprecedented view of how magnetic fields, accretion, and orbital motion interact, revealing behavior we had never before observed in a cataclysmic variable,” kata Nanda Rea, peneliti dari Institute of Space Studies of Catalonia, dalam sebuah pernyataan. Pendekatan ini mirip dengan bagaimana Samsung dan Ilmuwan AS Capai 100% Efisiensi Pendinginan Tanpa Refrigeran yang menggunakan pendekatan multidisiplin untuk mencapai terobosan.

Dalam makalahnya, tim peneliti menyimpulkan: “We have spectroscopically confirmed





Komentar
Belum ada komentar.