Telset.id – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, akan meluncurkan misi Swift Boost pada akhir bulan Juni 2026 untuk menyelamatkan teleskop Neil Gehrels Swift Observatory yang orbitnya meluruh lebih cepat dari perkiraan. Misi ini bertujuan untuk menaikkan orbit teleskop tersebut agar dapat beroperasi beberapa tahun lebih lama.
Menurut laporan Space, peluncuran misi Swift Boost dijadwalkan pada 27 Juni 2026. NASA telah bekerja sama dengan perusahaan asal Arizona, Katalyst Space, untuk membangun LINK, sebuah wahana antariksa robotik yang dirancang untuk merapat ke observatorium dan menariknya ke orbit yang lebih tinggi. Pada 9 Juni, para insinyur di fasilitas Wallops Flight Facility NASA di Virginia menyelesaikan pemasangan LINK ke roket Northrop Grumman Pegasus XL.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 12 Juni, mereka memasang roket tersebut ke badan pesawat Northrop Grumman bernama Stargazer. Pesawat ini meninggalkan Wallops pada 18 Juni menuju Kwajalein Atoll di Samudra Pasifik Selatan, tempat pesawat tersebut akan lepas landas dalam waktu seminggu. Stargazer akan membawa Pegasus XL ke ketinggian sekitar 40.000 kaki sebelum melepaskannya di udara. Roket akan jatuh bebas selama beberapa detik sebelum menyalakan motor dan mengirimkan LINK ke luar angkasa dalam waktu sekitar 10 menit.
Mengapa Teleskop Swift Perlu Diselamatkan?
Semua satelit di orbit memang kehilangan ketinggian seiring waktu, tetapi peluruhan orbit teleskop Swift berlangsung lebih cepat dari kebanyakan satelit lainnya. NASA menjelaskan bahwa hal ini disebabkan observatorium tersebut mengalami hambatan atmosfer yang lebih besar dari perkiraan akibat peningkatan aktivitas matahari baru-baru ini. Fenomena ini membuat posisi teleskop semakin mendekati Bumi dengan laju yang mengkhawatirkan.
“Mengingat betapa cepatnya orbit Swift meluruh, kami berada dalam perlombaan melawan waktu, tetapi dengan memanfaatkan teknologi komersial yang sudah dikembangkan, kami menghadapi tantangan ini secara langsung,” ujar Shawn Domagal-Goldman dari NASA saat kemitraan dengan Katalyst diumumkan. Pernyataan ini menegaskan urgensi misi Swift Boost dalam menyelamatkan aset antariksa berharga milik NASA.
Teleskop Swift diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari semburan sinar gamma (gamma-ray bursts), meskipun kini digunakan sebagai observatorium multi-panjang gelombang serbaguna. NASA menyebut Swift berfungsi sebagai “dispatcher” ketika peristiwa mendadak terjadi di alam semesta, memberikan informasi penting yang memungkinkan observatorium lain untuk menindaklanjuti dan mempelajari lebih lanjut.
Peran Kritis Teleskop Swift
Sebagai contoh, Swift pernah mendeteksi lokasi sumber sinar-X yang ternyata merupakan supernova berusia 13 miliar tahun, berdasarkan data yang kemudian dikumpulkan oleh observatorium lain seperti Teleskop James Webb. Kemampuan Swift dalam memberikan data awal yang akurat membuatnya menjadi instrumen vital dalam astronomi modern. Tanpa intervensi, teleskop ini akan terus jatuh dan akhirnya terbakar di atmosfer Bumi.
Misi Swift Boost menjadi salah satu upaya penyelamatan teleskop antariksa yang paling ambisius. Dengan menggunakan teknologi robotik LINK dari Katalyst Space, NASA berharap dapat memperpanjang masa pakai teleskop yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Keberhasilan misi ini akan menjadi preseden penting untuk misi perbaikan dan perawatan satelit di masa depan.
Proses peluncuran yang tidak biasa menggunakan pesawat Stargazer untuk membawa roket Pegasus XL ke ketinggian tertentu sebelum dilepaskan menunjukkan pendekatan inovatif NASA dalam mengirimkan muatan ke luar angkasa. Metode ini memungkinkan peluncuran dari berbagai lokasi tanpa memerlukan landasan peluncuran tetap. Misi ke Mars juga menunjukkan komitmen NASA dalam eksplorasi antariksa.
Dengan jadwal peluncuran yang semakin dekat, tim misi Swift Boost terus bekerja keras memastikan semua sistem berfungsi optimal. Keberhasilan misi ini tidak hanya akan menyelamatkan teleskop Swift, tetapi juga membuka jalan bagi teknologi serupa untuk misi penyelamatan satelit lainnya di masa depan. Pesawat X-59 NASA juga menjadi contoh inovasi teknologi antariksa terkini.
Observatorium Swift telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi dunia astronomi selama 22 tahun terakhir. Dengan misi Swift Boost, NASA berinvestasi untuk memastikan teleskop ini terus memberikan data berharga bagi para ilmuwan di seluruh dunia. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi komersial dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang umur aset antariksa yang sudah ada.
Misi Swift Boost menjadi bukti bahwa NASA tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi baru, tetapi juga berkomitmen merawat dan mempertahankan instrumen ilmiah yang sudah terbukti kinerjanya. Langkah ini sejalan dengan strategi badan antariksa tersebut untuk memaksimalkan hasil investasi penelitian dan pengembangan di bidang antariksa.





Komentar
Belum ada komentar.