Ilustrasi filamen gas berbentuk mutiara kosmik pada sisa ledakan supernova Pa 30

Ledakan Supernova Pa 30 Hasilkan Mutiara Gas Raksasa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Teleskop Gemini North ungkap 10 kali lebih banyak struktur di sisa supernova Pa 30
  • Filamen gas ternyata berbentuk simpul "mutiara kosmik", bukan kontinu
  • Setiap simpul berdiameter sekitar empat hari cahaya
  • Bintang pusat Pa 30 disebut "zombie star" yang tak sepenuhnya mati
  • Nebula cocok dengan catatan astronom Tiongkok dan Jepang tahun 1181
  • Temuan dipublikasikan di The Astrophysical Journal

Telset.id – Pengamatan terbaru terhadap sisa-sisa ledakan supernova Pa 30 mengungkap struktur gas yang jauh lebih rumit dari perkiraan sebelumnya. Teleskop Gemini North di Hawaii berhasil menangkap sekitar 10 kali lebih banyak struktur dibandingkan pengamatan sebelumnya, memperlihatkan filamen yang ternyata tidak berbentuk kontinu seperti dugaan awal. Temuan ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya memahami bagaimana bintang mati dan apa yang tersisa setelahnya.

Hasil observasi yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal itu menunjukkan bahwa filamen-filamen tersebut tersusun dari simpul gas berbentuk seperti manik-manik pada seutas tali. Simpul-simpul ini memiliki ukuran yang relatif seragam dan dijuluki sebagai “mutiara kosmik”. Setiap butirnya berdiameter sekitar empat hari cahaya, ukuran yang sangat besar jika dibandingkan dengan skala tata surya kita.

“Wilayah planet di tata surya kita bisa masuk ke dalam setiap simpul sekitar 10 kali dengan sisa ruang,” ujar Ilaria Caiazzo, salah satu penulis studi tersebut, dalam sebuah siaran pers. Ia menambahkan bahwa simpul-simpul itu terbilang sangat seragam dan timnya antusias untuk mencoba memodelkannya.

Bagaimana tepatnya mutiara kosmik ini terbentuk belum sepenuhnya jelas. Para astronom menduga simpul tersebut merupakan konsentrasi material yang terlempar saat ledakan berlangsung. Yang membuatnya aneh adalah keteraturannya. Setelah supernova, para astronom justru memperkirakan menemukan akumulasi material dengan bentuk yang jauh lebih tidak beraturan. Namun simpul-simpul di Pa 30 memiliki ukuran serupa dan tampak sejajar di sepanjang filamen. Keteraturan yang tidak biasa ini menjadi fitur baru yang bisa membantu peneliti memahami kematian bintang secara lebih mendalam.

Nebula Pa 30 juga tergolong tidak biasa karena bintang pusatnya tidak sepenuhnya mati. Bintang ini disebut sebagai “zombie star”. Umumnya, supernova termonuklir merupakan kematian violen sebuah bintang yang hancur total dalam ledakan. Namun pada kasus langka, sebagian bintang bisa bertahan, dan ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana atau mengapa hal itu terjadi. Struktur tidak biasa dari Pa 30 dinilai dapat membantu astronom merekonstruksi secara lebih presisi bagaimana jenis detonasi semacam ini berlangsung dan bagaimana zombie star bisa tetap hidup setelahnya.

Semua temuan ini bermula dari ketertarikan panjang ilmuwan terhadap Pa 30. Tidak banyak struktur astronomi yang menghubungkan pengamatan modern secara langsung dengan catatan manusia dari lebih dari delapan abad lalu. Nebula ini cocok dengan catatan yang ditinggalkan para astronom Tiongkok dan Jepang pada 1181, yang menggambarkan kemunculan bintang baru di langit dan tetap terlihat selama beberapa bulan. Saat itu, mustahil untuk mengetahui bahwa mereka sedang menyaksikan sisa-sisa ledakan bintang raksasa. Berabad-abad kemudian, ilmuwan menghubungkan peristiwa tersebut dengan supernova yang melahirkan Pa 30.

Kisah ini pertama kali muncul di WIRED en Español dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol. Seiring semakin banyaknya data observasi beresolusi tinggi, pemodelan terhadap struktur seperti mutiara kosmik ini menjadi bagian dari tren riset yang lebih luas. Pendekatan berbasis komputasi dan kecerdasan buatan pun mulai banyak dipakai untuk membantu memproses data astronomi yang volumenya terus bertambah, sejalan dengan meningkatnya penggunaan AI di berbagai bidang riset.

Meski begitu, studi terbaru ini belum memberikan jawaban final soal mekanisme pembentukan simpul gas tersebut. Yang jelas, keteraturan ukuran dan susunan simpul di sepanjang filamen menjadi petunjuk baru yang sebelumnya tidak teramati. Temuan ini menambah daftar pertanyaan terbuka soal bagaimana bintang bisa mengalami kematian yang tidak sepenuhnya tuntas, dan apa yang menentukan apakah sebuah ledakan menyisakan zombie star atau tidak.

Bagi para peneliti, Pa 30 menawarkan jembatan langka antara catatan sejarah dan pengamatan modern. Kombinasi keduanya memungkinkan rekonstruksi peristiwa yang terjadi lebih dari delapan abad silam dengan tingkat detail yang tidak mungkin dilakukan hanya dari satu sumber saja. Struktur mutiara kosmik yang baru terungkap ini pun menjadi bahan penting untuk memahami lebih jauh proses kematian bintang di alam semesta.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.