Ledakan Supernova Super Dahsyat Terpantau Astronom

Telset.id, Jakarta – Ledakan supernova atau bintang besar mati terlihat dalam gambar yang dirilis oleh European Southern Observatory, Senin (1/11/2022).

Ledakan supernova nan dahsyat menunjukkan filamen besar dari gas yang bersinar terang yang diledakkan ke luar angkasa dan terpantau para astronom.

Sebelum meledak di akhir siklus hidup, dilansir Gadgets360, bintang tersebut diyakini mempunyai massa setidaknya delapan kali lebih besar dari matahari kita.

BACA JUGA:

Letaknya di galaksi Bima Sakti kita sekitar 800 tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Vela. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya setahun.

Gambar menakutkan tersebut menunjukkan awan gas yang terlihat seperti sulur berwarna merah muda dan oranye di filter yang digunakan oleh para astronom.

Seperti Telset kutip, astronom ESO, Bruno Leibundgut, menyatakan bahwa awan gas itu meliputi hamparan kira-kira 600 kali lebih besar dari tata surya kita.

“Struktur filamen adalah gas yang dikeluarkan dari ledakan supernova yang menciptakan nebula. Kita melihat materi bdalam bintang mengembang,” ujarnya.

Manakala terdapat bagian yang lebih padat, beberapa materi supernova terguncang dengan gas di sekitarnya dan menciptakan beberapa struktur filamen.

“Gambar menunjukkan sisa-sisa supernova sekitar 11.000 tahun setelah ledakan. Sebagian besar materi bersinar karena atom hidrogen tereksitasi,” ucapnya.

Keindahan dari gambar tersebut adalah kita dapat melihat langsung materi apa yang ada di dalam bintang. Materi yang telah terbentuk selama jutaan tahun.

Menurut Leibundgut, materi akan mendingin selama jutaan tahun hingga akhirnya membentuk bintang baru. Supernova itu menghasilkan banyak elemen.

Bintang tersebut telah direduksi setelah supernova menjadi objek berputar yang sangat padat yang disebut pulsar. Pulsar sendiri adalah sejenis bintang neutron.

BACA JUGA:

Gambar itu mewakili mosaik pengamatan yang diambil dengan kamera wide-field OmegaCAM di VLT Survey Telescope oleh Observatorium Paranal ESO di Chile.

Leibundgut menyampaikan bahwa data untuk gambar spektakuler tersebut dikumpulkan selama tiga tahun, yakni mulai 2013 hingga 2016 oleh astronom ESO. [SN/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0