πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi Titan dan Pluto dengan sinyal inframerah misterius terdeteksi JWST

Misteri Sinyal Inframerah di Titan dan Pluto Bikin Ilmuwan Penasaran

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • JWST mendeteksi sinyal inframerah misterius pada panjang gelombang 5,113 mikrometer di Titan dan Pluto
  • Sinyal tidak cocok dengan spektrum senyawa kimia yang dikenal saat ini
  • Kemungkinan berasal dari senyawa dalam keadaan fisik atau campuran baru
  • Titan dan Pluto memiliki kondisi fisik sangat berbeda namun menunjukkan sinyal identik
  • Misi Dragonfly NASA diharapkan bisa membantu memecahkan misteri ini

Telset.id – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) berhasil mendeteksi sinyal inframerah misterius yang muncul di dua dunia berbeda di tata surya, yaitu Titan dan Pluto. Temuan ini menimbulkan teka-teki baru dalam ilmu planet karena sinyal tersebut tidak cocok dengan spektrum senyawa kimia yang dikenal saat ini.

Penemuan ini diungkap dalam sebuah studi yang menunggu publikasi di jurnal Astronomy & Astrophysics. Para ilmuwan mengidentifikasi pita serapan yang berpusat pada panjang gelombang 5,113 mikrometer pada kedua objek tersebut. Titan dan Pluto terpisah oleh miliaran kilometer dan memiliki kondisi fisik yang sangat berbeda, namun keduanya menunjukkan sinyal yang identik.

Sinyal tersebut muncul dalam pengamatan yang dilakukan menggunakan dua instrumen berbeda di JWST. Hal ini membuat tim peneliti mengesampingkan kemungkinan bahwa sinyal itu berasal dari masalah kalibrasi atau kesalahan teknis lainnya. Dengan demikian, sinyal tersebut diyakini benar-benar berasal dari permukaan atau atmosfer kedua dunia es tersebut.

Kunci dari penemuan ini terletak pada teknik yang dikenal sebagai spektroskopi. Setiap elemen atau molekul berinteraksi dengan cahaya dengan cara yang unik, menyerap panjang gelombang tertentu dan meninggalkan pola karakteristik yang menyerupai sidik jari. Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah menyusun katalog luas dari tanda-tanda spektral ini untuk mengidentifikasi senyawa seperti air, metana, karbon dioksida, atau amonia di planet dan bulan, serta benda-benda lain di luar tata surya.

Dalam kasus ini, perbandingan dengan katalog yang ada tidak menghasilkan kecocokan yang meyakinkan. Menemukan tanda kimia yang tidak dapat dikaitkan dengan senyawa yang dikenal merupakan peristiwa yang sangat tidak biasa pada tahap penelitian ini. Oleh karena itu, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Titan dan Pluto bisa menjadi pertanyaan fundamental baru bagi ilmu planet.

Baca Juga:

Berbagai Kemungkinan yang Dieksplorasi

Para peneliti telah mengeksplorasi beberapa kemungkinan untuk menjelaskan sinyal misterius ini. Mereka memeriksa spektrum laboratorium dari es dan senyawa organik yang mungkin ada di dunia-dunia tersebut, termasuk asetilena, benzena, ketena, dan keluarga molekul yang dikenal sebagai alena. Namun, tidak satu pun dari senyawa tersebut yang cocok secara tepat dengan tanda yang diamati.

Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa sinyal tersebut berasal dari senyawa yang sudah dikenal, namun berada dalam keadaan fisik atau campuran yang belum pernah dipelajari di laboratorium. Meskipun demikian, para penulis studi tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sinyal tersebut berasal dari material yang kimianya belum pernah dikarakterisasi sebelumnya. Fakta bahwa sinyal yang sama muncul di dua tempat yang sangat berbeda membuat misteri ini semakin menarik.

Titan memiliki atmosfer yang kaya akan nitrogen dan metana dengan tekanan permukaan sekitar 1,5 bar, lebih tinggi dari Bumi. Bulan Saturnus ini juga memiliki sungai dan danau metana cair dengan suhu sekitar –180 derajat Celcius (–292 Fahrenheit). Sementara itu, Pluto hanya memiliki atmosfer tipis sekitar 10 mikrobars, sekitar 150.000 kali lebih tipis dari Titan. Permukaan Pluto tertutup es yang terdiri dari nitrogen, metana, dan karbon monoksida, dengan suhu mendekati –235 derajat Celcius (–391 Fahrenheit).

Meskipun memiliki perbedaan yang sangat besar, kedua dunia ini menunjukkan kimia organik kompleks yang didorong oleh radiasi matahari dan sinar kosmik. Proses ini mampu menghasilkan senyawa baru yang akhirnya mengendap di permukaan mereka. Para peneliti percaya bahwa sejarah kimia yang sama ini bisa menjelaskan asal-usul sinyal misterius tersebut.

Memecahkan teka-teki ini membutuhkan pengamatan baru dari JWST dan eksperimen lebih lanjut untuk menciptakan kembali kimia dari kedua dunia es ini di laboratorium. Para ilmuwan juga menaruh harapan pada misi Dragonfly milik NASA yang akan menjelajahi permukaan Titan. Meskipun wahana antariksa ini tidak dapat secara langsung mengamati sinyal inframerah misterius tersebut, laboratorium kimia di dalamnya bisa mengidentifikasi beberapa senyawa kandidat dan membantu memecahkan salah satu teka-teki paling menarik yang diajukan JWST tentang tata surya bagian luar.

Penemuan ini membuka babak baru dalam eksplorasi tata surya. Dengan teknologi canggih seperti JWST, para ilmuwan kini dapat melihat detail yang sebelumnya tidak mungkin terdeteksi. Untuk memahami lebih lanjut tentang teknologi terkini, Anda bisa membaca tentang tiruan Nokia N9 atau perkembangan harga game digital.

Kisah ini pertama kali muncul di WIRED en EspaΓ±ol dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.